Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Belah dan Olah Ikan, Usaha Rumahan Ini Berdayakan Perempuan Desa Nelayan

Heriyanto • Jumat, 8 Desember 2023 | 21:04 WIB
Ibu-ibu hingga remaja putri sedang membelah ikan bilis segar yang akan diolah menjadi ikan asin. Ikan Asin Kak Ros menjadi UMKM yang menyokong ekonomi warga sekitar.
Ibu-ibu hingga remaja putri sedang membelah ikan bilis segar yang akan diolah menjadi ikan asin. Ikan Asin Kak Ros menjadi UMKM yang menyokong ekonomi warga sekitar.

Ikan Asin Kak Ros menjadi salah satu pelaku usaha rumahan terbesar di Dusun Merpati, Desa Sungai Kakap, Kubu Raya. Memiliki 12 karyawan yang semuanya perempuan, Roslah, sang pemilik, turut menyokong ekonomi warga sekitar dengan memberdayakan perempuan.

Syahriani Siregar, Kubu Raya

Berjarak 14 km dari pusat kota Pontianak, Desa Sungai Kakap, Kubu Raya dapat ditempuh selama 30 menit dengan sepeda motor. Pagi itu, penulis menyusuri desa para nelayan itu.

Sebanyak 75 persen warga menggantungkan hidup sebagai nelayan. Sepanjang perjalanan, di tepi sungai, kapal-kapal nelayan bersandar rapi, kebanyakan dari kapal itu baru saja pulang dari melaut.

Memasuki kawasan perumahan, ikan, udang, cumi dijemur di bawah sinar matahari pagi, menjadi pemandangan biasa di rumah-rumah warga.

Sampailah penulis di Dusun Merpati, di tempat usaha Ikan Asin Kak Ros. Tampak remaja putri hingga ibu-ibu sibuk membelah ikan, ada juga yang membolak-balik ikan yang sedang dijemur. Ikan bilis segar baru saja diantar nelayan pada subuh hari sebelumnya.

“Ikannya baru datang tadi subuh, Kak, jadi hari ini ibu-ibu lembur membelah ikan,” ujar seseorang dari dalam rumah. Dia adalah Roslah.

Desa Sungai Kakap, Kubu Raya menjadi desa yang sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai nelayan.
Desa Sungai Kakap, Kubu Raya menjadi desa yang sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai nelayan.

Roslah (40) adalah pemilik dari UMKM Ikan Asin Kak Ros, UMKM binaan BRI ini jadi satu yang terbesar di Sungai Kakap. Hampir semua warga mengenalnya.

Usaha ini sudah dirintis Roslah sejak tahun 2006. Ikan Asin Kak Ros menjadi penyokong ekonomi warga sekitar, terutama perempuan, yang bermata pencaharian sebagai pembelah ikan.

Ikan Asin Kak Ros memproduksi 50 kg ikan setiap harinya, dengan karyawan 12 orang yang semuanya perempuan, Roslah turut memberdayakan perempuan di Dusun Merpati, Sungai Kakap. Sebagian besar adalah janda yang butuh menyokong  perekonomian keluarga.

Jasimah (62), salah satu karyawan yang berusia lanjut. Meski sudah tidak muda lagi, Jasimah terlihar gesit membelah ikan. Jasimah mulai bekerja bersama Roslah sejak dari awal usaha Ikan Asin Kak Ros berdiri. Jasimah merupakan tetangga sebelah rumah Roslah.

Sinta (35), yang merupakan anak Jasimah juga sudah lama bekerja dengan Roslah. Dari ia masih duduk di bangku SMP hingga sekarang sudah janda beranak satu.

Sudah belasan tahun Sinta bekerja sebagai pembelah ikan di rumah tetangganya itu. Lingkungan kerja yang menyenangkan serta perlakuan Roslah yang baik kepada pekerja sekaligus tetangganya membuat Sinta betah.

