Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Art Borneo 2025: Suara Lintas Batas dari Seniman Tiga Negara Pulau Borneo

Siti Sulbiyah Kurniasih • Selasa, 24 Juni 2025 | 10:14 WIB
MENIKMATI: Sejumlah pengunjung tampak mengambil foto bersama karya seni yang ditampilkan dalam Kegiatan Art Borneo 2025.
MENIKMATI: Sejumlah pengunjung tampak mengambil foto bersama karya seni yang ditampilkan dalam Kegiatan Art Borneo 2025.

Puluhan orang tampak memadati Aula Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat Minggu (22/6) sore. Mereka tengah menikmati beragam karya seni rupa dalam pameran internasional bertajuk Art Borneo. Pameran ini menghadirkan karya seniman dari tiga negara yang berada di Pulau Borneo: Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

SITI SULBIYAH, Pontianak


PONTIANAK POST - Antusiasme pengunjung tampak tinggi. Mereka bahkan turut mengantri untuk masuk ke ruangan. Di dalam ruangan, para pengunjung menikmati karya yang mencakup lukisan, gambar, instalasi, hingga video art. Tak sedikit yang mengabadikan momen bersama karya-karya tersebut.

Salah satu karya yang dihadirkan datang dari seniman muda, Muhammad Ozi Trianda. Ia menampilkan instalasi interaktif. Instalasi ini menggambarkan hutan terbakar di bagian luarnya, sementara di bagian dalam menampilkan hutan yang masih asri lengkap dengan tanaman dan hewan endemik Kalimantan yang dibuat dari clay (tanah liat buatan).

“Kenapa membuat ini? karena di Kalimantan Barat bencana kebakaran terjadi setiap tahun. Ini berdampak negatif kepada aku. Dulu tidak asma tetapi karena bencana ini aku jadi asma," ujar Ozi.

Lapisan luar instalasi Ozi dihiasi kertas-kertas yang ditempel berisi potongan berita tentang kerusakan lingkungan, khususnya kebakaran hutan yang terjadi sejak 2014 hingga kini. Dalam karyanya. ia mengibaratkan pohon-pohon sebagai nadi dunia. 

“Satu nadi putus, bakal berpengaruh ke nadi lainnya,” katanya.

Instalasi tersebut juga dilengkapi audio yang menghadirkan suasana hutan, lengkap dengan suara serta visual hewan endemik seperti orang utan dan burung enggang.

Tahun ini Art Borneo Mengusung tema utama "Bala Dingan", yang berarti "Teman Seperjalanan" yang pameran ini menampilkan karya dari 32 seniman asal Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Karya ini dipilih secara kuratorial oleh tiga kurator kawasan yakni M. Faozi Yunanda dari Indonesia, Catriona Maddock dari Malaysia, dan Elroy Rahmantan dari Brunei Darussalam. 

Kurator Indonesia, Faozi menyebut subtema pameran ini adalah  “Rhizome dan Interkoneksi”, yang menekankan pentingnya keterhubungan lintas batas yang tidak linear dalam praktik seni dan kehidupan sosial-ekologis.

“Pameran ini menjadi semacam rhizome, atau akar yang menyebar tanpa hierarki, yang menggambarkan bagaimana koneksi budaya, ekologis, dan spiritual di kawasan Borneo terbentuk dan terus tumbuh bersama,” katanya.

Lebih dari pameran, ia menilai pemeran ini merupakan bentuk respons terhadap krisis lingkungan yang melanda wilayah ini. Pameran ini juga menjadi upaya memperkuat keterhubungan antarwilayah Borneo yang meski berbeda secara geografis, tetap satu secara ekologi dan budaya.

Kurator pameran, Muhammad Faozi Yunanda, menyebutkan bahwa Art Borneo 2025 menampilkan total 32 karya seni. Dari jumlah tersebut, 20 karya berasal dari Indonesia, dan enam masing-masing dari Malaysia, dan Brunei Darussalam.

“Mulai dari seni rupa, lukisan, instalasi, video art, hingga film kami hadirkan dalam pameran ini,” jelas Faozi.

Pameran Art Borneo berlangsung pada 20–28 Juni 2025 di Gedung Aula Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, dan terbuka untuk umum. Director of Art Borneo , Annisa Fitri Yusuf menambahkan selain pameran seni juga dimeriahkan oleh berbagai kegiatan lainnya seperti diskusi terbuka, pertunjukan, dan lokakarya yang melibatkan komunitas budaya dari berbagai penjuru Borneo.

“Jadi bukan hanya pameran, tetapi ada juga workshop, diskusi kesenian, dan lain sebagainya,” tuturnya.  Dia pun berharap agenda ini dapat dilakukan rutin setiap tahunnya dan terus menjadi koneksi antar negara.(*)

Editor : Hanif
#pameran #kalbar #Art Borneo 2025 #seniman indonesia #clay #karya seni #lokakarya #Brunei #lukisan #Borneo #malaysia