Kenakan Batik Pucuk Pakis dan Tabur Bunga di Peringatan Kartini
Diperingatan Hari Kartini Provinsi Kalimantan Barat pada hari Jumat kemarin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Rita Hastarita mengenakan kain batik dari tim kriya tekstil SMKN 6 Pontianak. Dalam proses pencantingan batik, turut melibatkan para siswa. Hasil Pakaian yang di desain tersebut betul-betul menjadi karya yang mewah
Mirza Ahmad Muin, Pontianak
Mengenakan batik berwarna hijau dengan corak tanaman pakis yang banyak tumbuh di Kalimantan Barat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar Rita Hastarita tampak anggun di acara peringatan Hari Kartini Provinsi Kalimantan Barat.
Desain motif batik pucuk pakis dan tabur bunga menjadi motif yang belum jamak dipandang mata. Rupanya ada arti pada motif batik tersebut. Dimana pucuk pakis melambangkan kelembutan, kelenturan dan feminim. Sedangkan batang pakis melambangkan kekuatan. Untuk motif tabur bunga, melambangkan keindahan dan warna hijau yang dibalut dalam pakaian batik ini melambangkan kemakmuran.
“Desain dari pakaian batik ini Saya kerjakan bersama Tim Kriya Tekstil SMKN 6 Pontianak. Selain melibatkan guru, para siswa juga ikut mengerjakan batik motif pucuk pakis dan tabur bunga ini,” ujar Rita.
Dalam penentuan motif dan desain pakaian batik ini dilakukan bersama. Sempat beberapa kali tim kriya tekstil SMK melakukan konsultasi kepada Rita untuk melihat hasilnya terlebih dahulu. Setelah didapatkan hasil yang terbaik, barulah batik ini di eksekusi.
Iapun tak menyangka, jika hasil kain batik yang dibuat oleh Tim Kriya Tekstil SMK 6 Pontianak ini begitu bagus. Ketika digunakan juga nyaman dan pas di badan.
Menurut Rita, batik pucuk pakis dan tabur bunga ini belum jamak di pandang masyarakat. Jika terus dikembangkan ia optimis pasar batik khas pucuk pakis dan tabur bunga ini bisa menjadi salah satu pilihan dan khas batik di Kalimantan Barat.
Iapun melihat, tangan-tangan kriya para pelajar SMKN 6 Pontianak ketika melakukan proses pencantingan motif batik. Mereka tampak ulet. Darah seniman muda berbakat oleh para siswa kata Rita ada di sini. Jika terus didorong, iapun optimis ke depan produksi batik oleh tim kriya tekstil di SMKN 6 Pontianak bakal kebanjiran orderan.
“Semoga SMKN 6 Pontianak bisa menelurkan seniman-seniman muda berbakat kedepannya,” tutuptnya.(**)
Editor : A'an