Gedung Layanan Perpustakaan Kota Pontianak yang baru, yang terletak di Jalan Ampera, telah menunjukkan dampak positif terhadap minat baca dan aktivitas literasi masyarakat sejak diresmikan pada 29 Desember 2025.
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
Setelah pembukaan resmi, kunjungan ke perpustakaan ini meningkat secara signifikan, bahkan hampir dua kali lipat dibandingkan sebelum peresmian.
Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, Rendrayani, pada hari pertama operasional setelah peresmian tercatat sebanyak 218 pengunjung. Selama masa libur sekolah, rata-rata kunjungan harian mencapai sekitar 230 orang.
Namun, setelah aktivitas sekolah kembali normal, jumlah pengunjung mengalami lonjakan tajam hingga mencapai 470 hingga 490 orang per hari.
"Pada hari pertama dibuka tercatat 218 pengunjung. Saat libur sekolah rata-rata sekitar 230 pengunjung per hari. Sekarang setelah sekolah masuk, justru meningkat menjadi 470 sampai 490 pengunjung per hari," ujar Rendrayani dalam wawancara pada Rabu (14/1).
Peningkatan jumlah pengunjung ini dinilai sebagai hasil dari hadirnya gedung perpustakaan baru yang lebih modern, representatif, dan inklusif. Gedung yang terletak di samping SMAN 8 Pontianak tersebut dirancang sebagai ruang literasi yang ramah untuk berbagai kalangan masyarakat.
Saat ini, Gedung Layanan Perpustakaan Kota Pontianak beroperasi setiap hari kerja dari pukul 07.30 hingga 17.00 WIB. Pada akhir pekan, layanan tetap buka mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, kecuali pada hari libur nasional.
Ririn menjelaskan bahwa jam operasional ini masih bersifat sementara, dan rencananya akan diperpanjang hingga pukul 20.00 WIB setelah sarana prasarana, terutama penerangan jalan di sekitar kawasan perpustakaan, memadai.
Selain koleksi buku dan ruang baca, gedung baru ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti ruang rapat, ruang serbaguna, dan studio yang dapat digunakan oleh komunitas dan masyarakat untuk kegiatan edukatif dan sosial. Semua fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara gratis tanpa biaya.
Masyarakat yang ingin membaca di tempat tidak diwajibkan menjadi anggota, namun untuk meminjam buku, mereka perlu mendaftar sebagai anggota perpustakaan. Perpustakaan Kota Pontianak juga menyediakan layanan digital melalui aplikasi perpustakaan elektronik dengan koleksi sekitar 4.000 judul buku digital serta layanan baca daring melalui situs web resmi.
"Pembangunan gedung ini adalah hasil dari proses panjang yang dimulai sejak 2023, dengan tantangan utama pada pemenuhan persyaratan lahan seluas 3.500 meter persegi yang harus milik pemerintah daerah," tambah Ririn.
Proyek ini dilaksanakan dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2025 dari Perpustakaan Nasional dan Kementerian Keuangan. Pembangunan dimulai pada 28 Februari 2025 dan selesai tepat waktu pada 26 September 2025. Gedung ini resmi dibuka pada 19 Desember 2025, dan kini menjadi salah satu ruang publik literasi yang paling ramai di Kota Pontianak.
Pemerintah Kota Pontianak berharap Gedung Layanan Perpustakaan ini dapat menjadi pusat literasi, ruang belajar bersama, serta wadah interaksi sosial yang mendukung budaya baca dan kreativitas masyarakat.(*)
Editor : Hanif