Bulan puasa menjadi pengalaman tak terlupa bagi Hanan, pelajar siswa SD Mujahidin Pontianak. Program Pesantren Ramadan yang diikutinya betul-betul mengesankan. Terlebih ketika program memberikan bantuan paket Ramadan. Serunya, dia bersama teman-teman turut mengikuti semua proses hingga kegiatan distribusi bantuan sampai ke tangan yang berhak.
Mirza Ahmad Muin, Pontianak
Hanan pelajar kelas 6 SD Mujahidin Pontianak bersama beberapa teman turut serta ikut berbelanja paketan sembako di pasar tradisional, belum lama ini.
Bersama guru pendamping, mereka diajak memilih satu-satu barang. Ada minyak, beras, telur gula hingga sirup. Di pasar tradisional itu, dia banyak belajar. Pengalaman sekaligus pengetahuan baru didapatnya. Bagaimana dia melihat aktivitas sosial di pasar. Mulai dari proses tawar menawar barang, melihat langsung ramainya masyarakat belanja. Seru. Kadang berdesakan. Tapi badan kecilnya tak mau kalah. Berbekal semangat besar, mereka ikut belanja.
Baginya, mengikuti semua proses dari kegiatan pemberian bantuan untuk masyarakat tidak mampu itu merupakan kali pertamanya. Kata Hanan, asyik dan seru. Sebab dia terjun langsung memilih kebutuhan pokok untuk diberikan buat masyarakat yang berhak. Selain beramal, pengalaman belanja langsung ini menjadi pengalaman berharga buatnya.
Selama ini, kegiatan pemberian bantuan sekolah hanya diketahuinya ketika semua barang kebutuhan untuk dibagikan sudah di depan mata. Di tahun ini, SD Mujahidin Pontianak melakukannya dengan cara berbeda. Para pelajar juga dilibatkan dalam proses belanja ke pasar. Tujuannya agar mereka lebih memahami proses tahapan kegiatan hingga sampai barang kebutuhan pokok ini diterima oleh masyarakat yang memang berhak.
Perwakilan guru SD Mujahidin Pontianak Sabda mengatakan, rangkaian kegiatan ini sudah dimulai sejak 24 sampai 26 Februari lalu. Total pesertanya 188 anak. Tujuan kegiatan ini untuk membentuk penanaman karakter. “Di sekolah mereka tadarus, sirah Nabawi, adab dalam islam serta belajar ilmu fikih,” ujarnya.
Sementara itu, program sekolah juga berjalan. Seluruh peserta didik menyisihkan uang jajan untuk infak seribu rupiah. Hasil uang yang terkumpul inilah dibelanjakan untuk membeli kebutuhan sembako. Agar prosesnya semakin terasa, pihaknya juga melibatkan pelajar untuk belanja langsung ke pasar.
Di pasar mereka memilih langsung kebutuhan sembakonya. Mulai dari beras, minyak goreng, sirup, gula, mie dan telur. Secara keseluruhan anak-anak senang. Sebab mereka bisa ke pasar membelanjakan paket ramadan sebanyak 160 paket ini.
Setelah dari pasar, mereka juga ikut membantu mengemas dan menyusun sembako. Setelah itu barulah disalurkan kepada masyarakat yang berhak. Seperti warga sekolah, murid yang membutuhkan, guru ngaji anak, petugas kebersihan, masyarakat sekitar lingkungan SD Mujahidin dan kaum duafa.
“Semuanya berjalan dengan lancar. Paling penting dari kegiatan ini anak-anak mendapatkan banyak pengalaman. Pastinya pengalaman ini akan melekat di karakter mereka baik saat ini hingga dewasa nanti,” harapnya. (*)
Editor : Hanif