Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hari Anak Sedunia: Perjuangan Ibrahim, Si Yatim Menata Masa Depannya.

A'an • Minggu, 19 November 2023 | 17:17 WIB
Photo
Photo


Hari Anak Sedunia yang jatuh pada 20 November setiap tahunnya, menjadi momentum menggugah kesadaran akan hak-hak anak di seluruh dunia termasuk di Kalbar.

Di tengah momen tersebut, ada cerita perjuangan seorang anak yatim bernama Ibrahim dengan dedikasinya yang luar biasa. Seperti apa?


DENY HAMDANI, PONTIANAK.


DI sudut kecil desa yang tenang, terdapat seorang remaja bernama Ibrahim, yang memancarkan kekuatan dan kegigihan di dalam hatinya.

Lewat langkah kecilnya, dia menjadi pilar kekuatan bagi keluarganya. Baim nama sapaan karibnya dan masih berusia 12 tahun.

Baim tinggal bersama ibu tunggalnya, setelah kehilangan ayahnya pada usia sangat muda.

Walaupun harus menghadapi kesulitan hidup berat, Baim memiliki tekad kuat membantu ibunya dan mewujudkan mimpinya.

Setiap hari sejak matahari terbit, Ibrahim tak pernah absen membantu ibunya berjualan kue keliling dan titip ke toko.

Meski, pekerjaan tersebut melelahkan dan seringkali menguras tenaga, Baim menjalaninya dengan senyum manis di wajahnya.

"Saya hanya ingin membantu ibu sebanyak yang saya bisa. Kue-kue yang kami jual adalah hasil dari usaha keras ibu," katanya sambil menata kue-kue di keranjang dagangan dan melayani pembeli.

Kisah Baim, tidak hanya sebatas jualan keliling dan titip di toko. Meski harus berjuang membantu ekonomi keluarga, dia tak pernah menyia-nyiakan pendidikan.

Baim tetap rajin pergi ke sekolah setiap harinya, meskipun terkadang harus berjalan kaki karena tidak punya kendaraan roda dua.

"Bagi saya, belajar adalah kunci masa depanku," ucap Ibrahim dengan tekad yang bulat.

"Saya ingin menjadi seseorang yang bisa membuat ibu bangga, dan itu dimulai dari sekolah," timpalnya kembali.

Setiap hari juga, sebelum mentari merayakan kemenangan di langit, Baim selalu sibuk membantu ibunya berjualan.

Menggunakan kepiawaian dan kecerdasannya, dia mampu membantu mengelola dagangan dengan penuh keuletan dan kerja keras.

Semangatnya tak hanya berhenti di sana, Ibrahim juga mengabdi pada pelajaran di sekolah dengan semangat tak pernah pudar.

Meskipun kewajibannya sebagai anak membantu perekonomian keluarga, Baim selalu tercatat memiliki nilai rata-rata bagus di kelas.

Dia juga tidak pernah sekalipun absen, meninggalkan pendidikannya. Dengan buku-bukunya yang rapuh, namun berharga, ia belajar dengan tekun, menjelajahi dunia ilmu pengetahuan seperti seekor penjelajah tak kenal lelah.

Ketekunan dan semangat Ibrahim sebenarnya menginspirasi banyak orang sekitar. Guru-gurunya, memuji ketekunan dan semangat belajarnya.

Sementara tetangga dan para pedagang lain, mengagumi dedikasi dan kegigihannya dalam membantu ibunya, meski usianya adalah usia bermain.

Dan menyambut Hari Anak Sedunia, Baim hanya berharap agar setiap anak yatim seperti dirinya, tetap diberikan kesempatan meraih impian dan masa depan.

"Saya hanya berharap semua anak yatim bisa mendapat dukungan dan kesempatan yang sama belajar dan meraih impian mereka," ucap Ibrahim dengan penuh harap.

Ibrahim sendiri adalah contoh nyata dari keberanian, keuletan, dan semangat tak tergoyahkan.

Meskipun jatuhnya Hari Anak Sedunia pada tanggal 20 November menjadi sebuah sorotan bagi hak-hak anak di seluruh dunia, Ibrahim membawa pesan lebih dalam: bahwa dibalik keterbatasan dan rintangan, semua memiliki kekuatan menulis kisah kehidupan gemilang.

Lewat cerita perjuangannya, Ibrahim membangkitkan semangat dalam hati setiap individu, mengajarkan bahwa keterpurukan bukanlah akhir dari segalanya.

Dengan keberanian menginspirasi, dia telah mencatat jejak tak terhapuskan dalam cerita kehidupan semua.

Rini Astuti, seorang guru di SD Sungai Raya, Kubu Raya mengatakan bahwa anak yatim seperti Ibrahim adalah inspirasi bagi banyak orang.

Kisah inimenyiratkan betapa pentingnya memberikan kesempatan dan dukungan kepada anak-anak dalam mewujudkan potensi mereka, terutama anak-anak erlahir dalam keadaan kurang beruntung.

Nah, sambungnya, momen Hari Anak Sedunia menjadi panggilan bagi semua, agar tidak hanya merayakan Hari Anak Sedunia, dengan seremoni.

Namun lebih kepada memberikan dukungan nyata bagi mereka, yang berjuang seperti Ibrahim, agar mereka bisa memiliki masa depan cerah.

"Mari kita bersama-sama mendukung dan menginspirasi anak-anak untuk menggapai impian mereka, memastikan setiap anak memiliki akses sama terhadap pendidikan dan peluang berkembang. Sebagai investasi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang," pungkas dia.(**)

Editor : A'an
#pontianak #hari anak sedunia