Penempatan Carport Menjadi Jembatan Edukasi Energi Bersih ke Masyarakat
Mengusung energi hijau, Gaia Bumi Raya City Mall menjadi pencetus pertama sebagai pusat perbelanjaan moderen di Pulau Kalimantan yang sumber tenaga listriknya menggunakan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dengan mengusung energi terbarukan itu, Gaia Bumi Raya City Mal kini mampu mengurangi jejak karbon sampai 1.608.248 kg CO2.
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
SATU persatu kendaraan roda empat tampak memasuki pintu masuk lantai atas area parkir Gaia Bumi Raya City mall, di siang hari yang menyengat itu. Di lantai paling atas, tampak mobil-mobil telah berjejer di area parkir yang tak biasa. Di bagian atap parkirnya itu telah terpasang panel tenaga surya yang terhubung menjadi satu kesatuan. Disinilah penempatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan solar carport yang dikombinasikan dengan lokasi parkir kendaraan roda empat ditempatkan manajemen Gaia. Diketahui, penggunaan PLTS ini sudah berjalan hampir setahunan ini.
Hari itu, Public Relation Gaia Bumi Raya City Mall, Karina juga melihat petugas maintenance melakukan perawatan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan solar carport di Gaia. Kata dia, pengecekan ini dilakukan rutin oleh petugas setiap tiga bulan sekali. Tujuannya untuk pemeliharaan dan melihat apakah terdapat kendala selama pengoperian PLTS di Gaia.
Dikatakan dia kapasitas instalasi PLTS Gaia sebesar 1.491 kWp dan sudah mulai beroperasi sejak Oktober tahun lalu bekerjasama dengan Suryanesia, perusahaan penyedia energi bersih bagi pelaku usaha. Kini pengoperasiannya sudah hampir jalan setahun dan tak pernah mengalami kendala. Gaia mall sendiri sejak berdiri pada tahun 2021 memang dibangun dengan mengambil konsep energi hijau. Salah satu energi hijau itu dengan penggunaan PLTS ini.
Lebih dalam kata dia, dengan mengusung energi bersih, penempatan PLTS di area parkir mall, juga bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat. Bahwa sumber energi listrik juga bisa dihasilkan melalui tenaga surya. Termasuk sumber listrik di Gaia Mall ini.
Kata dia, secara keseluruhan cara kerja PLTS ini cukup sederhana. Komponen utama PLTS ini terdiri dari sel fotovoltaik yang berfungsi untuk menangkap panas matahari yang bisa diubah menjadi energi listrik. Dari data, instalasi PLTS Gaia ini mampu menghasilkan energi bersih sebesar 2.049.246 kWh dan mampu mengurangi jejak karbon sebesar 1.608.248 kg CO2 selama setahun.
Lebih dalam kata dia, Gaia Bumi Raya City melihat begitu penting penerapan praktik bisnis bertanggung jawab dan berorientasi pada lingkungan yang berkelanjutan. Instalasi PLTS yang telah beroperasi ini menambah daftar inisiatif ramah lingkungan yang telah dilakukan sebelumnya dan juga mendukung upaya pemerintah dalam pemanfaatan energi bersih untuk sektor komersial. “Sekarang tenaga PLTS ini mampu untuk menyuplai listrik untuk penggunaan pendingin di Gaia. Kami pun bisa menghemat biaya operasional yang lumayan besar,” ungkapnya.
Dengan penggunaan PLTS ini, Gaia juga menjadi pusat perbelanjaan terhijau di Indonesia. Berkat kolaborasi bersama Suryanesia, kata dia di bulan Mei lalu perusahaan penyedia energi bersih bagi pelaku usaha itu mendapat penghargaan bergengsi di ajang Penghargaan Listrik Indonesia. Kata dia, terdapat sejumlah inisiatif dan terobosan menarik hingga PLTS Gaia kolaborasi dengan Suryanesia mendapatkan penghargaan itu.
