18 Tahun Mengajar di Pedalaman, jadi Nomor Satu dalam Seleksi
Setelah 18 tahun mengabdi menjadi guru honerer, penantian Nyemas Indriyati berakhir. Ia menjadi salah satu tenaga honorer yang dilantik menjadi ASN PPPK Pemerintah Kabupaten Landak pengangkatan 2023.
MIFTAHUL KHAIR, Ngabang
NYEMAS Indriyati tak dapat menyembunyikan rasa harunya usai dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemkab Landak di halaman Kantor Bupati Landak, Selasa 30 April 2024 lalu. “Ini sebuah anugerah,” ujarnya.
Ia menceritakan, pada 2005 lalu ia pertama kali menjadi guru honer. “Sebenarnya saya itu tidak ingin menjadi (guru) honor ya, karena saya kan bukan (lulusan) guru.
Karena saya kan dari (jurusan) hukum. Tapi karena waktu itu pak Kepala Sekolah minta tolong agar saya membantu mengajar, akhirnya saya bantu,” kata Indriyati.
Penantian selama belasan tahun akhirnya terbayar. Selama 18 tahun ini ia mengabdi di SDN 03 Tenguwe Kecamatan Air Besar. Sebuah desa pedalaman Kabupaten Landak.
Selama itu, Indriyati pernah mencoba agar bisa menjadi PPPK. Namun, kata dia, ia tidak pernah bisa mengikuti penerimaan PPPK karena ia bukanlah lulusan guru.
“Karena kan tidak linear kan, karena saya kan (jurusan) hukum,” ujarnya. Akhirnya pada tahun lalu, ia mendapat satu kesempatan walaupun tidak ditempatkan di sekolah asal.
“Saya hanya bisa langsung keluar di web pendaftaran ahli pertama guru PKN, karena saya jurusan hukum kan,” jelasnya.
Setelah bisa mendaftar ia pun mendapat panggilan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Ia pun lebih memilih PPG agar linear. Ia mengaku tidak begitu mengharapkan bisa lulus PPPK. Dari 40 peserta yang mendaftar di posisinya, ia berhasil mendapat peringkat satu.
“Alhamdulillah saya (peringkat) satu, tapi saya juga takutnya nanti tidak bisa lulus karena saya kan bukan guru kan. Jadi saya sudah pasrah lah, saya hanya bisa berdoa saja dalam jalur langit istilahnya kan,” katanya.
Kepada guru honorer di luar sana, ia berpesan agar tetap semangat mengabdi untuk dunia pendidikan. Seperti yang ia alami, ia tak pernah bermimpi menjadi ASN, karena ia merasa bukan lulusan guru. Namun, setelah mencoba ternyata ia bisa lulus.
“Guru honor, saya hanya bisa pesan, kita itu menjalankan tugas dengan ikhlas, tanpa memikirkan nanti kita dapat apa, yang penting jalani apa adanya. Jadi untuk yang guru honor, tetap semangat, tetap optimis, jangan lupa berdoa,” tutupnya. (mif)
Editor : A'an