Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Peserta Rasakan Hiking hingga Rappelling, Menjajal Adrenalin di Tebing Kuri yang Tersembunyi

Aristono Edi Kiswantoro • Kamis, 11 Desember 2025 | 10:18 WIB

 

ADRENALIN: Peserta menuruni tebing Bukit Kuri dengan teknik rappelling, memacu adrenalin di Bukit Duri Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang.
ADRENALIN: Peserta menuruni tebing Bukit Kuri dengan teknik rappelling, memacu adrenalin di Bukit Duri Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang.

Kalimantan Barat memiliki banyak surga tersembunyi. Salah satunya Bukit Kuri di pedalaman Kabupaten Ketapang. Pemandangan alam dan pengalaman penuh adrenalin dicerikan oleh para peserta trip yang memanjat tebing-tebing di sana.

ARISTONO EDI K, Pontianak

Desa Sinar Kuri di Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang cukup asing di telinga masyarakat Kalbar. Namun di balik perkampungan yang terpencil, sebuah tebing batu raksasa menjulang, seolah menunggu disentuh oleh para pencinta alam. Pada 6–7 Desember 2025 lalu, puluhan peserta open trip merasakan langsung pesona Bukit Kuri lewat perjalanan dua hari yang menggabungkan hiking (mendaki) dan rappelling (memanjat tebing)

 Perjalanan menuju puncak dimulai dari lintasan berbatu yang diapit semak dan pepohonan liar. Embun yang menempel di dedaunan membuat jalur pagi itu terasa hidup. Setibanya di puncak, hamparan perbukitan hijau menguar sejauh mata memandang. Ketika matahari muncul dari balik horizon, warna keemasan menyapu dinding-dinding batu.

“Pemandangannya luar biasa. Ada momen ketika kami semua terdiam, hanya mendengar angin dari atas tebing,” ujar Sy. Y. Hadinata, koordinator lapangan trip dari Summit Borneo tersebut. Di puncak, beberapa peserta menyalakan kompor kecil untuk membuat kopi, mengubah puncak bukit menjadi ruang pertemuan sederhana antara manusia dan alam.

Ketika matahari semakin tinggi, sisi lain Bukit Kuri menunggu: dinding batu setinggi puluhan meter yang jadi arena rappelling. Meskipun kebanyakan peserta adalah pemula, pengarahan teknis dan latihan memberi mereka keberanian untuk mencoba. Saat tubuh mulai turun perlahan, suara alam menjadi satu-satunya latar, desir angin, gesekan sepatu dengan batu, dan teriakan penyemangat dari teman-teman di bawah.

“Saya tak pernah membayangkan bisa turun dari tebing setinggi ini. Rasanya seperti berdamai dengan diri sendiri,” ujar seorang peserta. Beberapa peserta bahkan meminta putaran kedua, sekadar untuk merasakan kembali sensasi mengambang di udara dengan pemandangan desa di kejauhan.

Di luar aktivitas petualangan, Bukit Kuri tetap menyimpan suasana pedesaan yang hangat. Lahan-lahan pertanian terhampar di kaki bukit, sementara jalan setapak yang mengarah ke tebing sering dilewati warga yang membawa hasil kebun. “Wilayah ini memang masih alami. Semoga kegiatan seperti ini tetap menghormati lingkungan dan masyarakat di sekitar,” kata Hadinata.

Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak menjaga kebersihan jalur dan titik rappelling. Jejak yang tertinggal hanya langkah kaki; sampah kembali dibawa turun. “Yang ingin kami tanamkan adalah rasa tanggung jawab. Petualangan itu menyenangkan, tapi menjaga alam jauh lebih penting,” tutur Hadinata.

Pihaknya akan kembali menggelar trip serupa di tempat lain di Kalbar. "Kalimantan Barat menyimpan begitu banyak ruang untuk wisata petualangan yang indah. Kami akan mencari titik lain untuk memperkenalkan keindahan Kalbar, terutama wisata minat khusus seperti ini," pungkasnya. **

Editor : Hanif
#Bukit Kuri Ketapang #hiking #rappelling #open trip #kalimantan barat #destinasi alam