Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ajang Gadis Indonesia 2025: Tiga Remaja Usung Budaya Lokal dan Semangat Perubahan Sosial

Hanif PP • Minggu, 31 Agustus 2025 | 11:29 WIB
ki-ka) Qeisya Anaya Putri, Intan Ramadhani, dan Melinda Putri mewakili Kalimantan Barat dalam ajang Gadis Indonesia 2025.
ki-ka) Qeisya Anaya Putri, Intan Ramadhani, dan Melinda Putri mewakili Kalimantan Barat dalam ajang Gadis Indonesia 2025.

Tiga remaja putri dari Kalimantan Barat akan melangkah ke panggung nasional dalam ajang Gadis Indonesia 2025, yang akan digelar pada 13 hingga 16 November mendatang di Jakarta. Mereka adalah Qeisya Anaya Putri, Intan Ramadhani, dan Melinda Putri.

SITI SULBIYAH, Pontianak

Ketiga remaja putri tersebut membawa semangat budaya, kepedulian sosial, dan harapan untuk generasi masa depan. Bagi mereka, ajang ini bukan sekadar kompetisi adu pesona. Lebih dari itu, ini adalah ruang belajar, ekspresi, dan pembuktian bahwa generasi muda Kalbar juga mampu bersaing dan berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik.

Ketiganya berhasil melewati proses seleksi dan kini bersiap mewakili Kalimantan Barat, bersaing dengan sejumlah finalis dari berbagai provinsi di Indonesia.

Qeisya Anaya Putri, siswi SMA Negeri 1 Pontianak, dari Kota Pontianak bakal membawakan keunikan budaya lokal. Dalam ajang ini, Qeisya akan menampilkan bakat menari Dayak salah satu tarian khas yang mencerminkan kekayaan etnis di Kalimantan Barat.

“Motivasi saya ikut ajang ini adalah ingin meningkatkan soft skill untuk generasi lebih baik ke depannya dan meningkatkan kepercayaan diri,” ujarnya dengan semangat.

Qeisya mengaku telah mempersiapkan penampilannya sejak lama. Tarian Dayak yang akan ia bawakan tak sekadar pertunjukan seni, tetapi juga upaya untuk memperkenalkan Kalimantan Barat di tingkat nasional.

Remaja putri dari Kota Pontianak lainnya, Melinda Putri akan datang dengan semangat perubahan sosial. Ia prihatin dengan banyaknya remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas dan tindakan negatif. Oleh karena itu, ia ingin menjadikan ajang ini sebagai wadah untuk mengajak generasi muda mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif.

“Saya percaya, melalui ajang ini, generasi muda bisa terdorong untuk mengembangkan keterampilan, wawasan, serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Melinda.

Meski kompetisi nasional di depan mata, Melinda menyadari bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan. “Jika tidak terpilih, tidak akan mengurangi semangat saya untuk terus mencoba dan mengembangkan potensi di bidang lainnya,” ungkapnya bijak. Ia bahkan menyatakan keinginannya untuk suatu saat mengikuti ajang Putri Indonesia.

Dari Kubu Raya, Intan Ramadhani, pelajar SMA Negeri 9 Pontianak juga berhasil melaju sebagai finalis. Ia mengikuti audisi Gadis Indonesia Kalbar yang digelar pada April 2025.

Bagi Intan, ajang ini bukan hanya tentang kompetisi, melainkan sarana untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam bidang sosial, pendidikan, dan pelestarian budaya.

“Jika saya terpilih, saya ingin menggunakan platform ini untuk memperkenalkan budaya Kalimantan Barat dan berkontribusi dalam kegiatan sosial,” tuturnya. **

Editor : Hanif
#generasi muda #semangat #kalbar #budaya lokal #Gadis Indonesia 2025