Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pentingnya peran Pemuda Katolik dalam bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya di bidang pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
RAMSES TOBING, Pontianak
PONTIANAK POST - Menurutnya, kolaborasi yang solid akan membantu mempercepat pemerataan pembangunan di provinsi ini. Pernyataan itu disampaikan saat pelantikan pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Kalbar periode 2025–2028 dan pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Pendopo Gubernur, Sabtu (9/8).
Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.
Ria Norsan menyoroti rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM) Kalbar yang masih berada di angka 71,19 dan menempati urutan ke-30 dari 38 provinsi di Indonesia. Ia menilai pemuda, termasuk Pemuda Katolik, memiliki peran strategis dalam mendorong perbaikan mutu pendidikan, pelestarian budaya, pengembangan ekonomi kreatif, hingga pelestarian lingkungan.
“Saya berharap Rakerda ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan program kerja yang relevan, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, mengingatkan agar sinergi dengan pemerintah tidak berhenti pada seremoni, melainkan diwujudkan lewat aksi nyata di lapangan. Program yang dijalankan, katanya, harus bermanfaat langsung bagi masyarakat, bukan sekadar karitatif.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah harus diikuti dengan aksi nyata.
"Begitu juga kolaborasi yang dibangun oleh pengurus pusat di nasional, program-programnya wajib diturunkan ke daerah sebagai bentuk aksi nyata organisasi pemuda katolik di tengah masyarakat," tegasnya.
Menurutnya, program yang dijalankan harus konkret dan bisa bermanfaat langsung. "Bukan lagi program-program yang sekedar seremonial atau karitatif, tetapi betul-betul program yang langsung dirasakan oleh masyarakat," jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Pemuda Katolik dalam mengawal program pemerintah agar kolaborasi terjaga dan program tersebut bisa langsung dirasakan masyarakat.
"Kalau yang belum merata atau masih ada belum maksimal, pemuda katolik berkewajiban untuk memberi masukan, mengkritik, bahkan kemudian mengawal seluruh program-program agar masyarakat menerima, merasakan apa yang kemudian program-program pembangunan itu," paparnya.
la menilai kehadiran Gubernur Kalbar pada pelantikan pengurus menjadi momentum penting dan pintu masuk yang luar biasa bagi pemuda katolik.
Ia menambahkan, komunikasi langsung dengan kepala daerah seperti gubernur atau bupati menjadi kunci percepatan pembangunan. "Ini yang harus diperankan oleh pemuda katolik adalah menjadi akselerator dan agregator dari program-program pembangunan, baik itu level provinsi sampai level daerah," lanjutnya.
Dari sisi pusat, sejumlah kerja sama sudah terjalin dengan beberapa kementerian yang mana nantinya akan di bawa ke daerah.
"Soal internal, kita hanya menitipkan Kalbar konsolidasi terus, masih banyak potensi anak muda katolik yang kemudian belum tergarap. Kita sekarang sudah punya diklatsar yang namanya Paskokat, inilah kemudian daya tarik yang kemudian kita harapkan konsolidasi itu selalu dibangun secara maksimal oleh teman-teman Kalbar," imbuhnya.
Senada, Ketua Komda Pemuda Katolik Kalbar, Hubertus Vincensius Wake, menegaskan komitmennya mengawal pemerintahan hingga akhir masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini. Pihaknya menyiapkan program pemberdayaan perempuan, advokasi, pelatihan, serta kesiapsiagaan bencana, termasuk memaksimalkan potensi kader muda Katolik di daerah.
“Pemuda Katolik harus menjadi akselerator pembangunan di semua tingkatan, dari provinsi hingga kabupaten/kota,” jelas Hubertus.
Menurutnya, sejumlah program dari pusat sudah terjalin kerjasamanya dan tinggal dilaksanakan di tingkat daerah. "Seperti juga yang disampaikan oleh Bapak Gubernur dan Ketua Umum tadi, program-program pusat sudah terjalin kerjasamanya, tinggal pelaksanaan di lapangan, di tingkat komda bahkan komcap, maka kita akan mencoba melakukan realisasi dari program-program ini," jelasnya.
Sementara itu Jajaran Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Kalimantan Barat (Kalbar) periode 2025-2028 melangsungkan pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Pendopo Gubernur Kalbar, Sabtu (9/8). Hadir dalam pelantikan dan Rakerda Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma beserta jajaran. Gubernur Kalbar Ria Norsan, Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus, sejumlah pejabat dan stakeholder lainnya. (*)
Editor : Hanif