Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kisah Aban dan Uluran Tangan Komunitas di Sungai Pinyuh, Dari Rumah Tak Layak Huni ke Harapan Baru

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Senin, 30 Juni 2025 | 13:13 WIB
BAKSOS: Komunitas motor King Rattle Korwil Sungai Pinyuh melaksanakan baksos dengan memberikan bantuan kepada Aban, warga yang memperoleh bantuan bedah RLTH dari Polsek.
BAKSOS: Komunitas motor King Rattle Korwil Sungai Pinyuh melaksanakan baksos dengan memberikan bantuan kepada Aban, warga yang memperoleh bantuan bedah RLTH dari Polsek.

KETIKA mentari pagi baru menyapu langit Sungai Pinyuh, Aban sudah lebih dulu terjaga. Dengan langkah pelan namun mantap, pria 44 tahun itu membersihkan Kantor Polsek Sungai Pinyuh. Pekerjaan yang dilakoninya sejak lama, dari pukul 6 hingga 8 pagi, sebelum kemudian beralih menjadi buruh di kebun sawit milik warga.

Wahyu Ismir, Sungai Pinyuh


PONTIANAK POST - Tapi di Juni ini, kondisi itu terlihat berbeda. Aban tak hanya menerima senyuman ramah dari para polisi yang biasa ia bantu, tetapi juga sebuah bentuk kepedulian nyata berupa program bedah rumah miliknya yang sudah tidak layak huni. Tak hanya sampai disitu, dari komunitas motor King Rattle Korwil Sungai Pinyuh, bantuan sosial berupa kasur, bantal, sembako, hingga pintu WC ikut tersalurkan untuk dirinya.

“Saya sampai terharu. Tidak nyangka ada pihak luar yang begitu peduli walau kondisi saya begini,” ucap Aban, matanya berkaca-kaca.

Aban, warga RT.003 RW.002 Desa Sungai Rasau, tinggal bersama dua anaknya di rumah berukuran 4x5 meter yang dibangunnya sendiri pada 2021. Rumah itu berdiri di atas tanah pinjaman milik abang sepupunya, tanpa listrik, tanpa kamar mandi, dan berdinding kayu rapuh serta atap dari daun.

Namun keberuntungannya mulai berubah ketika Polsek Sungai Pinyuh, melalui program bedah rumah yang diinisiasi dalam rangka HUT ke-79 Bhayangkara, datang menawarkan bantuan. Rumah barunya kini tengah dibangun secara gotong royong oleh tetangga dan relawan, berdiri di atas tanah milik pribadinya yang tak jauh dari lokasi rumah lama.

“Pembangunannya dilakukan ramai-ramai. Tetangga, kenalan, semua ikut bantu. Ini seperti mimpi,” tutur Aban dengan senyum yang kini mulai sering muncul di wajahnya.

Apa yang diterima Aban bukan sekadar barang, tapi juga bentuk kehadiran dan perhatian, bahwa ia tidak sendiri. Kini, di lahan kecil miliknya yang dikelilingi semak dan pepohonan, sebuah rumah ukuran 6x6 meter tengah dibangun. Dua kamar, WC, dan harapan baru yang mulai tumbuh dari tanah yang dulunya hanya diinjak dengan sandal usang.

“Semoga semua kebaikan ini dibalas Allah. Saya tidak bisa membalas apa-apa selain doa,” ucap Aban, menatap rumah barunya yang perlahan berdiri di hadapan mata.

Di balik pembangunan ini, terselip kepedulian seorang Bhabinkamtibmas yang mengenal Aban dengan baik dan mengusulkan namanya kepada Polsek. AKP Setyadi, Kapolsek Sungai Pinyuh, menuturkan bahwa kondisi rumah Aban memang tak layak huni.

“Bangunannya beratapkan daun, berdinding kayu, tak ada WC, tak ada listrik. Maka kami tindak lanjuti usulan itu, dan ternyata faktanya memang butuh bantuan segera,” jelas Setyadi.

Bantuan pun mengalir, bukan hanya dari kepolisian, tapi juga dari komunitas dan warga. Salah satunya, King Rattle, komunitas otomotif yang dikenal gemar touring, namun tak lupa berbagi.

Ketua King Rattle Korwil Sungai Pinyuh, M. Hafidz, atau yang akrab disapa Usu, mengatakan bahwa gerakan sosial ini terinspirasi dari video kunjungan Polsek ke rumah Aban yang menyentuh hati mereka.

“Banyak yang hanya lihat motor dan atribut kami. Tapi kami juga punya program sosial. Semua bantuan ini hasil urunan dari sekitar 60 anggota kami,” ujar Usu. (*)

Editor : Hanif
#HUT Ke 79 Bhayangkara #bantuan #Petugas kebersihan #sembako #Sungai Pinyuh #bantuan bedah RTLH