Selalu ada pelangi setelah hujan. Begitulah yang dirasakan Tri Sulastri, pedagang es kelapa di bilangan Jalan Khatulistiwa Pontianak Utara. Berkat bantuan gerobak dari Pemerintah Kota Pontianak, kini dia bisa kembali berjualan lagi
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
Beberapa minggu lalu, gerobak dagangan es kelapa milik Tri roboh akibat terpaan angin kencang. Akibat musibah itu, dia tak lagi bisa berjualan. Alhasil rezeki kecil hari-hari dari hasil jualannya juga terputus. Dalam hatinya susah. Sebab pemasukan tidak ada. Jika dibiarkan makin panjang, maka dapur bisa tak ngepul.
Tak banyak pikir panjang, belum lama ini dia pun mengajukan permohonan bantuan gerobak ke Pemkot Pontianak. Melalui program bantuan usaha ekonomi produktif (UEP). Dipikirnya, jika bantuan ini bisa terealisasi, dimungkikan dirinya bisa kembali berjualan lagi. Kalaupun bantuan itu tidak ada, artinya belum rezeki dan pastinya dia harus berupaya untuk mencari cara bagaimana dia bisa kembali berjualan.
Dari ajuannya itu, harapannya sederhana, cukup dibantu untuk perbaikan gerobak agar bisa kembali berjualan seperti dulu. Kalau gerobak betul dia bisa kembali berjualan es kelapa. Senyumnya pun bakal sumringah, jika dahaga pembeli bisa terpuaskan, disitulah rezeki kecilnya mulai mengalir lagi. Alhasil keperluan kebutuhan hidup hari-hari yang kian lama makin berat ini bisa dicukup-cukupi.
Doa kecil Tri itupun didengar. Kemarin, melalui program UEP Pemkot Pontianak dia menjadi salah satu pedagang yang mendapatkan bantuan. Tak hanya perbaikan gerobak. Gerobak Tri yang rusak akibat terjangan angin kencang itu diganti dengan gerobak baru. Lengkap dengan terpalnya.
“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini saya bisa terbantu. Gerobak saya waktu itu roboh karena angin. Saya langsung ajukan bantuan, dan alhamdulillah hari ini gerobaknya dapat, lengkap dengan terpal,” tuturnya.
Tri sudah berjualan air kelapa bertahun-tahun. Persisnya di pinggir jalan tak jauh dari Tugu Khatulistiwa. Usaha ini menjadi mata pencarian utamanya. Bahkan kalau hari libur dia bisa menghabiskan 50 kelapa sehari. Ada juga minuman lain, seperti teh susu dan sirup. Dia pun banyak terima kasih kepada Pemkot. Semangatnya untuk berjualan kembali menyala. Siap menyongsong rezeki.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota dalam memperkuat perekonomian berbasis masyarakat. Dijelaskannya bahwa UEP 2025 menyasar keluarga yang memiliki potensi mengembangkan usaha produktif agar dapat berdiri lebih mandiri.
“Intinya Bapak-Ibu tidak sendirian. Pemerintah Kota selalu ingin mendampingi supaya kehidupan keluarga bisa lebih baik. Usaha mikro maupun ultra mikro kita dorong untuk naik kelas, menjadi usaha yang semakin kuat dan berkelanjutan,” tuturnya.
Lebih jauh, Edi menekankan pentingnya pemanfaatan fasilitas yang telah disediakan pemerintah, mulai dari bantuan peralatan, pendampingan usaha hingga akses kredit usaha rakyat (KUR). Pemkot juga menyiapkan rumah pemasaran gratis bagi pelaku UMKM, serta memfasilitasi kebutuhan legalitas seperti sertifikasi halal dan izin edar produk agar pelaku usaha mampu bersaing lebih jauh.
Dia berharap program seperti ini dapat membuka jalan bagi para penerima untuk meningkatkan penghasilan sekaligus memperluas jangkauan pasar.(*)
Editor : Hanif