Kolaborasi Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Pontianak, Perhimpunan Ahli Bedah Mulut Indonesia (PABMI) Kalimantan Barat, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso melahirkan kegiatan ilmiah sekaligus praktik langsung dalam bidang bedah mulut dan wajah.
IDIL AQSA AKBARY, Pontianak
PONTIANAK POST - Kegiatan bertajuk “Orthognathic Surgery and Orbita Surgery” itu digelar dengan menggabungkan seminar dan hands-on surgery di Kota Pontianak, Sabtu (27/7).
Fokus kegiatannya adalah memperkenalkan teknik bedah orthognathic, yakni pembedahan untuk memperbaiki hubungan rahang atas dan bawah, serta operasi orbita yang menyasar area sekitar tulang mata, terutama pascatrauma.
“Orthognathic surgery biasanya dilakukan untuk memperbaiki ketidakseimbangan gigitan rahang atas dan bawah. Ini berdampak bukan hanya pada fungsi mengunyah, tapi juga estetika wajah,” ujar Ketua PDGI Wilayah Kalbar, Hary Agung Tjahyadi.
Adapun orbita surgery, lanjutnya, ditujukan untuk menangani gangguan atau cedera di sekitar tulang wajah bawah mata yang memerlukan tindakan bedah lanjut. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan juga operasi orthognathic secara langsung oleh dokter-dokter bedah mulut RSUD Soedarso. Beberapa peserta hands-on berasal dari luar daerah, termasuk Jakarta dan Malang.
“Ini bentuk nyata kolaborasi antara dokter spesialis bedah mulut, ortodonsi, dan dokter gigi spesialis lain. Di dunia medis, ini sudah menjadi standar penanganan kasus kompleks,” ungkap Hary.
RSUD Soedarso menjadi tuan rumah sekaligus fasilitator utama pelaksanaan kegiatan ini. Selama seminar dan praktik, para peserta didampingi ahli bedah mulut dari Universitas Kebangsaan Malaysia dan Universitas Indonesia.
Beberapa pakar yang turut hadir di antaranya Prof. Dr. Syed Nabil, Prof. Madya Dr. Mohd Nazimi, dan Dr. Benjie Law Zi Yuan dari Universitas Kebangsaan Malaysia. Sementara dari Indonesia hadir Dr. drg. Sariesendy (Universitas Indonesia), Dr. drg. Irwansyah Manurung (RSPAD Gatot Subroto), serta drg. Samson Peter Louis A (RSUD Abdul Aziz Singkawang).
Prof. Syed Nabil menyampaikan apresiasi atas undangan dan kolaborasi PDGI–PABMI Kalbar. Ia menyebut kerjasama ilmiah semacam ini penting untuk memperkuat pengembangan keahlian di bidang bedah rahang dan wajah di Asia Tenggara.
“Kami ingin berbagi ilmu, terutama di bidang pembedahan lanjut untuk perbaikan rahang dan penanganan orbita pasca-kecelakaan. Kami berharap kegiatan seperti ini berlanjut dan memberikan manfaat nyata di Kalbar,” ujarnya.
PDGI Kalbar berharap, kegiatan ini menjadi awal peningkatan kapasitas dokter bedah mulut lokal. RSUD Soedarso pun ditargetkan bisa berkembang sebagai pusat layanan bedah wajah, dan mulut yang andal, dan mandiri di Kalbar.(*)
Editor : Hanif