Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hari Listrik Nasional: Mengaliri Kalimantan Barat, Mewujudkan Keadilan Energi

A'an • Kamis, 24 Oktober 2024 | 17:34 WIB
Kenangan "Pejuang Listrik Kalbar" Maman Abdurahman, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI yang sekarang dipercaya sebagai Menteri UMKM RI di Kabinet Prabowo-Gibran dalam memperjuangkan anggaran kelistrikan.
Kenangan "Pejuang Listrik Kalbar" Maman Abdurahman, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI yang sekarang dipercaya sebagai Menteri UMKM RI di Kabinet Prabowo-Gibran dalam memperjuangkan anggaran kelistrikan.

Setiap 27 Oktober, Hari Listrik Nasional diperingati sebagai momentum penting dalam perjalanan pembangunan bangsa.Tahun ini, peringatan tersebut semakin bermakna di Kalimantan Barat (Kalbar), dimana harapan akan akses energi yang merata mulai menjadi kenyataan bagi ribuan keluarga di pelosok. Keberadaan jaringan listrik juga menjadi momentum menghargai peran besar listrik dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan negara. Di Kalimantan Barat (Kalbar), isu kelistrikan memiliki relevansi khusus, mengingat tantangan geografis dan kebutuhan energi yang terus meningkat di daerah ini.

DENY HAMDANI-SANGGAU

Di Desa Tanjung Merpati, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, dua rumah tangga menjadi simbol perubahan besar ini. Halimah Yayank, seorang nenek lanjut usia, dan Anggraeni, seorang ibu rumah tangga bersama ayahnya, tak mampu menahan rasa syukur ketika rumah mereka akhirnya dialiri listrik setelah bertahun-tahun mengandalkan penerangan seadanya. “Senang sekali rasanya, listrik sudah nyala. Terima kasih Pak Maman dan PLN Kalbar,” ungkap Halimah, tersenyum bahagia.

Program BPBL di Kalbar tahun 2024 menargetkan sebanyak 5.330 rumah tangga dan direncanakan meningkat hingga 8.995 rumah tangga. Di Kabupaten Sanggau saja, 853 rumah tangga akan menjadi penerima manfaat program ini. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Maman Abdurahman yang sekarang menjabat sebagai Menteri UMKM RI, menjadi salah satu sosok utama di balik keberhasilan program ini. Perjuangannya dalam meningkatkan alokasi anggaran kelistrikan untuk Kalbar menjadi bukti nyata komitmen terhadap masyarakat pedalaman.

Dalam refleksinya, Maman menceritakan awal perjuangannya sejak tahun 2018 silam. Kala itu, sekitar 600 desa di Kalbar belum terjangkau listrik. “Ironisnya, anggaran listrik desa saat itu tidak pernah lebih dari Rp50 miliar per tahun. Hanya cukup untuk membangun jaringan di 5 sampai 9 desa,” kenangnya. Namun, berkat usaha sebagai politisi yang konsen "berkelahi" memperjuangkan anggaran kelistrikan di Komisi VII DPR RI waktu itu dan dukungan berbagai pihak, anggaran kelistrikan Kalbar terus meningkat. Tahun 2023, anggaran mencapai Rp700 miliar, dan diproyeksikan akan menembus Rp800 miliar pada 2025.

Dengan anggaran tersebut, sekitar 200 desa baru di Kalbar akan menikmati akses listrik pada tahun depan. "Insya Allah, tak ada lagi daerah gelap gulita di Kalbar," ujar Maman.
Bagi Maman, perjuangan ini bukanlah pencapaian pribadi, melainkan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Di sisi lain, program BPBL juga memainkan peran penting dalam upaya menekan angka kemiskinan.


Cahaya yang Mengubah Kehidupan

Bagi masyarakat di pedalaman Kalbar, kehadiran listrik adalah hal yang sangat krusial. Bukan hanya soal penerangan, tetapi juga peningkatan taraf hidup dan ekonomi. Di Kabupaten Sanggau, program BPBL menargetkan sebanyak 853 rumah tangga, termasuk rumah Halimah dan Anggraeni, yang kini merasakan dampaknya. PLN bersama Kementerian ESDM berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan listrik, sehingga desa-desa yang belum teraliri listrik dapat segera menikmati manfaat tersebut.

"Kami optimis program BPBL ini akan mampu menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Khaerudin, perwakilan dari PLN Kalbar.

Suherman, Pj Bupati Sanggau, menambahkan bahwa program BPBL memberikan dampak luar biasa bagi warga tidak mampu di wilayahnya. "Kami mendukung penuh program ini, dan berharap semakin banyak warga yang mendapatkan manfaatnya," ujarnya.


Cahaya untuk Masa Depan

Dengan segala tantangan yang dihadapi, semangat untuk melistriki seluruh pelosok negeri tetap berkobar. Maman Abdurahman berharap program ini dapat menjadi warisan yang berharga bagi masyarakat Kalbar. "Saya ingin melihat semua desa di Kalbar terang benderang. Ini bukan hanya perjuangan saya, tetapi juga perjuangan semua pihak yang peduli dengan masa depan Kalbar," pungkas Maman.

Hari Listrik Nasional bukan hanya tentang merayakan hadirnya listrik, tetapi juga tentang merenungkan perjuangan panjang yang telah ditempuh untuk membawa cahaya ke setiap sudut negeri. Di Kalimantan Barat, cahaya itu kini mulai menyinari kehidupan masyarakat pedalaman, memberikan harapan akan masa depan yang lebih baik dan lebih terang.

Langkah ke Depan: Kelistrikan yang Merata dan Ramah Lingkungan.

Di masa depan, Kalimantan Barat memiliki peluang besar untuk memanfaatkan potensi energi terbarukan sebagai sumber utama listrik. Pemerataan jaringan listrik yang berkelanjutan akan membuka jalan bagi pembangunan yang lebih merata di seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah terpencil. Hari Listrik Nasional bukan hanya sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk terus maju dalam mencapai energi listrik yang bersih, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Kalimantan Barat.

Dengan semangat Hari Listrik Nasional, harapannya ke depan, Kalimantan Barat tidak hanya menikmati listrik secara merata, tetapi juga menjadi pionir dalam memanfaatkan energi terbarukan demi masa depan yang lebih cerah.(**)

Editor : A'an
#HLN #pln