Diantaranya adanya penggunaan empat jenis mounting berbeda, sedangkan mayoritas PLTS atap hanya menggunakan satu sampai dua jenis saja. Kemudian PLTS atap tersebut menjadi salah satu pengguna pertama dari panel N type dan bifacial di Indonesia. Ketiga, dengan memanfaatkan area parkir di atap pusat perbelanjaan sebagai salah satu lokasi instalasi panel, Gaia Bumi Raya City kini memiliki salah satu solar carport terbesar di Indonesia.
Sementara itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Barat Ignasius mengatakan sejak awal 2024 telah terjadi peningkatan signifikan untuk penggunaan PLTS atap sebanyak 32 unit. Instalasi PLTS ini menyebar di sejumlah lembaga pemerintah maupun kawasan industri.
Berdasarkan data Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemprov Kalbar disebutkannya bahwa dari 2022 hingga 2023 hanya ada lima unit PLTS Atap di Kalbar. Namun di awal 2024 ini peningkatan terjadi signifikan. Mencapai 32 unit PLTS atap. Untuk instansi pemerintah sekarang, seperti gedung Disperindag ESDM Kalbar berkapasitas 25 KWp, dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kalbar 50 KWp. Dengan PLTS 3 atap ini lebih efisien untuk biaya konsumsi listrik dan yang terpenting juga ramah lingkungan.
Dia melanjutkan percepatan pengembangan dan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalbar ini untuk mendukung pergerakan berbagai sektor industri energi hijau yang tersebar di 14 Kabupaten Kota di Kalbar
Akselerasi pemanfaatan energi baru terbarukan menuju emisi nol karbon ini dipastikan bisa menjadi daya dorong meningkatkan perekonomian daerah setempat, selain juga untuk mengatasi perubahan iklim akibat penggunaan energi fosil jangka panjang.
Sementara itu General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Joice Lanny Wantania mengatakan pemanfaatan PLTS merupakan suatu integrasi yang sejalan dengan komitmen PLN sebagai perusahaan yang berkomitmen dalam pemanfaatan green energy.
“Pemanfaatan PLTS merupakan suatu integrasi yang sejalan dengan komitmen PLN sebagai perusahaan Green Energy, sehingga kami sangat mendukung dalam pelaksanaannya mulai dari persiapan hingga sinkronisasi,” katanya.
Adapun PLTS Atap dengan kapasitas 1,5 MWp yang telah dioperasikan di Gaia Bumi Raya City Mall ini selain untuk memenuhi kebutuhan energi listrik sendiri di kawasan terpadu perbelanjaan ini, juga diharap bisa menjadi panutan bagi sektor swasta lainnya untuk turut berkontribusi dalam penyediaan energi listrik melalui pemanfaatan energi terbarukan yang bersih dan berkelanjutan.
Dijelaskannya pula pada tahun 2023 lalu, PLN juga melakukan kolaborasi dan mendukung Universitas Tanjungpura Pontianak menggalakkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) khususnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di kampus terbesar di Kalbar dengan kapasitas 1,5 MWp.
Ketua Pusat Studi Energi Universitas Tanjungpura Prof Dr M. Ismail Yusuf menyebutkan Potensi energi bersih di Kalbar sangat besar dan beragam. Sebut saja energi Surya.
Setiap tempat di dunia mendapatkan sinar matahari, sehingga setiap negara memiliki potensi energi surya yang berbeda-beda. Kalbar memiliki sinar matahari yang berlimpah.
Dirinya juga mengapresiasi penggunaan PLTS oleh dunia industri di Kalbar. Akan tetapi memberikan catatan penting bahwa penggunaan energi Surya masih tergolong mahal. “Di sini itu sinar matahari ada dan kuat tapi yang kita harapkan adalah penggunaan energi bersih yang mampu menggerakkan perekonomian kita. Karena energi jika mahal dan kita memproduksi akan sulit bersaing," ujarnya.
Pembangunan renewables tidak bisa dihindari tetapi harus berlangsung tanpa membawa dampak yang berat untuk masyarakat dan negara. (*)
Editor : A'an