Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Gubernur dan Wali Kota Ikut Pawai Obor Sambut Ramadan, Jadikan Ramadan untuk Memperkuat Harmoni Antarumat

Hanif PP • Rabu, 18 Februari 2026 | 11:58 WIB
PAWAI OBOR: Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama istri dan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengikuti pawai obor menyambut Ramadan.
PAWAI OBOR: Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama istri dan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengikuti pawai obor menyambut Ramadan.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, berharap Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum mempererat persaudaraan dan menjaga suasana kondusif di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. Harapan itu disampaikannya saat pelaksanaan pawai obor menyambut bulan suci di Pontianak, Senin malam (16/2).

RAMSES TOBING, Pontianak

Menurut Norsan, semangat menyambut Ramadan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi perlu diterjemahkan dalam sikap saling menghormati dan menjaga harmoni sosial.

Ia menilai bulan puasa seharusnya menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat solidaritas antarwarga.

Ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki hubungan sosial dan membangun suasana yang tenang serta kondusif.

Dalam konteks Kalimantan Barat yang dihuni beragam suku, agama, dan budaya, suasana damai dinilai sebagai prasyarat utama agar kehidupan bermasyarakat tetap stabil.

Pawai obor yang telah dilaksanakan, lanjutnya, merupakan tradisi turun-temurun yang hidup di tengah masyarakat. Tradisi tersebut menjadi simbol kegembiraan sekaligus rasa syukur dalam menyambut bulan penuh berkah.

Meski demikian, Norsan menekankan bahwa makna obor tidak hanya pada simbol cahaya, tetapi juga pada komitmen menjaga nilai kebersamaan. Ia mengingatkan peserta pawai agar tetap tertib, mengikuti arahan panitia, dan berjalan sesuai jalur yang ditentukan demi keselamatan bersama.

Tahun ini, pelaksanaan pawai obor bertepatan dengan perayaan Imlek oleh masyarakat Tionghoa. Menurut Norsan, kebetulan tersebut memperlihatkan wajah keberagaman Kalimantan Barat yang berjalan berdampingan tanpa gesekan.

Ia menilai pertemuan dua momentum keagamaan dalam satu waktu menjadi pengingat bahwa perbedaan bukan penghalang untuk hidup rukun. Justru, keberagaman itu menjadi kekuatan sosial yang perlu dijaga bersama.

Norsan menegaskan, setelah kegiatan pawai obor usai, yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai Ramadhan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap masyarakat menjaga persaudaraan, menahan diri dari hal-hal yang dapat memicu konflik, serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan harmonis sepanjang bulan suci. (*)

Editor : Hanif
#ria norsan #gubernur kalbar #ramadan #imlek #kondusivitas #Persaudaraan