Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Fauzi Purwolaksono dan Januari Persembahkan Emas untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025

Aristono Edi Kiswantoro • Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:32 WIB
DARI KALBAR: Fauzi Purwolaksono (Kiri) dan Januari (Kanan), atlet disabilitas asal Kalbar, sukses meraih emas di ASEAN Para Games 2025 Thailand.
DARI KALBAR: Fauzi Purwolaksono (Kiri) dan Januari (Kanan), atlet disabilitas asal Kalbar, sukses meraih emas di ASEAN Para Games 2025 Thailand.

Fauzi Purwolaksono dan Januari, dua atlet disabilitas asal Kalimantan Barat, mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand. Dari petugas kebersihan honorer di Kubu Raya hingga perenang muda asal Pontianak pemecah rekor, keduanya membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berjaya di panggung internasional.

ARISTONO EDI K, Pontianak

Panggung ASEAN Para Games (APG) 2025 di Thailand menjadi saksi kebangkitan dan ketangguhan atlet disabilitas asal Kalimantan Barat. Dua putra daerah, dengan latar belakang hidup yang jauh dari sorotan, tampil sebagai pahlawan Merah Putih setelah sama-sama mempersembahkan medali emas bagi Indonesia. Prestasi ini bukan hanya soal kemenangan olahraga, melainkan juga kisah tentang daya juang, ketekunan, dan martabat manusia yang menolak menyerah pada keterbatasan.

Nama Fauzi Purwolaksono mencuat dari arena para atletik. Atlet asal Kabupaten Kubu Raya itu kembali menunjukkan kelasnya di nomor lempar lembing putra Men’s Javelin F57. Dengan lemparan sejauh 43,77 meter, Fauzi memastikan diri berdiri di podium tertinggi sekaligus memperpanjang tradisi emas tiga kali berturut-turut di ajang ASEAN Para Games, Kamis (22/1).

Dominasi Fauzi di level Asia Tenggara kian menegaskan posisinya sebagai salah satu andalan Indonesia di cabang para atletik. Namun di balik prestasi gemilang tersebut, kehidupan Fauzi jauh dari gambaran atlet elite. Sehari-hari, ia bekerja sebagai petugas kebersihan honorer di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kubu Raya, dengan status pegawai kontrak.

Keterbatasan ekonomi dan status pekerjaan tidak menyurutkan tekad Fauzi untuk terus berprestasi. Justru dari keseharian itulah lahir disiplin, ketekunan, dan mental baja yang membawanya menembus panggung internasional.

Perjalanan hidup Fauzi tidak lepas dari peristiwa pahit yang mengubah segalanya. Pada 2007, ia mengalami kecelakaan lalu lintas bersama sang ayah yang menyebabkan kaki kanannya patah. Masa pemulihan panjang dan penuh ketidakpastian harus dijalani sebelum akhirnya ia menerima kenyataan dan menata ulang masa depan.

Bangkit dari keterpurukan, Fauzi memilih bekerja sebagai tenaga kebersihan sembari mencari ruang baru untuk berprestasi. Dunia olahraga disabilitas menjadi jalan yang ia tempuh, dimulai dari keikutsertaannya pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2012 di Riau. Sejak saat itu, Fauzi konsisten menempa diri hingga menjelma menjadi atlet berkelas internasional.

Dari lintasan lempar lembing, kebanggaan Kalimantan Barat berlanjut ke kolam renang. Januari, atlet para renang asal Pontianak, juga mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih medali emas nomor 200 meter gaya bebas S5 putra, sekaligus memecahkan rekor ASEAN Para Games.

Perenang disabilitas berusia 22 tahun itu menuntaskan lomba dengan waktu 2 menit 49,83 detik, memecahkan rekor sebelumnya 2 menit 51,20 detik. Januari mengungguli atlet Malaysia M Nur Syaiful yang finis kedua, serta wakil tuan rumah Thailand Phuchit Aingchaiyap di posisi ketiga.

Bagi Januari, medali emas tersebut sarat makna personal. Ia mengakui bahwa dukungan dan doa sang ibu menjadi sumber kekuatan terbesar yang membantunya mengatasi tekanan pertandingan dan rasa gugup di arena internasional.

“Alhamdulillah, dukungan dan doa paling ampuh dari ibu yang membuat saya percaya diri untuk memberikan yang terbaik,” ujar Januari, dikutip dari keterangan resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Prestasi di Thailand menjadi tonggak penting dalam karier internasional Januari. Menariknya, dari Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia, ia sejatinya hanya diminta tampil maksimal tanpa target khusus. Namun, kepercayaan diri dan tekad kuat membuatnya mampu melampaui ekspektasi dengan meraih emas.

Medali emas ini juga menjadi emas internasional pertama Januari di ajang ASEAN Para Games. Pada APG 2023 di Kamboja, ia harus puas dengan tiga medali perak, dua dari nomor individu dan satu dari estafet. Hasil di Thailand menjadi bukti kematangan mental dan peningkatan performa yang signifikan.

Dua medali emas dari Fauzi dan Januari menegaskan bahwa atlet disabilitas asal Kalimantan Barat tidak hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi sebagai kekuatan utama Indonesia di level Asia Tenggara.Prestasi ini sekaligus membuka mata publik tentang potensi besar atlet disabilitas daerah yang kerap berjuang dengan keterbatasan fasilitas, ekonomi, dan perhatian.

Lebih dari sekadar angka di papan klasemen, kemenangan di ASEAN Para Games 2025 menjadi pesan kuat bahwa keterbatasan fisik dan latar belakang sosial bukan penghalang untuk berdiri sejajar di panggung dunia.

 Dari petugas kebersihan hingga pemecah rekor, atlet disabilitas Kalimantan Barat telah membuktikan bahwa semangat juang mampu mengibarkan Merah Putih setinggi-tingginya di hadapan dunia. **

Editor : Hanif
#thailand #raih emas #kalbar #atlet disabilitas #ASEAN Para Games 2025