Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Polda Kalbar Gelar Apel Tanggap Darurat, Ribuan Personel Siaga Hadapi Bencana

Arief Nugroho • Kamis, 6 November 2025 | 10:10 WIB
CEK KESIAPAN: Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Forkopinda saat mengecek kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana di lapangan Jananuraga, Polda
CEK KESIAPAN: Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Forkopinda saat mengecek kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana di lapangan Jananuraga, Polda

Polda Kalbar bersiap menghadapi bencana hidrometeorologi. Provinsi ini akan segera dilanda musim hujan dan fenomena La Nina yang meningkatkan risiko banjir, longsor, karhutla, dan angin puting beliung. Sebanyak 5.734 personel dan kendaraan dapur lapangan pun telah disiagakan.

ARIEF NUGROHO, Pontianak

Matahari pagi sudah bersinar terik, ketika barisan personel Polda Kalimantan Barat yang didominasi pasukan Brimob, berjajar rapi di Lapangan Jananuraga, Rabu (5/11). Seragam lapangan yang tertata rapi, kendaraan tanggap darurat, hingga perlengkapan logistik terlihat siap digunakan.

Suara komando, langkah kaki serempak, dan bunyi sirine menandai dimulainya Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025, yang digelar sebagai persiapan menghadapi musim hujan dan fenomena La Nina. Fenomena alam tersebut diprediksi akan menghampiri Kalbar dalam waktu dekat.

“Tujuan apel ini untuk memastikan kesiapan personel, sarana, serta sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana alam,” jelas Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto, usai kegiatan kepada Pontianak Post.

Data BNPB mencatat hingga 19 Oktober 2025 terjadi 2.606 bencana di Indonesia, termasuk banjir, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor, gempa bumi, dan erupsi gunung berapi. Dampaknya menelan 361 korban jiwa, 37 orang hilang, 615 luka-luka, lebih dari 5,2 juta pengungsi, serta ribuan rumah dan fasilitas umum rusak.

Pipit menekankan Kalimantan Barat termasuk wilayah dengan kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, angin puting beliung, hingga karhutla. “Di musim kemarau kita rawan karhutla, sementara di musim hujan sering terjadi genangan dan banjir. Bahkan angin puting beliung juga kerap muncul. Karena itu, kita harus siap siaga kapan pun,” tegasnya.

Data BPBD Kalbar menunjukkan, hingga September 2025 terjadi 26 banjir di berbagai kabupaten/kota dengan 450.386 jiwa terdampak, 6.654 jiwa mengungsi, dua korban meninggal, serta 73.350 rumah dan lima jembatan rusak berat. Sementara data Kementerian LHK mencatat kebakaran hutan dan lahan seluas lebih dari 23 ribu hektar sepanjang Januari–September 2025.

Untuk menghadapi ancaman bencana tersebut, Polda Kalbar menyiagakan 5.734 personel yang telah dirayonisasi, lengkap dengan sarana dan prasarana tanggap darurat. Kapolda juga memperkenalkan kendaraan Dapur Lapangan Brimob, yang mampu memasak hingga 500 porsi sekali masak untuk mendukung logistik korban bencana.

“Waktu banjir di Mempawah, pengiriman makanan dari luar cukup lama. Dengan kendaraan ini, tim bisa langsung memasak dan mendistribusikan makanan ke warga terdampak,” jelas Pipit.

Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menambahkan, kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai pemerintah daerah, kejaksaan, BNPB, hingga masyarakat peduli api dan peduli banjir.

Ia mengingatkan, puncak musim hujan diperkirakan terjadi antara November 2025 hingga Januari 2026. “Kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan,” pungkasnya. **

Editor : Hanif
#polda kalbar #la nina #musim hujan #Tanggap Darurat #mitigasi risiko #bencana