Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Agen JNE Tembus Rimbunnya Kebun Sawit di Kalimantan Barat

Mirza Ahmad Muin • Rabu, 25 Juni 2025 | 18:23 WIB

Pekerja menerima paket yang diambil di Agen JNE di wilayah perkebunan di Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, 10 Juni 2025. (Mirza Ahmad Muin)
Pekerja menerima paket yang diambil di Agen JNE di wilayah perkebunan di Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, 10 Juni 2025. (Mirza Ahmad Muin)

Wajah Jery sumringah saat menimang paket berbungkus bubble wrap yang telah berpindah tangan dari penjaga di Agen JNE di kawasan kebun sawit PT Andes Agro Investama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Beberapa bulan silam, sebelum Agen JNE ini hadir disini, kiriman barang bagi Jery adalah urusan rumit yang tak selalu bisa ia tangani sendiri. Saban kali hendak menerima atau mengirim sesuatu, ia mesti menimbang waktu, tenaga, dan ongkos yang tak sedikit

Mirza Ahmad Muin, Ketapang


PONTIANAK POST - Jika tubuhnya terikat pada pekerjaan di kebun, kadang dia meminta bantuan pada pihak ketiga, demi sekadar menjemput atau mengantar barang ke pusat kota Ketapang, yang jauhnya tak hanya sekedar angka di peta, tapi juga peluh di badan. Jaraknya bisa menghabiskan waktu 2-3 jam tergantung pada kondisi jalan. Belum lagi akses jalan yang dilalui sebagian masih tanah kuning. Kalau hujan berlumpur.

“Kadang saya titip orang, tapi biayanya besar, tergantung besar dan berat barang,” tutur Jery kepada Pontianak Post, (10/6).

Namun ketika ada waktu, kadang dia turun langsung ke kota untuk mengambil barang atau mengirim barang. Tetapi itu jarang dilakukannya. Karena jika keseringan justru membuat gaji yang diterima di perkebunan sawit akan habis begitu saja. Sehingga dia tak bisa menyisihkan gaji untuk ditabung.

Proses pengiriman barang di agen JNE daerah perkebunan sawit.
Proses pengiriman barang di agen JNE daerah perkebunan sawit.

Semenjak ada agen JNE di area kebun sawit pada Mei 2025 lalu, dia dan teman-teman pekerja kebun sawit yang biasa berkirim atau mengambil paketan barang tak mesti mengeluarkan biaya besar lagi. Kini barang-barang tersebut sudah bisa diambil di Agen JNE area kebun sawit.  

Dia pun berharap, ke depan semakin banyak kemudahan dalam berkirim dan menerima paketan ini. Seperti waktu yang bisa cepat ketika menerima kiriman barang. Sebab aktivitas transaksi barang ini perputaran ekonominya cukup besar. Para pekerja ini berasal dari banyak wilayah. Sehingga potensi untuk berkirim dan menerima barang juga semakin tinggi. “Kalau saya pribadi malah rutin membeli barang online. Mulai dari alat kebutuhan olahraga, aksesoris handphone sampai suplemen,” ujarnya.

Hadirkan Kemudahan

Kisah Jery, Karyawan Biogas di area kebun sawit ini merupakan satu dari ratusan  pekerja lainnya yang merasakan denyut perubahan itu. Keberadaan agen JNE di kebun sawit ini menjadi jembatan antara yang jauh dan yang dekat.

Adi Riyanto merupakan satu dari 18 Agen JNE di area Perkebunan sawit milik PT Cargill. Adi menuturkan sebagai agen dia sekarang bisa membantu para pekerja kebun sawit baik untuk kebutuhan perusahaan dan perorangan. Kalau dulu, dia dan teman-teman pekerja mesti jauh-jauh ke daerah Ketapang untuk ambil dan mengirim paketan.

Sekarang tidak lagi, sebab JNE sudah masuk ke wilayah kebun sawit ini. Seperti semangat JNE yaitu connecting happiness atau mengantarkan kebahagiaan di manapun konsumen berada, bahkan di dalam kebun sawit sekalipun.

Baca Juga: PLN untuk Rakyat Perkuat SDM Teknik Melalui Akademi Yantek di Ketapang

“Dengan menjadi Agen JNE terasa sekali dampaknya bagi pekerja di kebun sawit yang jauh dari kota,” ungkapnya.

Agen JNE menjadi jembatan yang menghubungkan para pekerja dengan keluarga, belanja daring, atau keperluan administrasi perusahaan.

Hal ini diakui Support Staf PT Cargill Eko Ismail yang menceritakan, dengan keberadaan agen JNE di wilayah perkebunan sawit maka pihaknya merasa terbantu terutama akses untuk pengiriman dan pengambilan barang paketan pekerja di kebun sawit jadi semakin mudah.

