Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) menyoroti kondisi sarana dan prasarana olahraga di Kalbar, khususnya Asrama Atlet PPLP/SPOBNAS, dan lintasan sintetis Stadion SSA Pontianak.
IDIL AQSA AKBARY, Pontianak
Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Utama Bidang Pemuda dan Olahraga serta MBG KSP, Lindsey Afsari Puteri, saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Pontianak, Kamis (27/11).
Lindsey bersama Tenaga Ahli Madya KSP, Muslim, meninjau Asrama Atlet PPLP lama yang kini menjadi SPOBNAS tingkat provinsi, lintasan sintetik SSA, GOR Terpadu, hingga berdialog dengan atlet dan pelatih di Wisma Atlet Gelora Khatulistiwa.
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kalbar, Windy Prihastari, turut mendampingi, dan menyampaikan berbagai aspirasi serta kebutuhan perbaikan.
Menurut Lindsey, kondisi asrama lama sudah tidak layak huni dan telah dikosongkan setahun terakhir karena banyak kerusakan struktur maupun fasilitas. Atlet kemudian direlokasi sementara ke Wisma Atlet yang fasilitasnya lebih memadai.
“Yang jadi PR, asrama lama tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jika daerah terkendala anggaran, kami minta segera dibuatkan pengajuan resmi untuk kami perjuangkan ke Kemenpora,” ujarnya.
Ia menjelaskan KSP, khususnya Kedeputian III, mendapat mandat Presiden Prabowo untuk menjembatani aspirasi daerah terkait pemuda dan olahraga, termasuk membantu penyelesaian hambatan anggaran di kementerian/lembaga.
“Jika Kemenpora kesulitan alokasi dana, KSP akan memberikan memo kepada Presiden agar dapat dipertimbangkan dukungan tambahan atau program prioritas,” jelasnya.
Lindsey menyebut perhatian Presiden terhadap peningkatan prestasi olahraga cukup besar. Salah satunya melalui beasiswa atlet hasil kerja bersama KSP, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dan Kemenpora.
Ia juga menegaskan bahwa SPOBNAS di daerah perlu mendapat dukungan revitalisasi seperti halnya sekolah atau rumah sakit.
“Potensi atlet di daerah besar. Jangan sampai jumlah atlet binaan menurun seperti di Kalbar yang kini hanya 11 orang dari sebelumnya bisa mencapai 40,” katanya.
Lindsey juga mengapresiasi langkah Kepala Disporapar Kalbar yang memindahkan atlet SPOBNAS ke Wisma Atlet agar mereka tinggal di tempat lebih layak. Ia menilai SPOBNAS Kalbar relatif lebih baik dibanding beberapa provinsi lain yang pernah ia kunjungi.
“Di sini fasilitasnya jauh lebih baik. Ada dokter, ahli gizi, hingga menu makanan yang diatur berkala. Ini sejalan dengan program MBG yang diinisiasi Presiden,” tuturnya.
Kepala Disporapar Kalbar, Windy Prihastari, menjelaskan kunjungan KSP bertujuan memverifikasi pelaksanaan SPOBNAS di Kalbar. Ia menegaskan bahwa kondisi asrama lama memang memprihatinkan sehingga perlu segera direvitalisasi. Karena keterbatasan APBD, Windy berharap ada dukungan pemerintah pusat.
“Kami sudah mengajukan usulan ke Kemenpora, Komisi X DPR RI, dan kini langsung ke KSP. Mudah-mudahan bisa dibantu,” ujarnya.
Terkait lintasan sintetik SSA Pontianak, Windy menyampaikan bahwa fasilitas itu merupakan bantuan Kemenpora 11 tahun lalu dan saat ini membutuhkan perbaikan. Ia juga mengungkapkan apresiasi KSP terhadap GOR Terpadu karena kualitas bangunannya dinilai baik dan berstandar internasional.
Windy menegaskan Disporapar akan terus mendorong peningkatan sarana olahraga, baik melalui APBD maupun dukungan pusat. “Pembangunan di daerah banyak yang diprioritaskan sehingga kami berupaya mengajukan bantuan ke kementerian dan lembaga. Sarpras olahraga penting untuk pembinaan atlet,” pungkasnya.(*)
Editor : Hanif