Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Musrenbang RKPD Kota Pontianak Butuh Kolaborasi untuk Selesaikan Proyek Strategis

Mirza Ahmad Muin • Selasa, 15 April 2025 | 10:07 WIB
MUSRENBANG: Musrenbang RKPD Kota Pontianak Tahun 2026 dan RPJMD Kota Pontianak Tahun 2025-2029. (ISTIMEWA)
MUSRENBANG: Musrenbang RKPD Kota Pontianak Tahun 2026 dan RPJMD Kota Pontianak Tahun 2025-2029. (ISTIMEWA)

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono minta pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat dapat berkolaborasi dalam upaya penuntasan berbagai proyek strategis di kota ini.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak


PONTIANAK POST - Mulai dari lanjutan pembangunan waterfront, pengembangan sistem pengolahan limbah domestik terpadu (SPALDT) sampai ke transformasi tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST).

“Kota Pontianak menghadapi tantangan besar dalam penyediaan infrastruktur yang memadai. Kami sangat mengharapkan dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, terutama melalui alokasi APBN,” ujar Edi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026, Senin (14/4).

Kata dia, beberapa program prioritas, seperti pengelolaan sanitasi dan persampahan melalui pengembangan sistem pengolahan limbah domestik terpadu (SPALDT) serta transformasi tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) sudah masuk sebagai program strategis untuk direalisasikan.

Belum lagi persoalan ketersediaan air baku menjadi perhatian serius Pemkot Pontianak. Selama ini, Pontianak mengandalkan Sungai Kapuas yang rawan intrusi air laut saat kemarau. Untuk itu, Edi berharap Pemprov Kalbar dapat memfasilitasi penyediaan air baku bagi PDAM di wilayah Kalbar, termasuk Kota Pontianak.

Dia juga minta dukungan lanjutan untuk pengembangan Waterfront City di tepian Sungai Kapuas. “Proyek ini bukan hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga meningkatkan daya tarik wisata dan investasi,” jelasnya.

Pengendalian banjir juga menjadi perhatian. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah mengusulkan pembangunan turap saluran primer 2025-2030 dan pengembangan sistem drainase melalui dukungan APBD Provinsi serta APBN. Termasuk drainase paralel di Jalan Ampera, Jalan Parit Cahaya Baru, dan Jalan Purnama, yang dinilai vital untuk mobilitas warga.

Usulan lain mencakup pembangunan sarana olahraga dan fasilitas pendidikan, termasuk Sekolah Rakyat dan SLB Negeri—karena saat ini Pontianak belum memiliki SLB Negeri. Selain itu, Wali Kota mendorong pembangunan jalan strategis seperti inner ring road dari Sungai Raya Dalam–Purnama II–Kota Baru dan Pal, serta jalan bebas hambatan Pontianak–Singkawang.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan sektor pariwisata, khususnya kawasan Tugu Khatulistiwa serta wisata berbasis budaya dan religi. Menurutnya, potensi wisata Pontianak dapat berdampak signifikan terhadap perekonomian jika didukung infrastruktur memadai.

“Musrenbang ini kami harapkan menjadi ruang diskusi konstruktif untuk menyepakati arah pembangunan Pontianak ke depan. Sinergi dan kolaborasi semua pihak adalah kunci untuk mewujudkan kota yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” katanya.

Sementara itu Gubernur Kalbar Ria Norsan, menyambut baik usulan Pemkot Pontianak. Menurutnya, Pontianak sebagai ibu kota provinsi merupakan wajah Kalbar.

“Saya tidak akan hitung-hitungan dalam memberi bantuan (untuk Pontianak), asalkan bisa meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” kata Norsan.(*)

Editor : Hanif
#apbd #sektor pariwisata #RKPD #tpst #SPALDT #Musrenbang #pembangunan waterfront #TPA #Edi Rusdi Kamtono #apbn