Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pesona Tuja Sentarum di Pelosok Kabupaten Sintang: Riwayat Sunyi Alam Silit yang Dijaga dengan Kesadaran

Riska Nanda Kumala Sari • Selasa, 6 Januari 2026 | 09:43 WIB

 

AIR TERJUN: Keindahan air terjun Tuja Sentarum di Dusun Silit, Desa Nanga Pari, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. Air terjun ini merupakan pertemuan dua sumber air jernih yang menyatu dalam aliran.
AIR TERJUN: Keindahan air terjun Tuja Sentarum di Dusun Silit, Desa Nanga Pari, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. Air terjun ini merupakan pertemuan dua sumber air jernih yang menyatu dalam aliran.

Tuja Sentarum di Dusun Silit, Desa Nanga Pari, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, menyimpan keindahan alam sunyi yang tetap lestari berkat kesadaran masyarakat adat dalam menjaganya. Di tengah keterbatasan akses dan tekanan eksploitasi, kawasan ini menjadi bukti bahwa perlindungan alam berbasis komunitas mampu mempertahankan pesona sekaligus keberlanjutan lingkungan.

RISKA NANDA, Sintang

Di pelosok Kabupaten Sintang, tepatnya di Dusun Silit, Desa Nanga Pari, Kecamatan Sepauk, tersimpan keindahan yang belum banyak tersentuh tangan manusia. Warga setempat menyebutnya Tuja Sentarum, sementara sebagian mengenalnya sebagai Riam Sentarum. Bagi siapa pun yang berhasil menjejakkan kaki ke sana, tempat ini bukan sekadar destinasi, melainkan sebuah pengalaman.

Tuja Sentarum terbentuk dari pertemuan dua sumber air jernih yang menyatu dalam aliran deras, namun menenangkan. Airnya mengalir di hadapan hamparan batu besar yang tersusun alami, menciptakan ruang-ruang datar tempat pengunjung dapat beristirahat, duduk sejenak, atau sekadar membiarkan kaki menyentuh air yang segar. Suasana sunyi, yang hanya diisi gemericik air dan suara hutan, menjadi daya tarik utamanya.

Namun, keindahan tersebut tidak datang tanpa perjuangan. Untuk mencapai Tuja Sentarum, perjalanan dari pusat dusun memakan waktu sekitar satu jam. Jalur yang dilalui masih berupa jalan hutan, sebagian dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki. Medan yang cukup ekstrem justru membuat setiap orang yang tiba semakin menghargai alam yang ditemuinya.

Kepala Desa Nanga Pari, Yohanes Muludi, menyebut hingga kini Tuja Sentarum belum dikembangkan sebagai objek wisata secara terbuka.

“Pengembangannya belum tampak, tetapi sistem penjagaan sudah ada. Kami berbenturan dengan aturan masyarakat, khususnya Dusun Silit, karena mereka sangat menjaga lingkungan hidupnya,” ujar Yohanes.

Ia menambahkan, masyarakat dari luar kerap datang untuk berburu, sehingga setiap kunjungan selalu dikawal aparat dusun agar tidak menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.

Menurut Yohanes, tantangan utama pengembangan kawasan ini terletak pada akses jalan yang jauh dan belum memadai.

“Kalau ke depan dikembangkan, itu berdasarkan kemampuan desa. Kami juga mencari dukungan dari luar, tinggal kesiapan masyarakatnya,” katanya.

Pesona Tuja Sentarum juga menarik perhatian Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Barat. Sejak 2017, bersama masyarakat, Walhi Kalbar mendampingi proses pengajuan hutan adat guna menjaga kawasan tersebut tetap lestari.

Pjs Direktur Walhi Kalbar, Sri Hartini, menilai kawasan Silit memiliki potensi hutan yang sangat penting untuk dilindungi.

“Sayang jika hutan yang bagus harus berubah menjadi lahan sawit. Kami masuk untuk pemberdayaan agar hal itu tidak terjadi,” tuturnya.

Perjuangan tersebut membuahkan hasil pada 2022, ketika status hutan adat Dusun Silit resmi ditetapkan seluas 4.272 hektare. Status ini menjadi penguat bagi masyarakat dalam menjaga hutan, termasuk Tuja Sentarum, dari ancaman perkebunan sawit dan aktivitas pertambangan tanpa izin.

Di tengah tekanan ekspansi dan kerusakan lingkungan di sejumlah wilayah, Dusun Silit berdiri sebagai contoh bahwa keindahan alam dapat bertahan ketika dijaga dengan kesadaran.

“Kami berharap pemerintah daerah melihat potensi ini, sejalan dengan semangat energi hijau dan pembangunan yang berpihak pada kelestarian,” tukas Sri. *

Editor : Hanif
#Dusun Silit #Tersembunyi #sintang #pengalaman #Tuja Sentarum #Pesona #hutan #alam