Sebanyak 49 siswa Sekolah Dasar Negeri 22 Batu Ampar yang berada di Pulau Telok Aek, Kecamatan Batu Ampar, menerima bantuan tas sekolah dari komunitas Tas Sekolah Anak Pedalaman Kalimantan Barat.
IDIL AQSA AKBARY, Pontianak
Bantuan ini diserahkan langsung oleh Founder, Rita Hastarita, usai menempuh perjalanan panjang dari Kota Pontianak. Perjalanan menuju sekolah tersebut menurutnya memakan waktu lebih dari enam jam.
Rombongan berangkat dari Kota Pontianak menuju Kecamatan Batu Ampar, kemudian dilanjutkan dengan perahu kayu menyusuri sungai kecil untuk mencapai lokasi yang berada di pulau terpisah.
“Di sana ada guru yang sudah lebih dari 30 tahun mengabdi. Mereka setia mendampingi anak-anak pedalaman. Alhamdulillah kami bisa hadir membawa tas untuk mereka (pelajar),” ujar Rita Hastarita saat ditemui di Pontianak, Rabu (17/9).
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan bisa menumbuhkan semangat belajar anak-anak di pedalaman. “Tas ini kami titipkan, semoga mereka semakin rajin ke sekolah dan belajar. Rasanya perjalanan jauh ini terbayarkan ketika melihat senyum anak-anak,” ungkapnya.
Selain tas sekolah, program ini juga menargetkan penyaluran lebih dari 1.000 tas dan sepatu untuk anak-anak pedalaman di Kalbar. Rita pun meminta dukungan doa agar kegiatan ini dapat terus berlanjut. “Kami mohon dukungan dan doa, semoga bisa menjangkau lebih banyak anak-anak pedalaman,” harapnya.
Sebelumnya, Rita juga membuat Program Tenda Makan Gratis yang menjangkau wilayah pedalaman Kalimantan Barat. Tenda makan tersebut hadir di Dusun Peninjau, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, menyajikan menu ayam goreng untuk anak-anak nelayan dan warga setempat, Sabtu (13/9).
Rita mengatakan kegiatan ini bukan hanya menyasar kawasan perkotaan, tetapi juga pedalaman. “Kami ingin bisa makan bersama mereka, bercerita bersama mereka, dan menghadirkan makanan spesial untuk mereka,” ujarnya.
Dalam edisi pedalaman ini, hampir 100 porsi makanan sehat dan bergizi dibagikan. Rita berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga asupan makanan sehat untuk mendukung pemenuhan gizi.
Menurutnya, gerakan Tenda Makan Gratis sejak awal dirancang sebagai gerakan kemanusiaan yang menjangkau siapa saja, tanpa membedakan ras, suku, agama, maupun golongan. “Lewat gerakan ini, kami ingin mengenalkan makanan sehat kepada masyarakat. Insyaallah, kami akan konsisten hadir setiap minggu, meski untuk sementara masih berpindah-pindah lokasi,” jelasnya.
Rita menambahkan, menu yang disajikan disesuaikan dengan ketersediaan bahan pangan, dengan tetap mengutamakan gizi seimbang. “Setiap menu pasti ada karbohidrat, protein hewani, dan serat sayur,” katanya.
Ia juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini. Donasi dapat berupa makanan, bahan pangan, atau bentuk dukungan lainnya. “Kami sangat terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai pihak. Silakan hubungi langsung saya melalui kontak pribadi maupun media sosial,” pungkasnya.(*)
Editor : Hanif