Di Kota Pontianak, aroma kopi pancong yang khas menyapa setiap pagi. Lebih dari sekadar minuman hangat, kopi pancong di sini menyimpan filosofi kehidupan yang mendalam, terjalin erat dengan budaya dan sejarah masyarakat setempat.
--------------
KOPI pancong merupakan kopi yang disajikan dalam porsi kecil. Pancong sendiri merupakan bahasa Melayu, yang berasal dari kata pancung yang bermakna pemenggalan atau memangkas porsi penuh.
Selain lebih murah dari porsi normalnya yakni sekira Rp3.000-Rp5.000, banyak yang bilang, kopi pancong lebih berasa aroma kopinya.
Kopi pancong di Pontianak tak hanya sekadar minuman, tapi juga sebuah warisan budaya yang diwariskan turun-temurun. Di tengah hiruk pikuk kota, kopi pancong menjadi simbol keakraban dan kebersamaan, layaknya sebuah ritual yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
"Kopi pancong ini sudah ada sejak nenek moyang. Dulu, orang-orang minum kopi pancong sambil bercerita di pagi hari, sebelum memulai aktivitas," ujar Usman, seorang penjual kopi pancong di Pasar Flamboyan, Pontianak.
Kopi pancong di Pontianak umumnya dibuat dengan cara tradisional, menggunakan kopi robusta lokal yang dijemur dan digiling sendiri. Proses pembuatannya yang sederhana, menggunakan alat sederhana dan bahan-bahan yang mudah didapat, mencerminkan filosofi hidup yang sederhana dan penuh ketahanan.
"Kopi pancong ini mengajarkan kita untuk bersyukur dengan apa yang kita punya. Kita bisa menikmati hidup dengan sederhana, tanpa harus selalu mencari yang rumit," tambah Usman.
Di Pontianak, kopi pancong seringkali dinikmati bersama keluarga, teman, atau tetangga. Umumnya di warung kopi yang tersebar di seluruh penjuru kota. Tak ayal, Pontianak juga dikenal dengan julukan kota seribu warung kopi. Suasana hangat dan penuh kebersamaan tercipta saat mereka menikmati secangkir kopi pancong sambil bercerita dan bercanda.
"Kopi pancong itu seperti pengikat tali silaturahmi. Kita bisa berkumpul, berbincang, dan saling berbagi cerita dengan hangat," ujar Aminah, salah satu pelanggan setia kopi pancong di Pontianak.
"Kopi pancong ini bukan hanya minuman, tapi juga sebuah warisan budaya yang harus kita jaga. Kita harus terus melestarikan tradisi ini agar tidak hilang ditelan zaman," tutup Usman.
Melalui filosofi yang terkandung di dalamnya, kopi pancong di Pontianak bukan hanya minuman, tapi juga sebuah simbol kehidupan yang penuh makna, yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. (hif/mgg)
Editor : A'an