Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Budi Utoyo Akhiri Karier PNS sebagai Camat Sadaniang

A'an • Rabu, 3 Januari 2024 | 13:00 WIB
POTONGAN TUMPENG: Budi Utoyo menerima potongan nasi tumpeng dari Bupati Mempawah Erlina.
POTONGAN TUMPENG: Budi Utoyo menerima potongan nasi tumpeng dari Bupati Mempawah Erlina.

 

Takjub Kebaikan dan Kekompakan Masyarakat Sadaniang

Usai 32 tahun mengabdi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), Budi Utoyo, purnatugas. Per-31 Desember lalu, pria yang mengakhiri karier PNS-nya sebagai Camat Sadaniang itu menanggalkan segala bentuk kedinasannya.

 

WAHYU ISMIR, Mempawah

DALAM 32 tahun kariernya sebagai ASN, Budi yang akrab dan ramah dengan awak media ini pernah bertugas di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Dinas Sosnakertrans, Kantor Perpustakaan Daerah, Dinas Lingkungan Hidup, Sat Pol PP, BPBD, dan terakhir Camat Sadaniang.

Pada jabatan terakhirnya sebagai Camat Sadaniang, Budi bertugas kurang lebih 3 tahun 2 bulan. Dia mengaku sangat terkesan memimpin kecamatan terjauh di Kabupaten Mempawah itu.

“Yang paling berkesan ketika menjadi Camat Sadaniang yakni kultur masyarakatnya. Masyarakat Sadaniang itu baik hati dan sangat kompak dalam segala hal,” puji Budi, Selasa (2/1) siang di Mempawah.

Salah satu pengalaman yang tak terlupakan, menurut Budi, ketika menghadapi pandemi Covid-19.

Dalam situasi serba sulit, dirinya mendapati dukungan dan kekompakan masyarakat Sadaniang.

Masyarakat di sana sangat membantunya dalam melaksanakan berbagai program pemerintah berkenaan dengan penanganan dan penanggulangan Covid-19.

“Berkat dukungan dan kekompakan masyarakat, capaian vaksin di Kecamatan Sadaniang bisa mencapai 96 persen. Capaian ini tertinggi di Kabupaten Mempawah,” ungkapnya.

Kemudian, Budi juga terkesan dengan pencapaian kontingen Kecamatan Sadaniang saat kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Mempawah di Kecamatan Jongkat.

“Saat itu, Kecamatan Sadaniang berhasil meraih tiga medali emas dan berhasil mengalahkan beberapa kecamatan lain. Padahal, sebelum-sebelumnya Kecamatan Sadaniang hampir tak pernah mendapatkan medali emas MTQ,” kenangnya.

Karena itu, Budi berharap kebaikan hati dan kekompakan masyarakat Kecamatan Sadaniang mesti terus dijaga dan dipelihara.

Budi optimistis berbekal dua hal itu, masyarakat Kecamatan Sadaniang akan terus maju dan berkembang, serta dapat mengejar ketertinggalan dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Mempawah.

“Tetap jaga kekompakan, terus semangat dan tingkatkan sinergitas dalam mendukung setiap program pembangunan di Kecamatan Sadaniang,” pesannya.

Lantas, apa yang dibutuhkan masyarakat Kecamatan Sadaniang saat ini? menurut Budi, Kecamatan Sadaniang membutuhkan percepatan pembangunan di segala sektor kehidupan masyarakat. Baik itu infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

“Peningkatan sumber daya manusia (SDM) juga penting untuk masyarakat Kecamatan Sadaniang. Dan saya berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah dapat membuka peluang investor agar turut berbartisipasi membangun Sadaniang,” harapnya.

Terakhir, Budi mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah yang telah memberikan kesempatan dan dukungan bagi dirinya, dalam menjalankan tugas pengabdian di masyarakat.

“Terima kasih kepada Ibu Bupati, Wakil Bupati, beserta seluruh jajaran. Terima kasih pula kepada rekan-rekan di Kecamatan Sadaniang dan keluarga yang telah memberikan dukungan luar biasa,” tutupnya. (*)

Editor : A'an
#mempawah #Budi #asn #camat #SADANIANG