Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemkot Pontianak Apresiasi Seribu Guru Ngaji Tradisional: Harunya Kakek Satuki, Delapan Dekade Mengabdi Ajarkan Alqur'an

Mirza Ahmad Muin • Jumat, 13 Maret 2026 | 11:03 WIB

 

BANTUAN: Satuki (80), Guru Ngaji Tradisional di Pontianak Timur, bersama seribu rekan sejawatnya, menerima bantuan biaya operasional secara simbolis dari Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Aula
BANTUAN: Satuki (80), Guru Ngaji Tradisional di Pontianak Timur, bersama seribu rekan sejawatnya, menerima bantuan biaya operasional secara simbolis dari Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Aula

Di modernisasi Pontianak, selalu ada sosok-sosok sederhana seperti guru ngaji tradisional yang menjaga warisan nilai dan akhlak. Mereka mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Pontianak.

AHMAD MIRZA MUIN, Pontianak

Pagi itu, Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak dipenuhi raut wajah bahagia para guru ngaji tradisional. Di antara mereka, seorang lelaki sepuh tampak duduk tenang sambil sesekali tersenyum. Namanya Satuki. Usianya kini delapan puluh tahun, tetapi semangatnya untuk mengajar mengaji kepada anak-anak di kampungnya masih sama seperti puluhan tahun lalu.

Ketika namanya dipanggil untuk menerima bantuan biaya operasional dari Pemerintah Kota Pontianak, raut haru tak dapat disembunyikannya. Dengan langkah perlahan, ia maju ke depan. Bagi Satuki, perhatian pemerintah kepada para guru ngaji tradisional bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap pengabdian panjang mereka dalam menjaga tradisi mengaji di tengah masyarakat.

Satuki mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada para Guru Ngaji Tradisional di Kota Pontianak. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi para pengajar yang selama ini dengan sabar membimbing anak-anak mengenal huruf-huruf Al-Qur'an.

“Pemerintah Kota Pontianak punya perhatian besar kepada guru-guru ngaji, khususnya, dan juga kepada kawan-kawan fardhu kifayah. Untuk itulah kami mengucapkan syukur alhamdulillah,” ucapnya usai menerima bantuan secara simbolis dari Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di Aula Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (12/3).

Perjalanan Satuki sebagai guru ngaji dimulai sejak tahun 1980. Saat itu, ia hanya mengajar beberapa anak di rumahnya. Seiring waktu, jumlah murid semakin bertambah hingga akhirnya dibangun sebuah surau kecil di lingkungan tempat tinggalnya, di Gang Haji Ashari, Pontianak Timur.

“Sudah mengajar anak-anak mengaji di daerah saya sendiri sejak tahun 1980. Awalnya dari rumah, kemudian perlahan ada peningkatan hingga dibuat surau kecil. Di situlah saya mengajar sampai sekarang,” ungkapnya.

Kini, sekitar enam puluh anak belajar mengaji kepadanya. Setiap hari, suara anak-anak melafalkan ayat-ayat Al-Qur'an terdengar dari surau kecil itu. Bagi Satuki, momen-momen seperti itulah yang membuatnya tetap bersemangat mengajar meski usia telah lanjut.

Ia berharap perhatian pemerintah kepada Guru Ngaji Tradisional dapat terus berlanjut. Menurutnya, keberadaan guru ngaji sangat penting dalam membentuk generasi yang memahami nilai-nilai agama sejak usia dini.

“Ke depannya, perhatian seperti ini kalau bisa terus berjalan. Karena tujuan Guru Ngaji Tradisional agar masyarakat dapat mengenal dan membaca Al-Qur'an, khususnya anak-anak,” terang Satuki.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengapresiasi peran para Guru Ngaji Tradisional yang selama ini membantu masyarakat, terutama dalam membimbing anak-anak agar mampu membaca Al-Qur'an. Ia menilai para guru ngaji memiliki peran besar dalam membangun fondasi keagamaan di tengah masyarakat.

Edi menyebutkan, tahun ini terdapat 1.006 Guru Ngaji Tradisional di Kota Pontianak yang menerima bantuan biaya operasional. Masing-masing menerima bantuan sebesar Rp2,8 juta. “Semoga ini dapat menjadi penyemangat bagi para Guru Ngaji Tradisional dalam mengajarkan masyarakat, khususnya anak-anak, membaca Al-Qur'an,” jelasnya.

Ia menambahkan, para Guru Ngaji Tradisional tidak hanya mengajarkan cara membaca Al-Qur'an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan serta membimbing masyarakat dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

Menurut Edi, peran tersebut menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, terutama di era digital yang sarat dengan berbagai pengaruh. “Peran mereka sangat penting untuk meningkatkan keimanan anak-anak kita. Terlebih, di era sekarang tantangannya sangat besar, terutama di era digital,” tegasnya.

Edi juga berpesan agar para Guru Ngaji Tradisional terus bersemangat dalam menjalankan pengabdian mereka di tengah masyarakat. Ia berharap anak-anak di Kota Pontianak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik melalui pendidikan Al-Qur'an yang diberikan oleh para guru ngaji. “Semoga anak-anak kita memiliki akhlakul karimah, yaitu budi pekerti yang baik,” tutupnya. (iza/r)

Editor : Hanif
#guru ngaji #bantuan operasional #apresiasi #pemkot pontianak #tradisional