Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat resmi meluncurkan program Aksi Kolaborasi Akta Pencatatan Sipil untuk Semua (AKASIA), Kamis (28/8), sebagai upaya mempercepat dan mempermudah pelayanan dokumen administrasi kependudukan.
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
Kegiatan digelar di Aula Garuda, Gedung Pelayanan Terpadu Provinsi Kalbar, dan turut menghadirkan loket layanan dari Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memberikan apresiasi atas inovasi tersebut. Menurutnya, AKASIA menjadi simbol nyata peningkatan mutu layanan publik, khususnya dalam urusan kependudukan.
“AKASIA mempercepat akses layanan seperti KTP, akta kelahiran, dan dokumen penting lainnya. Ini komitmen nyata pemerintah memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan terintegrasi,” ujar Edi usai menerima penghargaan dari Pemprov Kalbar.
Selain menyerahkan dokumen secara simbolis kepada warga, Edi juga menegaskan bahwa Pemkot Pontianak melalui Disdukcapil terus berinovasi dalam memperluas akses layanan, mulai dari Mal Pelayanan Publik, enam kecamatan, mobil keliling, hingga jemput bola ke rumah warga.
Ia juga mengingatkan warga agar segera mencatatkan peristiwa penting seperti kelahiran dan kematian. Menurutnya, dokumen akta akan lebih cepat diproses jika persyaratan lengkap dipenuhi sejak awal.
“Kami terus sosialisasikan pentingnya pencatatan sipil, bahkan hingga tingkat RT. Jangan tunda urus akta kelahiran atau KTP karena prosesnya kini sudah jauh lebih mudah,” tambahnya.
Kepala Disdukcapil Kota Pontianak, Erma Suryani, menyebut pihaknya menargetkan 350 layanan selesai dalam satu hari peluncuran. Layanan yang diberikan meliputi perekaman KTP elektronik, penerbitan akta lahir dan kematian, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
“Target kami hari ini, semua perekaman KTP bisa selesai hari itu juga. Kami siapkan mobil layanan dan meja pelayanan khusus di lokasi,” jelas Erma.
AKASIA juga diiringi dengan pelayanan luar ruangan oleh Disdukcapil Provinsi Kalbar dengan total 700 layanan yang diberikan. Kepala Disdukcapil Provinsi Kalbar, Yohanes Budiman, menekankan bahwa program ini memperkuat sinergi lintas sektor agar pelayanan makin cepat dan data kependudukan makin akurat.
“AKASIA hadir sebagai terobosan layanan kolaboratif. Lima layanan utama kami prioritaskan: akta kelahiran, akta kematian, KTP elektronik, KIA, dan aktivasi IKD,” ungkap Yohanes.
Setiap harinya, Disdukcapil Pontianak menerapkan strategi layanan tematik. Senin untuk perekaman KTP usia 17 tahun, Selasa melayani KIA di sekolah, Rabu mobil keliling hadir di 29 kelurahan, Kamis aktivasi IKD di instansi pemerintah dan rumah sakit. Khusus Jumat dan Sabtu, petugas menyambangi lansia, warga sakit, penyandang disabilitas, hingga ODGJ.
Erma juga mengingatkan bahwa semua layanan gratis tanpa biaya, dan meminta warga tidak menggunakan calo agar data yang diinput akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami imbau warga urus sendiri ke Disdukcapil. Data benar, gratis, dan lebih cepat selesai,” pungkasnya.(*)
Editor : Hanif