Perlombaan memancing dengan memilih lokasi di parit-parit Pontianak kini semakin jamak dipandang. Animo masyarakat untuk ikut lomba memancing juga begitu tinggi. Langkah kecil ini juga menjadi upaya mengembalikan Pontianak sebagai kota seribu parit
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
Beberapa pekan ini, jamak dipandang perlombaan mancing yang diadakan oleh berbagai komunitas. Lokasinya berbeda-beda. Paling sering, di Parit Sungai Jawi. Berton-ton ikan lele ditabur di parit itu. Alhasil, ribuan pemancing ikut serta di kegiatan tersebut.
Selain di parit Sungai Jawi, perlombaan mancing juga dilaksanakan di parit-parit kecil. Minggu lalu, lomba mancing diadakan masyarakat di sepanjang Parit Suka Mulia, Kecamatan Pontianak Kota. Pesertanya juga ramai. Mereka duduk di tepian parit. Mengambil posisi paling strategis, sambil berharap ikan memakan umpan di mata pancing peserta.
Demam lomba mancing di parit-parit Kota Pontianak, menjadi energi positif dalam upaya Pemerintah menggaungkan keberfungsian parit-parit. Kondisinya kini, tak ditutupi banyak parit hilang akibat pelebaran jalan. Tak sedikit pula, kondisi parit sempit hingga pendangkalan parit.
Parit juga terpapar limbah industri dan rumah tangga. Tantangan lainnya, ketika hujan deras disertai pasang air laut, parit tak lagi mampu menjadi wadah untuk penampungan air. Banjir pun terjadi, terutama di beberapa daerah Kota Pontianak yang kontur tanahnya rendah. Kini keberfungsian parit pun macam pesakitan.
“Lomba mancing ini bagus. Secara tidak langsung, masyarakat semakin dekat dengan parit. Jika semakin banyak habitat ikan hidup di parit, akan menumbuhkan rasa kebersamaan masyarakat untuk menjaga parit-parit di lingkungan sekitar,” ujar Jeri, salah satu masyarakat yang biasa mengikuti lomba mancing kepada Pontianak Post.
Menurutnya jika lomba mancing semakin intens dilaksanakan di parit-parit kecil, dapat membuat kecintaan masyarakat dengan parit tumbuh secara sendirinya. Jika kesadaraan merawat parit bisa bertumbuh di pikiran masyarakat, dia optimis ke depan kondisi parit di Kota Pontianak akan semakin terjaga.
Dalam menjaga parit, butuh kesadaran dari semua masyarakat. Mulai dari tidak membuang sampah di parit, menjaga agar parit tidak dangkal dan paling sulit adalah tidak membuang limbah ke parit langsung.
Dari hal-hal yang disebutkannya itu, tantangan utama adalah mengatur pembuangan limbah agar tidak langsung ke parit. Ini butuh tangan pemerintah menyentuhnya. Bagaimana limbah rumah tangga tidak langsung mengalir ke parit. Sehingga perlu ada pengolahan limbah rumah tangga sederhana.
“Jika dinas terkait bisa melakukan inovasi penanganan limbah rumah tangga mungkin akan lebih baik,” ujarnya.
Dengan demikian kondisi parit akan semakin baik. Habitat parit akan dipenuhi ikan. Kemudian pemerintah bisa melanjutkan program konektivitas antar parit. Tapi memang tak mudah mewujudkannya. Butuh kerja bersama. Dimulai dari menyatukan visi agar sepemikiran. Seperti lomba mancing ini bisa sebagai awal dalam perwujudan menuju kota seribu parit (*)
Editor : Hanif