Pusat perbelanjaan Pasar Rakyat Tengah di waktu malam memesona. Kerlap kerlip lampu serta ramai pelaku UMKM menawarkan jajanan murah meriah menjadi magnet masyarakat untuk datang. Kini pusat perekonomian pertama di Pontianak itu, mampu menjadi pemanis pilihan wisata kuliner di Pontianak
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
Waktu malam, pusat perbelanjaan di ruko-ruko jejeran Jalan Tanjung Pura mulai beristirahat. Dari kejauhan, di tepi Jalan Tanjung Pura tampak juru parkir masih mencari rezeki. Mereka menawarkan ruang parkir untuk kendaraan masyarakat yang mau singgah ke pusat kuliner malam Pasar Rakyat Tengah.
Pasar ini sampai kini masih menjadi salah satu pusat perbelanjaan pakaian pilihan masyarakat Pontianak. Namun beberapa tahun ini kondisi pasar makin sepi. Gaya belanja konvensional, perlahan ditinggalkan sebagian konsumen. Alhasil, kondisi Pasar Rakyat Tengah tak seperti dulu. Tak lagi ramai.
Baru-baru ini, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melakukan upaya menggerakkan roda perekonomian di kawasan Pasar Rakyat Tengah. Kini di waktu malam, lokasi tersebut disulapnya menjadi wisata kuliner malam. Beberapa pekan berjalan, kuliner malam itu pun mendapat respon positif dari masyarakat.
Cukup banyak masyarakat datang ke sana, baik untuk bersantai atau sekedar makan dan minum bersama keluarga rekan dan sahabat. Terdapat banyak pilihan kuliner di sana. Mulai dari roti cane, sate, sop, serta kue-kue tradisional Pontianak dengan harga murah.
“Pusat kuliner malam di Pasar Tengah ini kini menjadi pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu malam. Ada banyak jajanan murah di sini. Untuk rasa, juga tak kalah dengan kulineran restoran dan kafe. Lampu di kawasan ini juga terang. Saya juga berani berjalan hingga ke ujung, bahkan menembus lewat lorong pasar menuju waterfront,” ujar Ira, pengunjung wisata kuliner malam Pasar Tengah kepada Pontianak Post.
Selain bisa menikmati kuliner di tepi Jalan Asahan, pedagang juga menyediakan area di depan bagian ruko. Di sana, masyarakat bisa menikmati kuliner dengan duduk bersila di karpet. Namun sebagian pedagang juga menyediakan meja dan kursi. Konsumen tinggal pilih sesuai selera.
Menurutnya, lokasi kuliner malam ini sangat bagus. Apalagi lampu terang. Sehingga masyarakat tak lagi takut untuk datang ke sini di waktu malam. Parkir juga tersedia. Baik di pintu masuk melalui Jalan Tanjungpura atau di bagian belakang daerah waterfront.
Masyarakat malah banyak berjalan kaki menuju ke waterfront. Aksesnya melewati Lorong-lorong pasar yang di waktu pagi, menjual berbagai kebutuhan sandang dan pangan. Jika kesan seram di waktu malam Pasar Tengah hilang, ke depan ini akan menjadi salah satu destinasi kuliner malam pilihan baik bagi masyarakat lokal dan masyarakat dari luar Kota Pontianak.
“Ini sesuatu yang positif,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak Ibrahim menuturkan, total terdapat 80 an pedagang yang berjualan di lokasi kuliner malam di Jalan Asahan Pasar Rakyat Tengah.
Menurut dia, setelah dibuka kuliner malam di sana, cukup ramai masyarakat datang ke sana. Ini pertanda baik, sebab waktu malam hari, terdapat perputaran perekonomian, terutama di sektor UMKM. Mudah-mudahan saja, ke depan ini bisa menjadi destinasi kuliner malam pilihan masyarakat.
Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin melihat, kuliner malam di Pasar Tengah bisa menjadi pusat kuliner malam pilihan warga. Menurutnya, gaung kuliner malam di sana, harus terus digencarkan promosinya. Dengan begitu, masyarakat akan semakin ramai datang ke sana.
“Tugas pemerintah membuat lokasi baru untuk masyarakat berdagang sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dari sisi infrastruktur kata dia juga sudah dilakukan penataan kawasan. Salah satunya waterfront. Keberadaan kuliner malam ini memiliki keterkaitan. Dengan infrastruktur semakin bagus, ditopang kuliner malam, dapat menjadi magnet bagi masyarakat datang ke sini.
“Saya berharap, kawasan ini dapat ditata sedemikian rupa. Sebab kalau melihat dari sejarah, kawasan pasar tengah merupakan pusat perekonomian pertama. Ada nilai sejarah dan lokasi ini miliki potensi untuk dikembangkan,” ujarnya.(*)
Editor : Hanif