Dia menuturkan, sebelum ada agen JNE, teman-teman pekerja sawit mesti pandai-pandai menyisihkan waktu luangnya untuk pergi ke kota membeli keperluan barang yang dibutuhkan. Dia mencontohkan, untuk membeli susu bayi yang tidak ada dijual di kebun mereka harus ke kota. Harga susu semisal Rp 250 ribu per kotak, kemudian para pekerja harus menyediakan biaya BBM kendaraan. “Jika ditotal ini biayanya besar,” ujarnya.

Belum lagi medan perjalanan menuju kota, mereka harus melalui jalan perusahaan yang aktivitas truk begitu padat. Ini berisiko tinggi. “Kalau satu bulan sekali belanja tidak masalah. Namun jika sering turun ke kota bagaimana mereka mau menabung di sini,” tuturnya.

Baca Juga: HWPL Serukan Penghentian Konflik Kekerasan Israel-Iran: Dorong Solusi Damai Melalui Dialog

Alternatifnya pekerja sawit membeli barang online. Namun kendalanya, barang yang datang lama. Meski begitu, ini menjadi solusi para pekerja sawit sebelum adanya agen JNE di sini, yaitu mereka meminta kurir freelance mengambil barang di ekspedisi dengan menunjukkan nomor resinya. Kemudian barang tersebut diantarkan kurir dengan biaya tambahan, tergantung dari berat dari barang tersebut.

Dengan demikian, para pekerja kebun mesti menambah uang untuk biaya transportasi kurir hingga ke kebun sawit. “Ini sebetulnya wajar. Namun mereka menjadi sulit untuk berhemat. Makanya saya berinisiasif untuk bekerja sama membentuk agen JNE di wilayah PT Cargill ini, tujuannya untuk mempermudah karyawan dalam berkirim dan mengambil barang dan pastinya untuk menghemat biaya,” ungkapnya.

Dengan begitu, para pekerja dapat memiliki waktu untuk beristirahat. Mereka tak perlu lagi keluar jauh untuk mengambil paketan. Sekarang beberapa titik di wilayah Perkebunan PT Cargill sudah memiliki agen JNE. Pekerja sudah bisa menghemat waktu. Mereka juga bisa beristirahat. Paling penting uang mereka bisa ditabung. Ke depan dia juga akan terus memperbanyak titik agen JNE diseluruh wilayah PT Cargill.

Inovasi Layanan

Alasan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE berinovasi dalam melayani masyarakat secara luas dengan melihat potensi ekonomi dan kondisi geografis patut diapresiasi. Pasalnya jika melihat data, Kalimantan Barat merupakan provinsi dengan perkebunan kelapa sawit terluas kedua di Indonesia setelah Riau. Berdasarkan data dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalbar saat ini tercatat luasan lahan sawit mencapai 2,1 juta hektare, dengan jumlah produksi sawit mencapai 7,16 juta ton per tahunnya.

Industri kelapa sawit pun mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 500 ribu jiwa. Kelapa sawit adalah sektor unggulan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Barat. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat menyebutkan pertumbuhan ekonomi di Kalbar pada triwulan III tahun 2023 mencapai lebih dari 4 persen, dan sektor kelapa sawit mendominasi pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 20,27 persen. Kabupaten Ketapang menjadi kabupaten di Kalimantan Barat yang memiliki kebun sawit terluas.

Baca Juga: Aspelindo Soroti Dugaan Maraknya Oli Palsu di Kalbar: Konsumen Diminta Lebih Waspada

Manager Sales and Marketing JNE Pontianak Dery Prayogi menjelaskan jika program penempatan agen JNE di lokasi Perkebunan sawit milik PT Cargill di Kabupaten Ketapang merupakan salah satu inovasi JNE Pontianak. Baru diluncurkan pada bulan Mei 2025 lalu. Tujuan kerjasamanya, untuk memberikan kenyamanan dan ketepatan waktu dalam pengiriman barang. Baik barang yang dipesan ataupun barang yang akan dikirimkan oleh para pekerja sawit ke daerah Ketapang atau luar Kalimantan.

Selama ini, kata dia untuk pengiriman barang baik barang yang akan datang dan keluar, teman-teman pekerja sawit PT Cargill mesti mengeluarkan biaya besar. Sebab mereka harus turun ke Kabupaten Ketapang untuk berkirim atau mengambil barang. “Cerita ini saya dengar dari salah satu teman sebelum kerjasama ini dilakukan. Dari keluhan itu, saya berpikir bagaimana caranya agar bisa menempatkan agen JNE di kebun sawit (PT Cargill),” katanya kepada Pontianak Post, (10/6).

