Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Menggali Sejarah Kain Corak Insang Khas Pontianak, Lambang Kedekatan Masyarakat dengan Sungai Kapuas

A'an • Rabu, 23 Oktober 2024 | 17:00 WIB
BERVARIASI: Warna dan jenis kain corak insang yang bervariasi.
BERVARIASI: Warna dan jenis kain corak insang yang bervariasi.

Kain corak insang khas Pontianak merupakan salah satu warisan budaya yang paling dikenal di Kalimantan Barat. Bukan hanya sekadar kain, corak insang melambangkan kedekatan masyarakat Melayu Pontianak dengan alam, terutama Sungai Kapuas yang menjadi salah satu sungai terpanjang di Indonesia. 

 

---------------------

 

SEJARAH dan nilai budaya di balik kain ini menjadikannya salah satu simbol kebanggaan masyarakat setempat, yang terus hidup di tengah-tengah perkembangan zaman.

Motif insang yang menyerupai bagian pernapasan ikan menjadi ciri khas utama kain ini. Dipilih bukan tanpa alasan, motif ini melambangkan hubungan manusia dengan alam, terutama dalam hal penghidupan yang sebagian besar masyarakat setempat dapatkan dari hasil sungai dan laut. Insang di sini dianggap sebagai lambang kelangsungan hidup, yang tak lepas dari air sebagai sumber kehidupan.

Kain corak insang pada masa lalu sering digunakan dalam acara-acara adat seperti pernikahan, khitanan, serta upacara adat lainnya. Bahkan, kain ini juga dipakai oleh para bangsawan sebagai simbol status sosial mereka. Seiring berjalannya waktu, penggunaan kain ini semakin meluas, bahkan hingga menjadi simbol budaya yang dikagumi banyak orang dari luar daerah.

Sejarah kain corak insang tidak lepas dari kehidupan pesisir yang erat dengan sungai. Sebagai salah satu pusat peradaban Melayu di Kalimantan Barat, Pontianak mengalami perkembangan yang pesat, terutama di bidang budaya dan kerajinan. 

Pengaruh budaya Melayu yang kental berpadu dengan kearifan lokal membuat corak insang menjadi salah satu bentuk seni tradisional yang memiliki ciri khas kuat dan berbeda dari kain-kain tenun lainnya di Nusantara.

Menurut Syekh Arsula Datok Sriminati sebagai Pemangku Adat di Kerajaan Keraton Kadariah, kain corak insang memiliki filosofi yang mendalam. “Motif insang pada kain ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga mengandung nilai filosofis yang dalam. Masyarakat Melayu Pontianak menganggap insang sebagai simbol kelangsungan hidup dan kesejahteraan. Sungai dan laut yang menjadi sumber makanan bagi masyarakat telah menginspirasi para penenun untuk menjadikannya bagian dari kain tradisional ini,” jelasnya, kemarin (22/10).

Lebih lanjut, Syekh Arsula Datok Sriminati menjelaskan bahwa kain corak insang dahulu dipakai oleh kalangan bangsawan dan tetua adat. “Penggunaan kain ini dulunya cuma dipakai oleh kerajaan dan di acara-acara besar. Selain sebagai simbol status sosial, kain ini juga dipercaya membawa keberuntungan bagi pemakainya dalam berbagai upacara adat dan hanya ada dua tempat untuk menenun kain corak insang yaitu di Kampung Luar dan Kampung Arab” tambahnya.

Kini, kain corak insang tidak lagi terbatas pada acara adat atau kalangan bangsawan. Kain ini telah banyak dijadikan sebagai bahan untuk busana modern seperti gaun, kemeja, hingga aksesoris mode. Bahkan, corak insang kerap dipamerkan di berbagai ajang mode internasional, memperkenalkan kekayaan budaya Pontianak kepada dunia.

Dengan segala upaya yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah, diharapkan kain corak insang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan semakin dikenal di kancah internasional. Sehingga, warisan leluhur yang penuh makna ini akan terus menjadi kebanggaan masyarakat Pontianak dan Indonesia di masa depan. (mel/mgg)

Editor : A'an
#Kain corak insang #adat melayu