Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Nur Fitriana; Usaha Kios Pulsa Sekaligus Agen BRILink Memilih Usaha Fotokopi daripada Menjadi Pegawai Negeri

Syahriani Siregar • Selasa, 30 April 2024 | 14:04 WIB

Nur Fitriana sedang mencatatkan beberapa transaksi keuangan di tempat usahanya. Selain menjalankan usaha kios pulsa, Nur Fitriana juga menjadi Agen BRILink.
Nur Fitriana sedang mencatatkan beberapa transaksi keuangan di tempat usahanya. Selain menjalankan usaha kios pulsa, Nur Fitriana juga menjadi Agen BRILink.
Nur Fitriana merupakan Sarjana Keguruan. Namun, dia lebih memilih membuka usaha daripada mendaftar sebagai aparatur sipil negara formasi guru. Walau pernah tertipu, Fitriana tak menyurutkan tekadnya menjadi pengusaha.

Ramses Tobing, Pontianak

KETIKA lulus kuliah, Fitriana memilih menjadi wiraswasta. Kios kecil di Jalan Prof M Yamin Pontianak tempat usahanya.

Fida Fotokopi namanya. Usaha fotokopi itu ada sebelum dia menikah. Dirintis oleh suaminya.

Setelah menikah, Fitriana bersama suaminya tetap fokus mengembangkan kiosnya.

Walau awalnya tak begitu ramai, seiring waktu usahanya terus berkembang. Kini ia membuat kios baru. Berdempetan dengan kios awalnya.

Usaha barunya itu counter pulsa. Disana juga aktivitas layanan perbankan Agen BRILink dilakukan.

“Satu kios itu dulu disewa dan masa sewa habis. Kami memutuskan buka counter pulsa bersamaan dengan layanan Agen BRILink. Ada dua karyawan yang bekerja, dibagi shift pagi dan malam,” terang Fitriana.

Menurut Fitriana, tidak bisa juga jika hanya mengandalkan hasil jualan pulsa untuk menggaji karyawan.

"Alhamdulillah dari hasil Agen BRILink itu bisa membayar gaji karyawan,” tambah wanita asal Kabupaten Sekadau.

Awalnya Fitriana sempat pesimis sebagai agen BRIlink, tetapi kini setelah enam tahun malah mencatatkan transaksi terbaik sebagai Agen BRILink.

Beberapa kali catatan transaksinya masuk 10 besar di BRI. Kini ia pun fokus menjadi Agen BRILink di wilayah metropolitan Kota Pontianak.

Perkenalannya dengan Agen BRILink dari langganan toko fotocopy. Sekitar tahun 2018. Pelanggan setianya itu seorang mahasiswa. Perempuan.

Usai kuliah pun masih sering memanfaatkan jasa fotocopy di toko Fitriana. Bahkan hingga kerja di perbankan.

“Ketika sudah kerja di perbankan itulah yang menawarkan Agen BRILink ke saya,” cerita ibu dua anak ini.

Fitriana mengiyakan tawaran itu. Namun, dia tak serius. Lantaran ia juga sudah memiliki layanan keuangan serupa, tetapi bukan perbankan.

Sebulan dibiarkan begitu saja mesin EDC. Nyaris tak tersentuh. Transaksi pun minim.

“Perbankan pun bertanya kok minim transaksinya,” cerita sarjana pendidikan ini.

Layanan keuangan yang pertama kali dimilikinya malah tutup. Akhirnya seluruh transaksi pun dipindahkan ke Agen BRILink.

Lama-kelamaan Fitriana semakin kepincut. Transaksinya kerap tembus target. Fitriana kerap masuk 10 besar untuk Pontianak.

Fitriana bisa menorehkan transaksi terbaik. Padahal lokasi counter Agen BRILink miliknya berdekatan dengan teras BRI.

“Tidak sangka juga bisa ramai,” kata Fitriana.

Catatan transaksi terbaik itu juga didukung kebijakan BRI. Sebagai bank plat merah BRI mengeluarkan kebijakan, transaksi dengan nilai Rp5 juta bisa dilakukan di Agen BRILink.

Masyarakat pun tidak harus datang ke perbankan. Namun diarahkan ke agen-agen BRILink.

Saat menjadi Agen BRILink, modal yang dikeluarkannya tidak besar. Hanya Rp5 juta. Dengan modal kecil itu Fitriana sempat kebingungan ketika ada transaksi keuangan masyarakat yang nilainya lebih besar dari modal.

“Kalau dulu sempat bingungkan karena keterbatasan modal. Sekarang ada dana talangan, perbankan bekerjasama dengan BRI. Jangka waktunya bisa seminggu atau sebulan,” jelas Fitriana.

Pasang surut merintis usaha sekaligus menjadi Agen BRILink pernah dirasakan. Bahkan kena tipu. Nilainya juga lumayan. Jutaan rupiah.

Kondisi itu di awal-awal menjadi Agen BRILink. Karyawannya yang menjadi korban penipuan.