Dia menuturkan, dari Kabupaten Ketapang ke wilayah Perkebunan sawit milik PT Cargill butuh waktu berjam-jam. Selain lokasinya jauh, biaya transportasi dari kebun ke Kabupaten Ketapang cukup besar. Ini juga menjadi beban pihak perusahaan terlebih jika volume aktivitas berkirim barang tinggi. Selain ongkos Bahan Bakar Minyak (BBM) besar, para pekerja sawit mesti meninggalkan pekerjaan hanya untuk mengirim atau mengambil barang di Ketapang.

Belum lagi kondisi infrastruktur jalan perkebunan ke Ketapang ketika musim hujan. Akan sulit dilalui. Mobil bertenaga gardan kadang juga terpaksa menginap di jalan tanah kuning berlumpur. Jika sudah begini, selain hilangnya waktu bekerja para pekerja sawit, terdapat banyak kerugian lain baik bagi perusahaan dan pekerja itu sendiri.

Upaya untuk menempatkan agen JNE di perkebunan sawit milik PT Cargill itu pun langsung disambut baik. Hal itu dikatakan Dery usai bertemu dengan perwakilan PT Cargill beberapa pekan ke depan pasca mendengar keluhan pekerja sawit yang mesti bersusah payah untuk mengirim dan mengambil barang paketan di Ketapang. Dari hasil pertemuan dengan perwakilan PT Cargill, Derry menjelaskan fungsi penempatan agen JNE di sana. Yaitu untuk memudahkan pekerja dalam pengiriman dan penerimaan barang. Dengan adanya agen JNE, mereka tidak harus ke kota untuk mengirim dan mengambil barang paketan.

Baca Juga: Inul Daratista Ungkap Kondisi Adam Suseno: Sudah Bisa Duduk, Tapi Masih Lemah

Kemudian pendirian agen JNE di kebun sawit ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Bahkan oleh tenaga kerja di PT Cargill sekalipun bisa menjadi agen. Syarat menjadi agen juga tidak sulit.

Di antaranya syarat yang harus dilengkapi yaitu persyaratan administrasi umum: mengisi formulir Sales Counter Registration Form (SCRF), fotocopy (fc) KTP pemohon (1 lembar), foto 4×6 (1 lembar), Fc rekening koran 3 bulan terakhir, Bukti kepemilikan lokasi usaha (Sertifikat, AJB, atau perjanjian sewa), SKDU (Surat Keterangan Domisili Usaha), jika domisili usaha berbeda, Fc HO dan bukti PBB tahun terakhir, Foto dan denah lokasi. Selanjutnya untuk biaya administratif: pembayaran perlengkapan sales dan deposit.

Untuk persyaratan Administrasi Khusus bagi perorangan yaitu Fc KK dan NPWP pribadi.  Sementara untuk Badan usaha (PT/CV): Akta pendirian dan pengesahan, KTP direktur/pengurus, SIUP, TDP, NPWP perusahaan, SKDP.

Jika syarat semuanya ada, mereka bisa menjadi Agen JNE dan bisa beroperasi dalam melayani pengiriman dan penerimaan barang.

PT Cargill kata Dery memiliki wilayah yang cukup luas. Bahkan perusahaan ini lokasinya hingga di Kecamatan Manis Mata yang berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Tengah.

Baca Juga: Cara Mengenali Pria yang Bisa Dipercaya Menurut Psikologi: 3 Tanda yang Patut Kamu Perhatikan

Di tahap pertama, bulan Mei 2025 lalu, program ini sudah berjalan. Wilayah agen itu terdapat di Kecamatan Kendawangan dan Singkup. Total terdapat 18 agen JNE yang beroperasi di wilayah perusahaan sawit PT Cargill ini. Ke 18 agen ini merupakan pekerja dari perusahaan sawit tersebut.

Berdasar data pengiriman ke dua daerah itu, angkanya cukup tinggi. Dari Bulan Januari hingga Juni untuk daerah Kendawangan terdapat 8.171 resi dengan berat kiriman mencapai 9.988 kg. Kemudian untuk daerah Singkup sebanyak 5.387 resi dan berat kiriman mencapai 6.296 kg. Jika ditotal terdapat 13.558 resi dan berat total mencapai 16.284 kg.

“Ke depan kami akan memperluas wilayah jangkauan agen JNE di wilayah Perkebunan PT Cargill ini. Target kami hingga di Kecamatan Manis Mata,” katanya.(*)

 

#JNE #ConnectingHappiness #JNE34SatSet #JNE34Tahun #JNEContentCompetition2025 #JNEInspirasiTanpaBatas

Editor : Hanif
#JNE34Tahun #jne #JNEInspirasiTanpaBatas #JNE34SatSet #JNEContentCompetition2025 #Connecting Happiness