Nizar Hartady, pemuda asal Pontianak tampil unik di event lari maraton sejauh 10 KM di Warsawa, Polandia pada Minggu, 28 September 2025. Mengenakan pakaian Teluk Belanga, Nizar berhasil menempuh jarak sejauh 10.51 Km dalam waktu 1 jam 2 menit.
MARSITA RIANDINI, Pontianak
Bukan tanpa alasan, Nizar mengenakan busana tradisional Melayu Pontianak ini. Ia ingin menjadikan momentum ini untuk memeriahkan perayaan hari jadi ke-254 Kota Pontianak yang berlangsung bulan depan.
"Saya ingin memeriahkan perayaan hari jadi Kota Pontianak di Polandia," kata Nizar.
Pria yang berprofesi sebagai chef ini mengatakan, mengenakan baju Teluk Belanga ini sekaligus sebagai representatif dari pakaian tradisional Indonesia saat berlari di tanah rantauannya.
Ada 17 ribu pelari, termasuk Nizar yang berpartisipasi dalam event 47th Warszawski (Warsaw) Marathon. Acara maraton tahunan ini diselenggarakan Nationale Nederlanden di Warsawa.
Pria yang telah menetap di Polandia selama tiga tahun terakhir ini harus meminta bantuan kepada temannya yang akan kembali ke Polandia untuk turut membawakan baju adat Melayu ini. Tak ketinggalan, tanjak beserta sarung corak insangnya.
Berlari dengan menggunakan baju teluk belanga tak membuat ia merasa gerah sama sekali. Beruntungnya, didukung cuaca di Polandia yang sedang memasuki musim semi.
"Tidak panas sama sekali karena cuaca di Polandia saat ini memasuki musim semi, jadi suhu di sini sekitar 5-6 derajat," ujarnya.
Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-254 kota kelahirannya di Polandia lewat event lari maraton ini, Nizar berharap agar Kota Pontianak dapat semakin bersinar dan juga semakin bersih untuk ke depannya.
Nizar tak sendirian dari Indonesia. Ada Rizal dari Kebumen, Jawa Tengah yang juga mengikuti event lari maraton tersebut bersamanya. Bahkan Rizal juga mengenakan pakaian batik.
Keduanya sama-sama merepresentasikan negara Indonesia dalam gelaran 47th Warszawski (Warsaw) Marathon. (*)
Editor : Hanif