Kuliah manajemen keolahragaan di sebuah akademi di Jerman menjadi bekal Kim Jeffrey Kurniawan untuk menjalani peran ganda di PSS Sleman. Ia menjamin bahwa tugas sebagai manajer tak akan mengganggu persiapan dan konsentrasinya sebagai pemain.
Farid S. Maulana, Surabaya – Rizky Wahyu A.H, Sleman
TAWARAN dari direksi PSS Sleman yang disampaikan lewat telepon itu mengagetkan Kim Jeffrey Kurniawan. Betapa tidak, ia ditawari peran krusial di luar lapangan: menjadi manajer tim berjuluk Super Elang Jawa tersebut.
"Saya dikabari Pak Leo (Tupamahu, manajer sebelumnya, red) tidak di PSS lagi," paparnya.
Kecintaannya kepada klub yang telah dibelanya sejak 2021 dan musim lalu terdegradasi dari strata teratas yang mendorong Kim mengiyakan tawaran tersebut. "Saya bilang, saya selalu siap di posisi apa pun dalam hal apa pun untuk membantu PSS," tambahnya.
Kebetulan, adik ipar mantan penyerang tim nasional (timnas) Irfan Bachdim itu punya bekal untuk menjadi manajer. Ia baru saja mengikuti kuliah sertifikasi di ESM Academy, Jerman, pada jurusan sport management alias manajemen keolahragaan secara daring.
"Ternyata, Tuhan punya jalan lain, ilmu saya langsung terpakai untuk membantu PSS," paparnya, ketika dihubungi Selasa (26/8) lalu.
Sepanjang sejarah Liga Indonesia (Ligina), Kim jadi pemain kedua yang merangkap peran player-manager. Dia mengikuti jejak eks bek timnas Hamka Hamzah yang menjalankan fungsi ganda tersebut di RANS Nusantara pada Liga 1 2023/2024.
Meskipun sudah menyatakan sanggup, Kim tetap meminta penjelasan secara detail—penjelasan bahwa jabatan baru yang diberikan bukanlah alasan untuk "mengusir" Leo dari manajemen. Artinya, posisi itu benar-benar kosong karena kemauan Leo sendiri untuk mundur.
"Buat saya penting untuk ditegaskan bahwa bukan saya yang meminta, bukan maksud saya untuk menjatuhkan siapa pun. Dipastikan posisi itu kosong dan benar-benar ingin diisi orang dalam," kata pemain yang mencatat satu penampilan bersama timnas itu.
Executive Representative PSS Sleman Vita Subiyakti membenarkan bahwa posisi Leo digantikan Kim. "Pak Leo kan memang sedang fokus ambil sertifikasi pelatih untuk jenjang kariernya. Jadi, memang harus ada yang mengisi manajer tim," kata Vita, seperti dikutip dari Radar Jogja Selasa (26/8) lalu.
Bagian dari Skuad
Jabatan sebagai manajer tak mereduksi peran Kim di lapangan tengah. Pemain kelahiran Muhlacker, Jerman, 35 tahun lalu itu tetap menjadi bagian integral skuad Super Elang Jawa dalam menghadapi Championship (dulu bernama Liga 2, red) musim ini.
Ia adalah kapten tim, peran yang sudah diembannya sejak 2022 ketika PSS masih berlaga di Liga 1. Dengan peran gandanya sekarang, Kim sudah menegaskan kepada manajemen agar tugasnya nanti tidak sampai memicu konflik kepentingan.
Artinya, jabatan manajer dan pemain tidak bertabrakan atau saling mengganggu. "Nanti dilihat lagi tugas apa yang harus saya jalankan. Akan ada diskusi lagi sama manajemen," tuturnya.
Untuk saat ini, tugas bapak dua anak itu masih sebatas melakukan komunikasi dengan banyak pihak perihal manajemen tim. Juga, menjadi jembatan antara pemain serta pelatih ke manajemen dan sebaliknya.
"Yang jelas, saya tidak ingin itu mengganggu kesiapan dan konsentrasi saya sebagai pemain. Saya di lapangan harus tetap 100 persen fit," katanya.
Soal gaya berpakaian, Kim akan menyesuaikan. Jika masuk dalam daftar susunan pemain, tentu tetap akan mengenakan jersey seperti biasanya. "Tapi, dilihat nanti karena ini masih baru. Apakah nanti ketika saya bermain ada orang lain di bench menggantikan. Masih dilihat nanti bagaimana," ucapnya. (/ttg)*
Editor : Hanif