Pelaku datang ke counternya dan meminta dikirimkan uang. Karyawan Fitriana saat itu percaya begitu saja.

Transfer pun dilakukan sesuai yang diminta. Sementara uang tak diterima dan pelaku pergi begitu saja.

Peristiwa itu sempat membuat semangat Fitriana kendor. Untungnya ia bisa memotivasi dirinya sendiri.

Ia menganggap peristiwa itu menjadi pelajaran berharga. Harus lebih berhati-hati ketika transaksi keuangan.

Tak hanya dirinya, kepada karyawan pun, Fitriana mengingatkan hal serupa.

“Karena memang kurang berpengalaman sehingga kejadian itu menjadi pelajaran. Sekarang kalau mau transfer, uang harus diterima dulu, dihitung, baru kemudian ditransfer. Ikuti acara bank melayani nasabah,” kata Fitriana.

Tantangan lain baginya adalah sulit meyakinkan masyarakat dengan Agen BRILink. Masyarakat kata Fitriana masih tak percaya dengan jasa keuangan di luar perbankan.

Ada keraguan-raguan masyarakat bahwa Agen BRILink bukan lah perbankan.

“Ada memang dan karena memang belum paham. Ada yang tanya apakah transfernya nanti berhasil. Ada tidak bukti dan masuk tidak uangnya. Saya sarankan transaksi di kami dan bisa dicek ke bank, tercatat tidak transaksinya,” saran Fitriana.

Fitriana berbagi tips dalam menjalankan usaha. Salah satunya adalah pelayanan. Menurutnya layanan yang baik membuat pelanggan betah dan mau berulang.

Apalagi usaha yang dibukanya berupa jasa layanan keuangan yakni Agen BRILink.

“Namanya juga pelanggan yang dilihat dan respon adalah keramahan saat layanan,” imbuh Fitriana.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Tanjungpura Muhammad Fahmi menilai keberadaan layanan perbankan berupa Agen BRILink sangat bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah.

Bagi pemerintah manfaatnya untuk literasi keuangan ke masyarakat melalui perpanjangan perbankan.

“Dengan hadirnya tangan-tangan para agen itu, harapannya mempercepat literasi keuangan ke masyarakat,” kata Fahmi.

Fahmi tak menampik keberadaannya pun membuka lapangan pekerjaan, baik di kota dan desa. Begitu usulan menjadi Agen BRILink disetujui perbankan, maka tentu membutuhkan tenaga kerja yang bisa memberikan layanan transaksi keuangan.

Layanan transaksi keuangan itu seperti pembayaran rekening listrik, pembelian token, bayar pulsa, PDAM, BPJS, pajak dan layanan-layanan lainnya.

“Adanya transaksi itu juga mentriger pertumbuhan ekonomi. Lapangan pekerjaan tidak hanya bagi agen tapi juga yang baru di desa-desa,” terang Fahmi.

Manajer Bisnis Mikro BRI cabang Pontianak Dencu Yaharyandi mengatakan keberadaan Agen BRILink memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan perbankan.

Tidak hanya transaksi tarik tunai yang tersedia, tetapi juga layanan lainnya.

Baik itu transfer, membayar zakat, membayar belanjaan di e-commerce, tarik tunai melalui Super App BRImo, serta membeli voucher game juga dapat dilakukan di Agen BRILink.

Sementara itu dalam catatan BRI secara nasional, hingga Desember 2023, BRI mencatat jumlah Agen BRILink tercatat lebih dari 740.000 agen dengan volume transaksi sebesar Rp1.427 triliun.

Bahkan selama libur lebaran Idulfitri 2024 ada 796 ribu agen laku pandainya yakni AgenBRILink siap melayani berbagai kebutuhan perbankan nasabah.

Jumlah itu tersebar di 75.000 desa se-Indonesia.

Kehadiran Agen BRILink telah memberikan kontribusi nyata BRI untuk masyarakat luas. Agen ini telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia hingga wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal).

Selain itu, Agen BRILink juga turut mengedukasi masyarakat terhadap layanan perbankan sekaligus memaksimalkan peluang bisnis sebagai sumber mata pencaharian agen.

Di luar kebutuhan tersebut, Agen BRILink juga tetap melayani kebutuhan harian masyarakat, di antaranya pembayaran tagihan listrik, air, iuran BPJS, telepon, pembelian pulsa, pembayaran cicilan, top-up BRIZZI, setoran pinjaman, memberikan layanan referral pembukaan rekening tabungan BSA dan pinjaman, dan transaksi lainnya.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa Agen BRILink memiliki peran krusial dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia.

“Ini yang sebenarnya paling mungkin cocok dengan modelnya BRI adalah Agen BRILink, jadi tidak boleh digital tapi juga tidak boleh komen konvensional, kita bikin hybrid. Proses internalnya kita digitalkan tapi urusan interaksi dengan nasabah masih menggunakan pendekatan human touching ya yaitu melalui agen," pungkasnya. (*)

Editor : Syahriani Siregar
#Agen BRILink #kios pulsa #fotokopi #bri