Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bukan Sekadar Durian: Malam Musang King di Jantung Bukit Bintang

Salman Busrah • Kamis, 8 Januari 2026 | 15:08 WIB

Durian Musang King atau Mao Shan Wang khas daerah Kelantan, bisa anda temukan di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur Malaysia.
Durian Musang King atau Mao Shan Wang khas daerah Kelantan, bisa anda temukan di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur Malaysia.

PONTIANAK POST - Durian Musang King tak pernah kehilangan penggemar. Bagi pencinta buah berduri, varietas ini bukan sekadar buah musiman, melainkan simbol kenikmatan yang punya karakter rasa sendiri.

Dagingnya tebal, lembut, berwarna kuning keemasan, dengan perpaduan manis dan pahit yang khas—rasa yang menetap lama di lidah.

Di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur, khususnya sepanjang Jalan Alor dan Jalan Pavilion, Musang King tidak hanya dijual sebagai durian. Para pedagang di sini menjual pengalaman.

Menikmati Musang King di jantung kota wisata ini adalah soal rasa yang bertemu suasana.

Ketika malam turun, Jalan Alor berubah menjadi pasar malam yang hidup.

Baca Juga: Manfaat Makan Durian bagi Kesehatan, Baik untuk Jantung hingga Tingkatkan Energi

Lampion-lampion merah bergantungan di atas kepala, papan neon warna-warni menyala, dan arus manusia dari berbagai negara memenuhi lorong-lorong kuliner.

Aroma makanan bercampur dengan bau khas durian yang tajam namun menggoda. Riuh suara pengunjung, pelayan, dan denting peralatan makan menyatu menjadi musik malam khas Bukit Bintang.

Musang King di kawasan ini dijual dengan sistem per kilogram. Harga bergantung pada ukuran dan kualitas buah. Bagi pengunjung yang ingin mencicipi tanpa membeli dalam jumlah besar, tersedia pula paket praktis—tiga buah Musang King ukuran kecil seharga 100 ringgit Malaysia.

Durian Musang King atau Mao Shan Wang khas daerah Kelantan, bisa anda temukan di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur Malaysia.
Durian Musang King atau Mao Shan Wang khas daerah Kelantan, bisa anda temukan di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur Malaysia.

Setiap buah yang dipilih akan ditimbang terlebih dahulu di hadapan pembeli sebelum disajikan.

Proses penyajian menjadi bagian dari pengalaman. Durian yang telah dipesan tidak langsung dibuka sembarangan. Setelah ditimbang, kulit durian dibelah rapi, dagingnya dikeluarkan, lalu disusun dalam nampan kecil dari anyaman tumbuhan.

Baca Juga: Berhenti Jadi Sopir Taksi, Saputra Sukses Kembangkan Durian Premium di Sambas

Di dalamnya sudah disiapkan sarung tangan plastik dan tisu, memudahkan pembeli menjaga kebersihan tangan. Konsumen tak lagi repot membuka durian sendiri—cukup duduk dan mencicipinya.

Beberapa gerai menawarkan suasana yang lebih nyaman. Ruangan berpendingin udara membuat pengunjung betah berlama-lama.

Lampu-lampu dekoratif warna-warni mempercantik ruang, sementara layar video menayangkan proses panen durian di kebun—gambar para petani memetik buah berduri dari pohonnya menghadirkan nuansa asal-usul Musang King yang autentik.

Di meja-meja makan, para pengunjung terlihat menikmati durian dengan santai. Ada yang berbincang, ada yang sibuk mengabadikan momen dengan ponsel, ada pula yang larut dalam kenikmatan rasa.

Musang King di sini menjadi alasan berkumpul, berbagi cerita, dan merayakan malam.

Menikmati Musang King di Bukit Bintang akhirnya bukan hanya soal rasa. Ia adalah perjumpaan antara durian, cahaya lampu kota, pasar malam yang melegenda, dan atmosfer kosmopolitan Kuala Lumpur.

Baca Juga: Laris Manis! Durian Lokal Jemongko dan Balai Karangan Diburu Penggemar di Pontianak

Di jantung Bukit Bintang, Musang King menjelma bukan sekadar buah, melainkan pengalaman malam yang sulit dilupakan. (*)

Editor : Miftahul Khair
#bukit bintang #durian #musang king #kuala lumpur #buah #malaysia