Rumah kemasan berada di lantai dua Pasar Kemuning. Pelaku UMKM bisa melakukan perbaikan desain dan kemasan produk. Rumah kemasan kini bisa menjadi solusi bagi pelaku UMKM baru yang ingin mendesain kemasan produk agar semakin menarik
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
PONTIANAK POST - Rumah kemasan baru saja diresmikan oleh Wali Kota Pontianak beberapa hari lalu. Bertempat di Lantai Dua Pasar Kemuning, keberadaan rumah kemasan ini dihadirkan sebagai upaya Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Pontianak untuk meningkatkan kualitas kemasan produk UMKM baru.
Sebagai keberpihakan Pemkot Pontianak untuk memajukan sektor UMKM, maka diberikanlah pelayanan gratis bagi pelaku UMKM baru yang ingin mendesain kemasan produknya. Di sana petugas akan membantu mendesaikan produk UMKM agar lebih menarik.
Tenaga Pendamping rumah kemasan Danang menjelaskan, proses pelayanan di rumah kemasan dimulai dengan mendaftarkan secara daring melalui situs pakontis.pontianak.go.id, dilanjutkan survei oleh tim teknis. Produk yang akan dikemas wajib memiliki sertifikasi halal, izin pangan industri rumah tangga (PIRT), dan izin kesehatan.
“UMKM mendaftar secara daring, kemudian kami bantu desain kemasannya sesuai jenis produk apakah cair, kering, atau semi basah. Kalau produk kering, biasanya pakai alumunium foil. Kalau semi basah, kami sediakan bahan nilon,” jelasnya kepada Pontianak Post.
Danang melanjutkan, tenaga pendamping rumah kemasan, tempat ini dilengkapi berbagai peralatan dasar pengemasan. Dalam satu hari, kapasitas produksinya mencapai 7.000 kemasan.
“Misalnya sablon gelas atau sablon meja datar, jika kita mulai pukul 08.00 hingga 17.00 secara efektif, bisa menghasilkan sekitar 7.000 kemasan. Artinya, dalam satu jam bisa mencapai 1.000 kemasan,” jelasnya.
Peralatan yang tersedia mencakup mesin sablon cup untuk media lengkung seperti gelas, sablon meja datar untuk kain, plastik, atau kertas, serta continuous sealer with gas guna mengisi udara ke dalam kemasan agar produk lebih tahan lama.
Selain itu, tersedia pula spinner untuk meniriskan minyak dari produk, hand sealer, peralatan desain grafis, printer, mesin laminasi, mesin jahit karung, alat rekam film sablon, mesin segel botol, hingga pengering film.
“Di sini kita produksi kemasan standar UMKM. Misalnya, jika sebelumnya UMKM hanya memakai kantong polipropilena satu lapis, kini bisa menggunakan alumunium foil tiga lapis. Lapisan ini saling menutup pori sehingga udara di dalam tidak keluar, dan dari luar tidak bisa masuk,” paparnya.(*)
Editor : Hanif