Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

KodingMu Ajarkan Anak Berpikir Komputasional dengan Cara Menyenangkan

Siti Sulbiyah • Minggu, 14 Desember 2025 | 14:55 WIB
KOMPUTASIONAL : Seorang siswa tengah mencoba menggunakan aplikasi KodingMu. Aplikasi berbasis web ini dapat diakses oleh siapa saja yang ingin melatih kemampuan komputasional
KOMPUTASIONAL : Seorang siswa tengah mencoba menggunakan aplikasi KodingMu. Aplikasi berbasis web ini dapat diakses oleh siapa saja yang ingin melatih kemampuan komputasional

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kemampuan anak untuk berpikir secara komputasional menjadi semakin penting. Dunia yang dipenuhi otomatisasi, kecerdasan buatan, dan sistem berbasis data menuntut generasi muda tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara kerjanya.

SITI SULBIYAH, Pontianak

Dalam rangka mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia telah menetapkan literasi digital, termasuk koding dan kecerdasan artifisial (KA), ke dalam kurikulum mulai tahun ajaran 2025/2026. Kebijakan ini menjadi momentum penting bagi sekolah untuk menghadirkan pembelajaran teknologi yang lebih terstruktur, relevan, dan adaptif.

Menjawab tantangan ini, Jurusan Informatika Universitas Tanjungpura mengambil peran aktif. Program Studi Informatika menghadirkan inovasi pengenalan konsep dasar seperti urutan, logika, pola, dan sebab-akibat yang dirancang untuk siswa SD, SMP, dan SMA. Pendekatan ini mengutamakan pengalaman belajar yang menyenangkan, sederhana, dan bermakna, sehingga teknologi tidak lagi terasa menakutkan.

Inovasi tersebut terwujud melalui KodingMu.id, platform pembelajaran yang dapat digunakan di sekolah maupun di rumah. Aplikasi edukasi koding berbasis blok ini memadukan pembelajaran dengan rasa petualangan yang relevan, menyenangkan, dan bermakna.

Inisiator KodingMu, Herry Sujaini, menegaskan sejak awal bahwa pembelajaran koding yang dihadirkan melalui aplikasi ini tidak dimaksudkan untuk mencetak anak menjadi ahli IT. Lebih dari itu, koding adalah sarana melatih computational thinking.

“Tujuan pembelajaran coding dari SD sampai SMA itu bagaimana anak-anak berpikir secara komputasional,” ujar Herry. Menurutnya, kemampuan ini relevan untuk semua bidang kehidupan, bukan hanya teknologi.

KodingMu dirancang untuk satu tujuan yakni membuka akses pembelajaran koding bagi semua orang, tanpa hambatan teknis ataupun psikologis. Dengan pendekatan koding berbasis blok, KodingMu membuat proses belajar seperti bermain puzzle, yang intuitif, ringan, dan menyenangkan. Setiap modul disusun seperti misi petualangan, membuat anak-anak maupun pemula belajar tanpa tekanan.

Salah satu keunggulan KodingMu adalah kemampuannya memfasilitasi guru dan sekolah melalui fitur Learning Management System (LMS). Fitur ini memberikan kemudahan bagi pendidik untuk membuka kelas secara digital.

“Guru bisa memanfaatkan untuk monitoring maupun evaluasi kegiatan anak didiknya,” kata dosen yang menamatkan pendidikan magister dan doktoral di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Meski dikemas dalam bentuk permainan, KodingMu tetap menjaga esensi pendidikan. Sistem aplikasi juga secara otomatis membatasi waktu akses harian, agar pengguna tidak terus-menerus bermain tanpa kontrol.

Hingga saat ini, KodingMu telah digunakan oleh lebih dari 1.500 pengguna, mulai dari pelajar hingga guru. Tak hanya itu, siapa pun yang ingin melatih cara berpikir komputasional juga dapat menggunakan aplikasi ini, bahkan di luar konteks sekolah formal.

KodingMu dikembangkan bersama mahasiswa dan dosen Jurusan Informatika, Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura. “Melibatkan seluruh dosen Jurusan Informatika, kami mengerjakannya bersama,” katanya.

 

Antusiasme Dunia Pendidikan

Keterlibatan akademisi Universitas Tanjungpura menjadi salah satu kekuatan KodingMu. Dosen Teknik Untan, Anggi Perwitasari, yang turut terlibat dalam pengembangan, melihat langsung antusiasme para guru dan siswa saat pertama kali mencoba aplikasi ini.

“Waktu guru mencobanya, mereka excited. Mereka penasaran, apakah ini bisa diajarkan di kelas. Artinya, ini memang bisa digunakan untuk pembelajaran,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kurikulum awal KodingMu disusun menyesuaikan kebutuhan pendidikan. Namun, pengembang sangat terbuka terhadap masukan. Feedback dari pengguna menjadi bahan penting untuk terus menyempurnakan konten dan fitur.

Hal senada disampaikan Dosen Teknik Untan lainnya, Tursina. Ia menyebut KodingMu telah disosialisasikan kepada guru dan siswa, dengan respons yang sangat baik.

“Guru maupun siswa menunggu pembelajaran ini,” katanya.

Herry menambahkan, saat ini pihaknya juga tengah meningkatkan partisipasi pengguna dalam komunitas. Karena itu, fitur komunitas menjadi salah satu pilar utama. Di ruang ini, siswa dapat berinovasi seluas-luasnya, berbagi proyek, berdiskusi, hingga belajar kolaborasi.

“Kami percaya ini tidak akan berkembang kalau tidak ada komunitas,” ujar Herry.

Herry menegaskan, KodingMu akan terus tumbuh melalui masukan dan partisipasi penggunanya. Ia pun berharap aplikasi ini hadir sebagai solusi lokal dengan dampak nasional. “Semoga aplikasi ini dapat digunakan oleh anak-anak dan guru di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (sti)

Editor : Hanif
#edukasi anak #Kodingmu #Menyenangkan #kurikulum digital #aplikasi web