Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Rita Hastarita langsung tancap gas di hari pertama masuk sekolah usai libur lebaran, Rabu (9/4).
IDIL AQSA AKBARY, Pontianak
PONTIANAK POST - Rita melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di Kota Pontianak untuk memastikan kehadiran guru, dan kelancaran proses belajar mengajar.
Dua sekolah yang disambangi langsung oleh Rita adalah SMA Negeri 2 Pontianak, dan SMA Negeri 13 Pontianak. Sementara sekolah lainnya dimonitor oleh para kepala bidang serta tim Disdik Kalbar yang disebar ke berbagai titik.
“Masih ada beberapa guru yang kami dapati belum hadir di hari pertama ini. Kami akan tindak lanjuti, dan berikan teguran tegas,” ujar Rita saat diwawancarai di sela kunjungannya.
Meski bersikap tegas, Rita memastikan pihaknya akan tetap objektif dalam menilai alasan ketidakhadiran para guru tersebut. “Akan dicek dulu alasan mereka. Apakah masih dalam perjalanan mudik, kendala transportasi, atau hal lainnya. Tapi yang jelas, absensi hari pertama adalah indikator komitmen,” tegasnya.
Rita juga menyampaikan bahwa proses belajar mengajar di sebagian besar sekolah telah berjalan dengan baik meski ada beberapa catatan terkait absensi guru. “Kami apresiasi sekolah-sekolah yang langsung memulai pembelajaran hari ini dengan lancar,” tambahnya.
Kepada guru atau tenaga pendidik yang mangkir tanpa keterangan jelas, Rita memastikan pihaknya tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi administratif. “Sanksinya berupa surat teguran. Ini penting sebagai bentuk pembinaan disiplin,” katanya.
Sidak ini, lanjut Rita, bukan hanya soal kehadiran, tapi juga memastikan bahwa suasana belajar pasca libur panjang bisa kembali kondusif.
“Anak-anak sudah kembali ke sekolah, dan itu artinya tanggung jawab kita juga harus kembali dijalankan dengan penuh integritas,” pungkasnya.(*)
Editor : Hanif