Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Daur Ulang Imajinasi: Pameran Seni "Sampah Plastik", Lahirkan Karya yang Bisa Bikin Bumi Tersenyum

Deny Hamdani • Kamis, 29 Mei 2025 | 18:07 WIB
Salah satu hasil karya seni
Salah satu hasil karya seni

Kota Pontianak, Kalimantan Barat menjadi panggung seni dengan pameran yang tidak biasa. Bukan hanya soal lukisan atau karya visual semata, tapi sebuah upaya menghidupkan kembali imajinasi sekaligus menyelamatkan bumi dari cengkeraman sampah plastik. Seperti apa persiapannya ?

Oleh: Deny


PONTIANAK POST - Pada 30 Mei hingga 7 Juni 2025, Hutan Kota Pendopo Gubernur Kalbar akan berubah menjadi ruang ekspresi seni yang hidup dan bernuansa lingkungan. Di tempat yang biasanya menjadi lokasi "nongkrong" santai warga Pontianak — Aming Coffee — akan digelar pameran seni bertajuk "Daur Ulang Imajinasi" oleh komunitas KOMPAK (Komunitas Pelaku Kreasi Anak Kalbar).

Tema ini lahir dari dua momentum penting yakni Bulan Menggambar Nasional dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 dengan tema internasional “Hentikan Polusi Plastik”. Sebuah kombinasi unik antara seni dan aksi nyata terhadap kelestarian bumi. Semuanya ingin menunjukkan bahwa seni bukan hanya alat ekspresi, tapi juga bisa jadi alat perubahan.

Menurut salah satu panitia, Daur Ulang Imajinasi adalah jawaban atas pertanyaan besar. Bagaimana cara generasi muda menyuarakan isu lingkungan tanpa harus kehilangan sisi kreatif mereka? Dan yang membedakan pameran ini dengan yang lain adalah penggunaan material daur ulang dalam setiap karya seni yang dipamerkan. Para seniman muda Kalbar didorong untuk menggunakan limbah plastik, kertas bekas, kayu rusak, atau benda-benda yang biasanya terbuang begitu saja.

Mungkin saja nantinya ada patung burung enggang dari botol plastik, lukisan yang dibuat di atas kardus bekas, hingga instalasi rumah tradisional adat yang disusun dari sedotan plastik tak terpakai. Semua karya itu tak hanya indah, tapi juga punya cerita yang ingin didengarkan. Semuanya mengajak penonton melihat sampah bukan sebagai masalah, tapi sebagai potensi.

Lokasi penyelenggaraan pun sengaja dipilih agar pesan lingkungan benar-benar tersampaikan. Berlangsung di Hutan Kota Pendopo Gubernur Kalbar, suasana pameran akan dipadukan dengan nuansa hijau, angin segar, dan suara burung di pagi hari. Selain pameran seni visual, rangkaian acara juga mencakup workshop daur ulang, sesi diskusi lingkungan, demo seni langsung, serta lomba menggambar untuk anak-anak dengan tema lingkungan. Maksudnya adalah semua kalangan dapat merasakan seni, sekaligus belajar menjaga bumi.

Daur Ulang Imajinasi, bukan sekadar pameran seni. Ini adalah gerakan kesadaran. Semuanya mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih peduli pada lingkungan sekaligus percaya bahwa kreativitas bisa tumbuh bahkan dari hal-hal yang dianggap tak berguna.

Acara ini terbuka untuk umum dan gratis. Pengunjung diajak untuk membawa satu barang bekas sebagai tiket masuk, yang kemudian akan diolah dalam sesi workshop selama pameran berlangsung.

Di tengah gempuran polusi plastik dan krisis lingkungan global, Daur Ulang Imajinasi hadir sebagai angin segar. Pameran ini jadi bukti bahwa seni bisa menjadi media menginspirasi, mengedukasi, dan menggerakkan perubahan. Siapkah Anda melihat dunia dari sudut pandang baru ? Datanglah ke Hutan Kota Pendopo Gubernur Kalbar, Aming Coffee. Karena kali ini, seni bukan hanya bicara tentang rupa — tapi juga tentang masa depan kita bersama.

 

 

60 Karya dari Tangan-Tangan Penuh Imajinasi

Yang membedakan pameran ini dengan yang lain adalah bahan utama pembentuknya: sampah daur ulang . Dalam pameran ini, lebih dari 50 seniman muda Kalbar berkolaborasi menciptakan 60 karya seni visual yang menakjubkan, dibuat sepenuhnya atau sebagian besar dari barang bekas seperti plastik, kardus, kain perca, kayu rusak, bahkan sedotan bekas minuman.

Lokasi penyelenggaraan juga dipilih dengan pertimbangan filosofis, agar karya seni tak hanya dinikmati oleh mata, tapi juga menyatu dengan alam. Pameran akan berlangsung di Hutan Kota Pendopo Gubernur Kalbar , sebuah ruang hijau yang selama ini menjadi paru-paru kota Pontianak.

Suara angin berdesir, dedaunan melambai, dan sinar matahari yang menyelinap di antara pepohonan akan menjadi nuansa setiap langkah pengunjung di pameran ini. Sebuah pengalaman seni yang tak hanya visual, tapi juga sensorik. "Kami ingin semua orang merasa bagian dari gerakan ini. Bukan hanya penonton, tapi pelaku perubahan,” kata salah salah seniman muda yang kabarnya ikut ambil bagian.(*)

Editor : Hanif
#daur ulang #imajinasi #Karya Visual #kota pontianak #sampah plastik #karya seni #hutan #lukisan