Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Ensiklopedia Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Barat: Alat Musik Dayak, Indah dan Kaya Instrumen Tradisional

Marsita Riandini • Sabtu, 13 Desember 2025 | 10:43 WIB

 

DISKUSI: Tim Bomeobserv juga melibatkan diskusi grup terpumpun dengan etnomusikolog, seniman, dan budayawan di Kalbar.
DISKUSI: Tim Bomeobserv juga melibatkan diskusi grup terpumpun dengan etnomusikolog, seniman, dan budayawan di Kalbar.

Ensiklopedia Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Barat bakal diluncurkan. Menyajikan 25 alat musik yang tersebar 14 kabupaten/kota melalui pendekatan etnomusikologi pada suku Dayak Salako, Bidayuh, Bakati', Kanayatn, Jawant, Kerabat, Ntuka, Pasaguan, Ot Danum, Iban, Kayaan, Kenyah, Tae, dan Taman. 

MARSITA RIANDINI, Pontianak

Masyarakat Dayak di Kalbar begitu lekat dengan budaya  dan tradisi yang dimiliki. Musik menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Dayak. Mengiringi tarian, ritual, dan perayaan. Mencerminkan keindahan dan kaya akan  instrumen tradisional. 

Selain terkenal dengan alat musik petik sape', masyarakat Dayak memiliki ragam alat musik lainnya yang tak kalah uniknya. Ada  Silotuang, alat musik bambu pada suku Dayak Bidayuh Sungkung.

"Ini alat musik bambu yang dipukul dengan stik juga tangan. Ada kombinasi dua permainan. Kemudian ada Senggayong, alat musik bambu yang dimainkan orang suku Dayak Sekadau, Kayong Utara dan Ketapang," ungkap  Zakarias Aria Widyatama Putra, Ketua Pelaksana Tim Borneoobserv kepada Pontianak Post.

Zakarias mengatakan pentingnya proses pembuatan Ensiklopedia Alat Musik Tradisional Dayak Kalimantan Barat. 

"Urgensi ensiklopedia ini adalah sebagai bentuk preservasi budaya dan identitas lokal, bentuk refleksi dan peningkatan kesadaran masyarakat, pembiasaan masyarakat Dayak dengan  merestorasi alat musik tradisional Dayak," timpalnya.

Selain itu, menyediakan sumber pengetahuan yang terukur dan komprehensif, sebagai bentuk pengakuan alat musik tradisional Dayak; bentuk peningkatan penghargaan dan pemahaman luas; dan sebagai bentuk kontribusi terhadap dinamika yang positif.

Beberapa alat musik tradisional Dayak Kalimantan Barat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda antara lain: Sape' (2017), Silotong (2018), Senggayung (2010), Antoneng (2010), Kledik (2011), dan musik Dayak Bukit (2011) yang meliputi Agukng, Tengga, Tuma, Soleng, Genggong, Antoneng dan Sintetek Aji.

Zakarias mengatakan, tidak hanya memandang sebatas perlindungan dan pencatatan tetapi data faktual di lapangan menggambarkan alat musik tradisional Dayak yang perlu mendapat dukungan material maupun pengakuan bahkan terdapat pula alat musik tradisional Dayak yang hampir punah.

"Padahal, alat musik tradisional ini merupakan media dan sarana yang menjalankan roda kehidupan sehari-hari meliputi aspek - sosial, ekonomi, dan budaya, khususnya bagi masyarakat Dayak. Dinamika dan perkembangan yang terjadi pada alat musik tradisional Dayak menghantarkan pada sebuah paradigma antara  “berkembang” dan “kehilangan”," ulasnya.

Pencarian alat musik tradisional Dayak Kalimantan Barat ini juga melibatkan 42 narasumber dari seniman, budayawan, pembuat alat musik tradisional, tetua masyarakat Dayak, tokoh adat Dayak, praktisi, dan akademisi. 

"Penyelidikan yang dilakukan oleh tim Borneobserv selama sebulan dengan pembagian turun lapangan berdasarkan pengelompokan distrik yakni: distrik Idan Il kemudian distrik III dan IV,' ulasnya.

Tim Bomeobserv juga melibatkan forum group discussion dengan etnomusikolog, seniman, dan budayawan di Kalimantan Barat untuk membahas secara bersama-sama kesepakatan acuan data alat musik tradisional Dayak di Kalimantan Barat. Hal ini juga difungsikan sebagai bentuk validasi data yang didukung oleh pengetahuan kepakaran dan pengalaman seni dari masing-masing atas latar belakang.

"Hasil dari diskusi tersebut akan menjadi perbaikan konten dalam ensiklopedia yang memiliki hasil akhir diseminasi dalam bentuk peluncuran dan sosialisasi kepada masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. Melalui perwakilan di setiap Distrik, penyebaran ersiklopedia ini diharapkan menjadi sumbangsih atas material pengetahuan lokal akan alat musik tradisional Dayak Kalimantan Barat sehingga menjadi muara dari tujuan tim Borneobsev yakni berkontribusi dalam pelestarian bentuk hasil budaya (sem tradisional) dalam wadah edukasi," pungkasnya. (*)

Editor : Hanif
#Identitas Lokal #alat musik tradisional #kalimantan barat #pelestarian budaya #Ensiklopedia #dayak