Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Perjalanan Ribuan Kilometer Perantau Demi Pulang Kampung: Tiket Pesawat Boleh Habis, Rindu Rumah Tetap Abadi

Siti Sulbiyah • Senin, 16 Maret 2026 | 11:52 WIB

 

MUDIK JALUR LAUT: Ratusan calon penumpang memadati Pelabuhan Pontianak menjelang keberangkatan kapal, Jumat (13/3). Banyak perantau memilih transportasi laut setelah tiket pesawat menjelang Lebaran
MUDIK JALUR LAUT: Ratusan calon penumpang memadati Pelabuhan Pontianak menjelang keberangkatan kapal, Jumat (13/3). Banyak perantau memilih transportasi laut setelah tiket pesawat menjelang Lebaran

Perjalanan mudik tidak selalu singkat. Ribuan kilometer perjalanan darat di tempuh, dari pedalaman Kapuas Hulu hingga Pelabuhan Pontianak. Lalu lanjut berhari-hari di kapal. Hanya kerinduan yang membawa para perantau menempuh perjalanan panjang menuju rumah.

SITI SULBIYAH, Pontianak

Koper, tas besar, dan kardus oleh-oleh tampak menumpuk di berbagai sudut ruang tunggu Pelabuhan Pontianak, Jumat siang (13/3). Para calon penumpang duduk berderet di kursi plastik sambil sesekali melirik ke arah dermaga. Di kejauhan, badan kapal KM Dharma Kartika VII terlihat bersandar tenang, menunggu waktu berlayar menuju Semarang.

Suasana mudik mulai terasa. Ratusan orang memadati area pelabuhan untuk menunggu keberangkatan kapal yang akan membawa mereka pulang ke Pulau Jawa menjelang Hari Raya Idulfitri.

Di antara keramaian itu, dua pria tampak duduk santai sambil mengamati antrean di loket pelayanan. Mereka adalah Alif dan Tukimin, pekerja perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kapuas Hulu yang bersiap pulang ke kampung halaman di Jawa Tengah.

Keduanya memilih menunggu hingga antrean tidak terlalu padat sebelum menukarkan tiket kapal. Waktu keberangkatan masih beberapa jam lagi, namun mereka sudah tiba di pelabuhan sejak siang hari.

“Sekarang kerja di perkebunan sawit di Kapuas Hulu,” ujar Alif singkat.

Perjalanan pulang kampung bagi mereka bukan perkara mudah. Dari Kapuas Hulu, mereka harus menempuh perjalanan darat yang panjang menuju Kota Pontianak. Setelah itu barulah melanjutkan perjalanan laut menuju Semarang.

Perjalanan berlapis itu harus dijalani demi satu tujuan: pulang ke rumah dan merayakan Lebaran bersama keluarga.

Awalnya, Alif dan Tukimin berencana menggunakan pesawat terbang agar perjalanan lebih cepat. Namun rencana itu berubah ketika mereka tidak berhasil mendapatkan tiket penerbangan yang sesuai dengan jadwal kepulangan.

“Maunya pakai pesawat, tapi tidak dapat tiket,” kata Tukimin.

Pilihan akhirnya jatuh pada kapal laut. Meski perjalanan akan memakan waktu lebih lama, mereka tidak mempermasalahkannya.

Bagi para perantau, perjalanan panjang sering kali menjadi bagian dari tradisi pulang kampung yang sudah biasa dijalani setiap tahun.

Di sekitar pelabuhan, para penumpang terlihat membawa berbagai barang bawaan. Ada yang menggendong ransel besar, menarik koper, hingga memanggul kardus berisi pakaian dan oleh-oleh.

Sebagian diantar oleh keluarga atau kerabat hingga ke area pelabuhan. Mereka berbincang santai, mengabadikan foto bersama, atau sekadar duduk menunggu waktu keberangkatan kapal.

Kapal yang akan mereka tumpangi dijadwalkan berangkat pada malam hari dengan tujuan Semarang dan mengangkut ratusan penumpang dari Pontianak.

Ramainya aktivitas di pelabuhan ini menjadi tanda awal mulai bergeraknya arus mudik Lebaran dari Kalimantan Barat. Dalam beberapa hari ke depan, jumlah penumpang diperkirakan akan terus meningkat.  (**)

Editor : Hanif
#Kapuas Hulu #jawa #pulang kampung #perantau #pontianak #lebaran #kapal