Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Menikmati Tempat-tempat Wisata di Mempawah: Liburan Murah yang Tak Sekadar Mampir, Tapi Mengendap di Hati

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Senin, 30 Juni 2025 | 08:25 WIB

 

 

DAYA TARIK: Makam Opu Daeng Manambon, salah satu cagar budaya di Mempawah. Makam bersejarah ini menjadi salah satu destinasi kunjungan wisata.
DAYA TARIK: Makam Opu Daeng Manambon, salah satu cagar budaya di Mempawah. Makam bersejarah ini menjadi salah satu destinasi kunjungan wisata.

Tak semua liburan harus mahal untuk menjadi berkesan. Kadang, tempat yang jarang dilirik justru menyimpan kejutan yang tak terlupakan. Seperti Mempawah; tenang, bersahaja, dan diam-diam memesona.

Wahyu Ismir, Mempawah


PONTIANAK POST - Long weekend pada libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, Jumat 27 Juni 2025, jadi kesempatan langka untuk rehat dari rutinitas. Saat kebanyakan warga Pontianak berbondong-bondong ke Singkawang, salah satu warga Pontianak, Taufik, memilih arah sebaliknya, menuju Kabupaten Mempawah.

Bukan tanpa alasan bagi pria berkacamata yang juga Direktur Utama Pontianak Post tersebut, membawa keluarga berwisata ke Mempawah. Di tengah hiruk pikuk destinasi wisata yang makin padat, Mempawah menawarkan sesuatu yang berbeda: ketenangan, keramahan, dan nuansa alami yang masih perawan. Berikut jurnal perjalanan Salman Busrah selama menapaki bumi Galaherang :

 

Jungkat Beach: Simfoni Muara dan Angin Laut

Perjalanan dimulai sekitar pukul sembilan pagi. Salman dan keluarga meluncur menuju Pantai Jungkat, tempat di mana Sungai Kapuas yang perkasa bertemu Laut Natuna. Di sini, muara dan pantai bersatu dalam harmoni. Kapal nelayan berlalu-lalang, dan angin laut membelai lembut wajah yang rindu liburan.

Di bawah pohon beringin yang teduh, dirinya menikmati waktu. Anak-anak bermain bebek kayuh, sementara Salman menyeruput kelapa muda dan mengunyah jagung bakar. Tak ada musik keras, tak ada antrean panjang, hanya gelak tawa dan desiran angin.

 

Pengkang Legendaris: Rasa yang Tak Pernah Bohong

Siang mulai merambat. Dia melanjutkan perjalanan ke Rumah Makan Pengkang, tempat yang sudah eksis sejak 1950-an. Menu andalannya: pengkang—ketan bakar isi ebi—dipadu sambal kepah yang menggigit. Menurutnya makan di sini bukan sekadar mengisi perut, tapi juga menyesap sejarah rasa yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dengan perut kenyang dan hati hangat, dia dan keluarga melaju menuju Sungai Pinyuh. Kota kecil ini seperti jeda dalam simfoni kehidupan. Mereka pun berhenti sejenak, ngopi dan mencicipi jajanan pasar. Damai, santai, dan menyegarkan jiwa.

 

Bandar Mempawah: Hutan Bakau dan Oase Rahasia

Tujuan berikutnya: Rest Area Bandar Mempawah, pintu masuk ke kawasan ekowisata hutan mangrove. Sebuah kafe terbuka menyambut rombongan. Meja-meja kayu menghadap ke laut, menyajikan pemandangan yang meluruhkan penat.

Anak-anak bermain air di kolam pemandian dan wahana kecil. Mereka menyusuri jembatan kayu yang menembus hutan bakau, sambil menikmati aroma laut dan nyanyian alam. Ini bukan taman hiburan buatan, ini taman jiwa yang tumbuh dari kesederhanaan.

 

Sebukit Rama: Menapak Jejak Ulama dan Sejarah

Usai istirahat, perjalanan dilanjutkan ke Sebukit Rama, tempat bersemayamnya Opu Daeng Manambon, tokoh Bugis penyebar Islam dan pendiri tatanan pemerintahan Mempawah berbasis syariah.

Untuk mencapai makamnya, pengunjung harus mendaki 256 anak tangga. Tapi setiap langkah terasa ringan, karena di puncaknya, kita tak hanya disuguhi panorama, tapi juga ketenangan spiritual.

Dari sana, Salman menyempatkan diri mengunjungi Keraton Amantubillah, istana megah peninggalan Kesultanan Mempawah, dan Makam Habib Husein, seorang habaib dari Hadramaut yang tak lain adalah ayah dari Syarif Abdurrahman Alkadrie, pendiri Pontianak.

 

Pulang Membawa Cerita

Senja mulai turun saat mereka kembali ke Pontianak. Tapi Mempawah belum benar-benar pergi. Jejaknya tinggal dalam ingatan, dalam rasa, dalam makna. Tempat ini bukan sekadar persinggahan; ia adalah pengingat bahwa keindahan tak selalu bersuara keras.

Murah, dekat, dan tak terduga. Mempawah mungkin luput dari sorotan, tapi justru di situlah ia menyentuh hati. Sebuah tempat di mana liburan menjadi lebih dari sekadar jalan-jalan, namun menjadi kisah yang tak terlupakan. (*)

Editor : Hanif
#mempawah #liburan #MEMESONA #Tenang #wisata murah #pencari ketenangan #pengalaman liburan