Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hari Perempuan, Internasional: Karena Wanita Ingin Dimengerti

A'an • Kamis, 7 Maret 2024 | 17:37 WIB
Hari Perempuan Internasional jatuh setiap tanggal 8 Maret.
Hari Perempuan Internasional jatuh setiap tanggal 8 Maret.

Hari Perempuan Internasional yang jatuh tanggal 8 Maret, memang terdengar asing, baru, dan klise di mata para perempuan Indonesia dan Kalimantan Barat. Namun, di luaran sana, dunia mengakui bagaimana perananan perempuan di bidang apapun. Jadi ibu rumah tangga, kuli, supir hingga pekerja serabutan tetap oke. Bahkan profesi penting seperti penerbang, anggota legislatif, kepala eksekutif sampai kepala negara pernah dilakoni perempuan. Kesetaraan gender menjadi salah satu alasan dibalik lahirnya hari tersebut ? Lantas bagaimana perjuangan single parent dan wanita karir. Yok simak cuap-cuap para srikandi kuat ini ?

DENY HAMDANI, PONTIANAK.

Masih ingat dengan judul lagu "Karena Wanita Ingin Dimengerti". Setiap lirik lagunya sangat menyentuh. Setiap chord nadanya, sangat kena di hati para perempuan Indonesia dan Kalimantan Barat.

Para wanita pasti bakalan klepek-klepek mendengar suara vokalisnya, Donny secara langsung. Apalagi wajah vokalisnya memang menjual dan tampan. Bait nadanya juga benar-benar menggambarkan keanggunan para perempuan.

Dengar saja lagunya. "Lekuk indah hadirkan pesona, Kemuliaan bagi yang memandang, Setiamu simbol keanggunan khas perawan, yang... kau miliki. Akulah pengagum ragamu, Tak ingin ku menyakitimu. Lindungi dari sengat dunia yang mengancam... nodai... sucinya lahirmu. KARENA WANITA INGIN DIMENGERTI, Lewat tutur lembut dan laku agung, KARENA WANITA INGIN DIMENGERTI, Manjakan dia... dengan kasih sayang. Ingin kuajak engkau menari, Bermandi hangat cahaya bulan, Sebagai tanda kebahagiaan, Bagi semesta cinta kita. Bintang terang itulah dirimu, Janganlah redup dan mati. Aku dibelakangmu memeluk dan menjagamu".

Lirik lagu yang dibawakan Ada Band, cukup dikenal di zamannya. Bahkan lagu tersebut, sampai sekarang masih diputar dan dibawakan banyak orang. Anak band pemula dan senior bakalan suka dengan hentakan musiknya.

Apalagi setiap bait kalimatnya, cukup mengena untuk para perempuan. Dan itu menjadi inspirasi cerita single parent dengan dua anak, yang harus berprofesi ganda sebagai kepala dan ibu rumah tangga ini.

Hampir setiap hari, Leni (37) nama samaran disibukan dengan semua aktivitas harian masyarakat pada umumnya. Membuat sarapan, mengantar anak-anak pulang-pergi ke sekolah hingga bekerja di kantoran. Namun, semuanya dilalui dengan senang hati.

"Terkadang lelah, juga jenuh. Tetapi demi anak-anak, semua harus dikerjakan dengan senang hati," kata perempuan yang berstatus ASN di pemerintahan ini.

Bagi Leni, keseharian dengan segala kepadatannya aktivitasnya sudah menjadi menu harian. Menjadi ibu rumah tangga oke, apalagi menjadi kepala rumah tangga.

Kebetulan profesinya menunjang di dinas yang sedang digelutinya. Urusan sekolah anak, bahkan sudah dipersiapkan hingga ke perguruan tinggi. "Kan kerja juga demi masa depan anak-anak saya bang," ucapnya beberapa waktu lalu.

Namun memang, karirnya tak semulus kehidupan percintaannya. Sejak beberapa tahun silam, dia harus berpisah dengan lelaki yang sudah memberikannya dua anak. Berpisah, karena ditinggal sang suami, menghadap sang pencipta lebih awal.

Kebetulan sang suami berprofesi sebagai pengusaha di bidang konstruksi. Hanya saja, ia betah dengan kesendiriannya. "Belum ketemu kali bang, yang mengerti tentang saya dan anak-anak. Dan tak semudah membalikan telapak tangan menerima yang baru," ucapnya penuh makna.

Kebetahannya melanjang karena memang tak mau terburu-buru. Selain ingin mencari pengganti sepadan, juga paham dengan dirinya. Mapan juga menjadi ukuran wanita karir ini. Buatnya, jangan sampai ketemu jodoh, justru dirinya yang harus banting tulang.

Makanya, Leni lebih senang memilih sendiri sambil mencari-cari. Dia menyibukkannya dengan kerja keras, sekaligus menjalankan peran ganda dengan gembira.

"Kedua anak saya adalah sumber kebahagiaan dan kekuatan terbesar saya. Mereka adalah alasan saya untuk terus maju dan berjuang," ucapnya kembali.

Ditanya soal Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret ? perempuan berkerudung ini menjawab santai saja. Hari perempuan baginya, bagaimana mengurus anak-anaknya hingga besar, dewasa, dan sukses dengan pendidikannya. Bagi ibu dua anak ini, hari tersebut adalah berjuang mengumpulkan rupiah demi sekolah anak-anaknya. "Itu yang paling prioritas buat saya sekarang," pungkasnya.

Berbeda Leni, berlawanan juga dengan Ermin Elviani, Srikandi Kalbar yang menjabat sebagai wakil rakyat DPRD Provinsi Kalimantan Barat, sekaligus Ketua Demokrat Kalbar ini. Buatnya Hari Perempuan adalah kesetaraan dalam bidang apapun.