“Iya betah karena lebaran ada THR, kalau lagi kerja ditanggung makan tiga kali sehari, pagi, siang dan malam. Lingkungan di sini juga enak kerjanya, sesama tetangga,” ujar Sinta sambil membelah ikan sebanyak 20 kg saat itu.

Roslah menjadi tumpuan perempuan-perempuan Dusun Merpati. Bahkan jika ikan tidak datang dalam waktu seminggu, ibu-ibu yang bekerja padanya akan kasbon terlebih dahulu karena tidak bisa bekerja.

“Jika ikan tidak datang maka ibu-ibu di sini tidak bisa bekerja dan tidak mendapat upah harian. Tak jarang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka akan pinjam uang terlebih dahulu. Nanti uangnya baru diganti saat ikan datang dan diambil dari upah mereka saat bekerja,” ungkap Roslah.

Pemasaran Ikan Asin Kak Ros dilakukan secara offline dan online. Roslah akan menitipkan produk ikan asinnya di toko oleh-oleh Pontianak, pasar tradisional  hingga pasar modern. Berbagai pameran di Kalimantan Barat juga sudah pernah diikuti.

Sementara pemasaran secara online dilakukannya di beberapa platform digital seperti Shopee dan Padi UMKM.

Roslah, pemilik Ikan Asin Kak Ros di Kubu Raya gencar pemasaran secara digital.
Roslah, pemilik Ikan Asin Kak Ros di Kubu Raya gencar pemasaran secara digital.

Tak hanya di Kubu Raya, pemasarannya sudah ke luar kota dan luar negeri. Malaysia menjadi negara tetangga yang rutin memesan Ikan Asin Kak Ros.

"Setiap bulan ada pemesanan dari Malaysia, maksimal 5kg sekali pesan,” ujar Roslah, sang pemilik.

UMKM Unggulan Binaan BRI

Ikan Asin Kak Ros merupakan UMKM unggulan binaan BRI Kubu Raya. Diakui Roslah, sokongan BRI terhadap usahanya begitu terasa.

Dukungan yang diberikan berupa program pelatihan seperti digital marketing, promosi, pameran, hibah hingga kemudahan akses pinjaman modal usaha dengan bunga yang sangat ringan.

Sejak menjadi UMKM binaan BUMN, Ikan Asin Kak Ros sering mengikuti pameran-pameran kuliner. Manfaat digitalisasi pada promosi produknya juga sangat dirasakan ibu dari tiga anak ini.

"Setiap pameran pasti menggunakan QRIS jadi memudahkan kami dalam penjualan, langsung masuk ke rekening pribadi,” ungkap Roslah.

Pinjaman modal usaha dengan proses yang mudah memberi energi positif dalam perkembangan usaha ikan asin yang telah dirintasnya selama 17 tahun ini.

Tercatat selama menjadi nasabah BRI sudah tiga kali Roslah meminjam modal usaha dalam bentuk KUR (Kredit Usaha Rakyat). Pinjaman terakhir sebesar Rp100 juta selama tiga tahun.

"Peminjaman terakhir itu sewaktu pandemi Covid-19, jadi saya sangat merasakan sekali manfaatnya. Prosesnya sangat mudah, tidak butuh waktu lama langsung bisa cair," cerita Roslah.

Kegiatan menjemur ikan di rumah Roslah, usaha rumahan Ikan Asin Kak Ros.
Kegiatan menjemur ikan di rumah Roslah, usaha rumahan Ikan Asin Kak Ros.

Manajer Bisnis Mikro BRI, Khalid Danu Purnomo mengatakan pihaknya akan terus memaksimalkan pembinaan terhadap UMKM yang menjadi nasabah BRI agar dapat terus mengembangkan usahanya.

"Dalam melakukan pembinaan terhadap UMKM yang menjadi nasabah, kami melakukan holding dengan PT Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam menyalurkan bantuan untuk pelaku UMKM di Pontianak dan Kubu Raya,” ujar Khalid.** 

Editor : Heriyanto Pontianak Post
#ikan asin #Kak Ros #UMKM #bri #Sungai Kakap