Taman Budaya Kalimantan Barat dipenuhi warna-warni karya seni mural, dan lukisan yang memukau, selama akhir pekan kemarin. Ajang kreativitas yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar itu berhasil menarik perhatian publik, terutama karena melibatkan seniman dari berbagai usia, termasuk anak-anak usia dini.
IDIL AQSA AKBARY, Pontianak
KEPALA Disdikbud Kalbar, Rita Hastarita menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap para seniman lokal yang telah berpartisipasi. Ia menilai kualitas karya yang ditampilkan tidak kalah dengan daerah lain.
“Dari hasil lomba mural, dan lukis ini, terlihat jelas bahwa seniman Kalbar memiliki talenta luar biasa. Mereka mampu mengekspresikan nilai-nilai kebudayaan dengan cara yang menarik, dan penuh makna,” ujar Rita usai menyerahkan hadiah kepada para pemenang, Minggu (18/5).
Lomba tahun ini mengangkat tema kebudayaan. Peserta pun menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam berkarya. Mulai dari potret kekayaan alam Kalbar, keberagaman suku, hingga tokoh-tokoh budaya diangkat dalam berbagai bentuk visual yang sarat makna.
“Alhamdulillah, mereka menampilkan keberagaman budaya Kalbar dengan sangat apik. Karya-karya ini bukan hanya indah, tapi juga mengandung nilai tradisi dan makna yang dalam,” tambahnya.
Rita mengatakan, antusiasme peserta, dan kekuatan pesan dalam karya menjadi pertimbangan pihaknya untuk menjadikan lomba mural dan lukis sebagai agenda tahunan. Tak hanya itu, Disdikbud Kalbar juga menyiapkan rangkaian acara budaya lain sebagai pelengkap.
“Akan ada pertunjukan tari kreasi dari 14 kabupaten/kota, serta gelaran Semarak Taman Budaya yang tahun ini menjadi edisi perdana. Kami ingin menjadikan Taman Budaya sebagai ruang ekspresi kreatif bagi para seniman. Mari berkolaborasi, dan tumbuhkan semangat berkesenian di Kalbar,” ajaknya.
Seperti diketahui, acara itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Semarak Taman Budaya, Nyanyian Negeriku yang digagas oleh Disdikbud Kalbar. Minggu malam (16/5), Taman Budaya menjadi saksi semaraknya pentas kreativitas anak negeri, mempererat rasa persatuan dalam bingkai keberagaman budaya Kalbar.
Selain lomba seni rupa, acara puncaknya juga menghadirkan pertunjukan orkestra, dan hiburan lainnya untuk menghidupkan kembali fungsi Taman Budaya sebagai pusat aktivitas seni dan budaya.
Sebelumnya, sebanyak 12 tim yang terdiri dari pelajar dan seniman lokal meramaikan lomba mural bertema kebudayaan yang digelar di Taman Budaya. Kegiatan itu menjadi pembuka dari rangkaian acara Semarak Taman Budaya, Nyanyian Negeriku yang diinisiasi Disdikbud Kalbar.
Tak sekadar kompetisi, lomba ini menjadi ruang edukasi visual yang menyampaikan narasi keberagaman etnis, dan kearifan lokal Kalbar melalui karya mural di dinding panjang Taman Budaya.
“Kami ingin Taman budaya ini bukan hanya menjadi tempat pagelaran seni, tapi juga ruang edukasi visual yang bisa dinikmati semua kalangan. Mural-mural ini menjadi cerita tentang siapa kita sebagai masyarakat Kalbar,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalbar, Luh Gede Supryani.
Ia menambahkan, meski peserta tahun ini masih terbatas dari Pontianak dan sekitarnya, ke depan pihaknya akan memperluas cakupan lomba hingga tingkat provinsi, bahkan nasional. “Harapannya, lebih banyak seniman bisa berkontribusi dalam pelestarian budaya lewat karya mereka,” katanya.(bar)
Editor : Hanif