Di antara gemerlapnya peradaban, semua dihadapkan pada keajaiban mempesona. Semangat memperingati Hari Lingkungan Hidup Indonesia setiap tanggal 10 Januari adalah panggilan mengingat kembali, menghormati, dan berterima kasih kepada alam yang telah melimpahkan kehidupan kepada manusia. Ini menjadi penanda bangsa subur Indonesia dan Kalimantan Barat, dalam merayakan persembahan terindahnya kepada Bumi, sekaligus penyampai pesan cinta mendalam kepada alam semesta yang telah melahirkan kehidupan ?
DENY HAMDANI, PONTIANAK.
DILANSIR databoks.katadata.co.id, dari 10 daerah di Indonesia masuk kategori Udara Paling Bersih pada pagi hari Jumat(5/1), Kota Pontianak mewakili Provinsi Kalimantan Barat masuk dalam persaingan menjaga kebersihan lingkungan.
Indeks Kualitas Udara versi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memiliki skor sebanyak 22.
Artinya, menjadi penanda keberhasilan besar dalam menjaga kualitas udara. Kabupaten Rokan Hilir, Riau berada di posisi 17 bersama Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dengan skor 22.
Posisi lainnya disusul Banjar Baru (Kalimantan Selatan) skor 25, Tanjung Jabung Timur (Jambi) skor 26, Serang (Banten) skor 30, Palangkaraya (Kalimantan Tengah) skor 32, Indragiri Hilir (Riau) skor 33. Ambon (Maluku) dengan skor 37, Mamuju (Sulawesi Barat) skor 40.
Nah, Berdasarkan Permen LHK No. 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara, KLHK menerapkan klasifikasi indeks kualitas udara 0-50 adalah baik, 51-100 kategori sedang, 101-200 masuk tidak sehat, 201-300 menjadi sangat tidak sehat, 300+ masuk kategori berbahaya.
Heri Mustamin, anggota DPRD Kalbar dari dapil Kota Pontianak menyebutkan bahwa kualitas udara terbaik menjadi penanda keberhasilan daerah menjaga isu lingkungan.
"Makanya, sepanjang tahun peringatan Hari Lingkungan Hidup Indonesia yang jatuh pada tanggal 10 Januari menjadi momentum penting bagi banyak daerah termasuk Kalbar, merefleksikan komitmen terhadap bumi yang kita huni.
Kota-kota di Indonesia bersaing untuk memperlihatkan dedikasi mereka dalam menjaga kebersihan udara.
Namun, di antara sorotan itu, Kota Pontianak telah menarik perhatian sebagai sebuah contoh cemerlang," ucapnya.
Dia menyampaikan bahwa Hari Lingkungan Hidup, tak hanya sekadar peringatan.
Indeks kualitas udara mencapai 22, Pontianak juga berhasil mengukir namanya di puncak prestasi kebersihan udara.
"Indeks ini mencerminkan kebersihan udara dalam mengukur tingkat polusi yang terkandung dalam udara, dan Pontianak menampilkan angka membanggakan," ujarnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak ini menambahkan memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa upaya pelestarian lingkungan tidaklah sia-sia.
Kota Pontianak telah menjadi teladan dalam upaya menjaga kualitas udara yang dihirup setiap hari. Kadar polutan yang sangat minim menunjukkan betapa seriusnya upaya yang dilakukan dalam menjaga kelestarian alam. Ini menjadi sebuah komitmen, tak hanya berkobar pada Hari Lingkungan Hidup, tetapi sepanjang tahun.
"Kota Pontianak dengan gemilangnya telah membuktikan bahwa lingkungan yang bersih bukanlah sekedar impian, melainkan sebuah kenyataan dapat dicapai melalui kerja keras dan kesadaran bersama.
Prestasi ini tak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi tonggak inspiratif bagi kota-kota lain di Indonesia dan di seluruh dunia dalam menjaga kebersihan lingkungan," jelasnya.
Heri berharap Hari Lingkungan Hidup tak sekedar sebagai sebuah perayaan seremonial. Namun menjadi penjaga kekayaan luar biasa alam Indonesia.
"Dalam pesona tiada tara, kita sering menyaksikan keberagaman alam yang memukau, mulai dari hutan tropis yang rimbun hingga lautan biru yang luas menyapa.
Sebuah panggilan suci untuk menjaga keberlanjutan, merawat tanah air yang memberikan kita berlimpahnya keajaiban," ujarnya.
Namun, sambungnya, di tengah semangat yang membara para penjaga lingkungan hidup kerap dihadapkan pada tantangan tak terbantahkan.
Ancaman perubahan iklim, degradasi lingkungan, serta kehilangan biodiversitas menghiasi langit-langit bumi dengan keprihatinan.
"Sesungguhnya Hari Lingkungan Hidup adalah panggilan suci untuk bertindak, menggandeng tangan dan menggerakkan hati bersama-sama, menjaga dan melestarikan kekayaan alam yang kita nikmati saat ini untuk generasi mendatang," terang dia.
"Maka mari jadikan setiap hari sebagai perayaan, bukan hanya pada tanggal 10 Januari saja. Jadikanlah tindakan kita sebagai doa, memberikan perlindungan dan cinta kepada bumi yang memeluk kita dengan penuh kasih," timpal dia.(**)
Editor : A'an