Dunia perempuan sebenarnya, tidak berbeda jauh dengan  dunia lelaki. Apa yang bisa dikerjakan para pria, juga dapat dilakukan para wanita. Bahkan tak sedikit di Kalbar, Indonesia dan dunia lahir para srikandi brilian di bidang apapun.

"Jadi tidak heran, para perempuan banyak yang duduk di berbagai lini termasuk pengambil keputusan penting, karena memang prestasi kerja dan otaknya cukup brilian," ucapnya singkat.

Hebatnya perempuan, selain dapat berprestasi di bidang kerja, juga dapat menjadi pengatur rumah tangga yang brilian. Makanya para perempuan dapat berperan ganda. Bisa menjadi kepala rumah tangga, sekaligus ibu rumah tangga.

Pada Hari Perempuan Internasional ini, Ermin berharap bahwa kesetaraan gender dan peranan perempuan harus terus dibangun. Tidak boleh lagi ada pembeda bahwa perempuan tidak bisa mengerjakan pekerjaan lelaki.

"Kesetaraan gender itu yang harus terus kita perjuangkan di Hari Perempuan Internasional ini," pungkas dia.


Senyum Perempuan Penghapus Lelah

Soal single parent seperti Leni merupakan gambaran awal setiap pagi buat perempuan bangun lebih awal dan memastikan anggota keluarga tercinta mendapat perhatian penuh.

Dapur sudah menjadi panggung kreatif, di mana resep-resep warisan diolah menjadi hidangan lezat. Namun, tak jarang, saat matahari mulai tenggelam, single parent tetap saja sibuk mengatur kebutuhan keluarga hingga tengah malam.

Dalam pelukannya, rumah menjadi tempat teduh bagi keluarga. Senyumnya juga penghapus lelah setelah seharian berjuang bagai anak-anaknya. Meskipun terkadang terlupakan dibalik kehangatan kasih sayang. Tak hanya di rumah, perempuan telah membuktikan diri sebagai pejuang di medan luar. Mereka merangkul setiap peluang agar dapat berkiprah di dunia kerja, mengejar mimpi, dan memberikan kontribusi nyata pada perekonomian. Dari ruang rapat hingga lini produksi, perempuan menunjukkan bahwa ketangguhan dan kecerdasan tak mengenal batas gender.

Meskipun perempuan dikenal sosok tangguh di berbagai bidang, perempuan tetap saja memegang erat keinginan untuk dipahami. Sejauh mereka berjuang merangkul peran ganda sebagai ibu dan pekerja, terkadang satu-satunya hal yang mereka butuhkan adalah ingin dimengerti.

Hari Perempuan Internasional bukan hanya sekedar perayaan, tetapi juga panggilan memahami lebih dalam perjuangan tak terlihat. Dengan merangkul satu sama lain, perempuan merasa dihargai, dipahami, dan diizinkan untuk bersinar secerah mungkin.

Tentang perempuan, Kahlil Gibran sang penyair legendaris pernah membahasnya dalam buku. Banyak kata mutiara, bagaimana sosok perempuan tersebut digambarkannya.

Kahlil Gibran menyebutkan perempuan yang dianugerahi keindahan jiwa dan raga adalah sebuah kebenaran nyata yang bisa kita pahami hanya dengan cinta, dan bisa kita sentuh hanya dengan kesucian.

Kahlil Gibran yang dikenal warga dunia, lewat buku The Prophet 1923 juga menjabarkan bahwa "suatu hari kau akan bertanya kepadaku mana yang lebih penting? Hidupku atau hidupmu? Aku akan mengatakan milikku dan kau akan pergi tanpa mengetahui bahwa kau adalah hidupku".

Selanjutnya "Dan jangan lupa bahwa bumi senang merasakan kaki telanjangmu dan angin panjang untuk bermain dengan rambutmu. Lebih lanjut Kahlil Gibran berujar bahwa "Kecantikan adalah keabadian yang menatap dirinya sendiri di cermin. Tetapi kau adalah keabadian dan kau adalah cermin. Aku mencintaimu ketika kamu membungkuk di masjidmu, berlutut di kuilmu, berdoa di gerejamu. Bagimu dan aku adalah putra dari satu agama, dan itu adalah roh. Jadi dengan bibirku aku mencelamu, sementara hatiku, yang berdarah di dalam diriku, memanggilmu dengan nama-nama lembut.

Lebih dalam soal perempuan Kahlil Gibran mengatakan bahwa itu adalah cinta yang dicambuk oleh dirinya sendiri yang berbicara. Itu adalah kebanggaan setengah terbunuh, yang berkibar di debu.

Itu adalah rasa lapar ku untuk cintamu yang mengamuk dari atap rumah, sementara cintaku sendiri, berlutut dalam diam, berdoa pengampunan mu. Mereka berkata: "Jika seorang pria mengenal dirinya sendiri, dia akan mengenal semua umat manusia."

Aku berkata: 'Jika seorang pria mencintai umat manusia, dia akan tahu sesuatu tentang dirinya sendiri.

"Ada ruang antara imajinasi manusia dan pencapaian manusia yang mungkin hanya dilalui oleh kerinduannya.

Meskipun banyak gambaran indah soal wanita dan Hari Perempuan, Internasional, Kahlil Gibran tetap ingin mewujudkan bagaimana para perempuan tetap kuat, bangkit, dan bangun menciptakan masa depan penuh kesetaraan, keadilan, dan kebahagiaan bagi semua perempuan di dunia ini. Satu pastinya para perempuan hanya meminta sedikit yakni "INGIN DIMENGERTI" (**)

Editor : A'an
#Hari Perempuan Internasional #perempuan indonesia #kalbar