Keberadaan Kampung Wisata Caping sangat berdampak terhadap ekonomi warga sekitar. Wisata kuliner menjadi yang paling berkembang. Salah satunya Kedai Tok Men yang letaknya tepat di samping Rumah Cagar Budaya. Masakan khas Melayu jadi andalan kedai yang baru saja dibuka tahun lalu ini.
Syahriani Siregar, Pontianak
Memiliki rumah yang berada di dekat Rumah Cagar Budaya tak disia-siakan oleh Chariati (64). Pemilik Kedai Tok Men ini mengambil peluang usaha dengan usaha kuliner di tepian Kapuas.
Berdiri sejak 2021, namun baru bisa beroperasi pada 2022 karena pandemi. Chairiati yang akrab disapa Bu Atik membuka warung ini dengan menu khas Melayu. Ikan asam pedas, cumi itam, kerang dara dan ikan asin gembung menjadi sajian paling laris dipesan.
“Ada juga menu sarapan setiap Jumat karena ada orang senam di rumah cagar budaya, ada orang kampung sini, kalau pake telor dadar, ada nasi kuning dan nasi unduk 10rb jak. Siang dan malam. Malam buka kecuali orang udah pesan dulu dengan WA, nongrong lah orang sampai malam, sampai malam gahabis isya, cuman kalau orang mau makan udah pesan kami tunggu,” xerita Bu Atik senang semenjak kampungnya ramai dikunjungi wisatawan.
Apalagi kalau sedang aad acara seperti festival sampan, meriam dan malam lebaran. Banyak orang yang kan berkungjung, ia pun akan meraup untung dari acara tersebut.
“Jadilah penghasilan untuk nambah kebutuhan sehari-hari, ada kegiatan kite bejualan, ndak ngobrol kemane-mane. Ada unutngnye kite buka ini, ada kite ketemu keluarge yang tk pernah kite ketemu, silaturahmi,” ujarnya.
Menjadi kampung andalan pariwisata dan binaan BRI, UMKM setempat mendapatkan kemudahan dalam akses peminjaman modal. Bu Atik pun mengaku mendapat manfaat dari pinjaman modal BRI tersebut berbentuk KUR.
“Anak saya yang ngurus waktu itu, kalau tak salah pinjam 50 juta. Di situ kami bangun teras ini, dan beli meja kursi” ujarnya.
Dengan berkembangnya kampung ini, tentu membawa berkah bagi nu Atik dan warga lainnya yang membuka usaha. Ia berharap agar kampung halaman suaminya ini berkembang pesat dan persaudaraanya semakin erat.**
Editor : Siti