Komunitas Pemadam Kebakaran Mitra Khatulistiwa yang berada di Kecamatan Pontianak Selatan diharapkan semakin mempercepat penanganan kebakaran yang terjadi di Kota Pontianak. Semakin banyak damkar swasta, akan ikut berkontribusi dalam meminimalisir peristiwa kebakaran baik lahan dan bangunan
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
PONTIANAK POST - Banyak doa dan harapan ketika Komunitas Pemadam Kebakaran Mitra Khatulistiwa diresmikan, kemarin. Salah satu harapan dari damkar ini pasti mereka mampu melakukan tugasnya dengan cepat. Sehingga ketika kejadian kebakaran baik hutan, lahan dan bangunan damkar siap meminimalisir kejadian tersebut. Sehingga kerugian yang dirasakan masyarakat tidak terlalu besar. Demikian dikatakan Ketua Damkar Mitra Khatulistiwa Sugioto.
Dijelaskan dia, motivasi pendirian Damkar Mitra Khatulistiwa ini dengan melihat berbagai kejadian kebakaran di Kota Pontianak. Dengan berbekal niat dan tekad inilah, menjadikan Damkar Mitra Khatulistiwa berdiri.
Di Kecamatan Pontianak Selatan, tempat berdirinya damkar ini saja, kejadian kebakaran cukup sering terjadi. Pandangan dia, bangunan milik masyarakat cukup banyak yang berusia di atas 20 tahun. Kondisinya rentan dan mudah terbakar. Belum lagi kelistrikannya, ketika tidak dilakukan pengecekan berkala, maka ini bisa menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran bangunan.
Dalam upaya meminimalisir kejadian kebakaran, pihaknya juga memberi edukasi kepada masyarakat. Pengecekan listrik terutama. Lalu ketika mati lampu, lilin yang telah dihidupkan untuk selalu dipantau. Sebab kejadian kebakaran kerap terjadi diakibatkan karena kelalaian manusia.
Dia menceritakan, dalam penanganan kebakaran, pihaknya selalu berhadapan dengan berbagai tantangan. Salah satunya, masyarakat yang justru mengerumuni tempat kejadian kebakaran. Menurutnya, akibat ramainya masyarakat menonton kebakaran, justru membuat penanganan kebakaran semakin lamban. “Harusnya masyarakat tidak menjadikan kejadian kebakaran tontonan. Sebab ini akan menyulitkan kami ketika bekerja di lapangan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, dia juga mengapresiasi Wali Kota Pontianak yang memikirkan keselamatan teman-teman damkar swasta ketika bekerja di lapangan. Salah-satunya dengan mendaftarkan mereka di asuransi keselamatan kerja.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan berdirinya damkar swasta ini sebagai bentuk kepedulian masyarakat dalam membantu sesama. Apalagi keberadaan damkar sangat membantu Pemerintah Kota Pontianak dalam menangani bencana kebakaran dan lainnya.
"Harapan kita mudah-mudahan bisa terus ditingkatkan, baik dari peralatan maupun keterampilan sehingga bisa membantu warga kota kalau ada musibah kebakaran dan tidak hanya kebakaran tapi masalah-masalah lain juga," ujarnya usai meresmikan Damkar Mitra Khatulistiwa.
Menurutnya, Pemerintah Kota Pontianak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak akan membuat program pelatihan untuk pemadam kebakaran swasta, terutama bagi petugasnya.
“Tujuannya agar mereka lebih terampil dan profesional dalam menangani berbagai bencana,” ungkapnya.
Terkait bantuan peralatan, Pemerintah Kota Pontianak juga menyediakan program bantuan untuk damkar swasta untuk membantu meringankan tugas personil damkar.
“Bantuan peralatan,m misalnya pipa, alat keselamatan lainnya, kita memang ada program itu," tambahnya.
Selain itu, petugas pemadam kebakaran akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan oleh Pemerintah Kota Pontianak untuk menjamin kesejahteraan dan keselamatan mereka dalam bertugas.
Sementara itu, Ketua Damkar Mitra Khatulistiwa, Rico Sugioto menyebut, kehadiran damkar ini sebagai upaya mengurangi tingginya angka kebakaran yang terjadi di Kota Pontianak
"Kehadiran pemadam kebakaran di wilayah ini merupakan wujud perhatian kami atas tingginya angka kebakaran yang sering terjadi," terangnya.
Rico mengungkapkan bahwa meskipun masih tergolong baru, pemadam kebakaran ini telah menyiapkan beberapa unit peralatan pemadam. Ke depan, pihaknya akan melengkapi peralatan-peralatan yang diperlukan untuk mendukung tugas dalam menangani kebakaran.
"Saat ini kami menyiapkan satu unit kendaraan kecil, tiga unit alat portable dan satu unit lagi untuk kegiatan pemadam kebakaran di lokasi yang ramai dan sempit," tutupnya.(mir)
Editor : Hanif