Suasana Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (10/3), terasa khidmat. Ratusan orang dari berbagai penjuru kota berkumpul, sebagian mengenakan pakaian sederhana, sebagian lagi membawa senyum haru.
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
Mereka adalah para petugas fardhu kifayah dan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah, orang-orang yang selama ini bekerja dalam senyap, melayani masyarakat tanpa banyak sorotan.
Pada hari itu, Pemerintah Kota Pontianak menyerahkan bantuan biaya operasional kepada 675 petugas fardhu kifayah dan 37 lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah.
Setiap petugas fardhu kifayah menerima bantuan sebesar Rp2,8 juta per orang per tahun, sementara masing-masing lembaga madrasah diniyah memperoleh Rp3,6 juta. Bagi sebagian orang, angka tersebut mungkin tidak besar. Namun bagi mereka yang mengabdikan diri untuk pelayanan sosial dan pendidikan agama, perhatian itu menjadi bentuk penghargaan yang berarti.
“Petugas fardhu kifayah memiliki tugas yang sangat mulia. Mereka mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan hingga menguburkan sesuai syariat Islam,” ujar Amirullah usai penyerahan bantuan.
Ia menuturkan, peran petugas fardhu kifayah sering kali luput dari perhatian. Padahal di tengah masyarakat, keberadaan mereka selalu dibutuhkan. Di saat keluarga yang ditinggalkan sedang berduka, para petugas inilah yang membantu memastikan proses pengurusan jenazah berjalan dengan baik sesuai tuntunan agama.
Namun, menurut Amirullah, jumlah petugas fardhu kifayah saat ini masih terbatas, terutama dari kalangan generasi muda. Tidak semua orang memiliki keberanian maupun kesiapan mental untuk menjalankan tugas tersebut.
“Karena itu kami berharap ke depan semakin banyak warga, khususnya generasi muda, yang bersedia menjadi petugas fardhu kifayah,” katanya.
Selain petugas fardhu kifayah, perhatian juga diberikan kepada para guru Madrasah Diniyah Takmiliyah. Mereka selama ini menjadi bagian penting dalam membangun fondasi pendidikan agama bagi anak-anak di lingkungan masyarakat.
Di madrasah diniyah, anak-anak belajar membaca Al-Qur’an, memahami tata cara ibadah, serta mengenal nilai-nilai dasar keislaman yang menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Peran guru madrasah diniyah sangat penting dalam membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak baik,” tambah Amirullah.
Pemerintah Kota Pontianak, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan dukungan kepada para petugas fardhu kifayah dan guru madrasah diniyah. Salah satunya melalui peningkatan nilai bantuan operasional.
Jika pada tahun sebelumnya bantuan yang diberikan sebesar Rp1,8 juta per orang per tahun, maka pada tahun ini meningkat menjadi Rp2,8 juta per orang.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pontianak, M. Yasin, selaku ketua panitia kegiatan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan dan penghargaan atas pengabdian mereka kepada masyarakat.
“Bantuan ini merupakan bentuk dukungan dan penghargaan Pemerintah Kota Pontianak kepada petugas fardhu kifayah dan guru madrasah diniyah yang telah memberikan pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.
Penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 10 hingga 11 Maret 2026. Anggarannya bersumber dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pontianak Tahun Anggaran 2026.
Melalui bantuan tersebut, pemerintah berharap para petugas fardhu kifayah dan guru madrasah diniyah tetap semangat menjalankan peran mereka di tengah masyarakat.(*)
Editor : Hanif