Pagi di Jalan Gajah Mada belum sepenuhnya sibuk ketika kepul asap di Warung Kopi Asiang mulai menari-nari. Di antara riuh rendah suara sendok beradu cangkir, tampak sosok Djamari Chaniago duduk santai menikmati suasana.
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
Menteri Koordinator Politik dan Keamanan itu tidak sedang berada di ruang rapat formal yang kaku. Ditemani Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Jenderal justru memilih menyesap kearifan lokal di warung kopi paling legendaris di Kota Khatulistiwa.
Djamari tampak antusias memperhatikan jemari cekatan Asiang, sang pemilik warung yang legendaris, saat meracik kopi pesanannya. Baginya, ini bukan sekadar urusan kafein, melainkan sebuah perkenalan perdana yang manis dengan jiwa Kota Pontianak.
“Di sini beliau bisa merasakan langsung budaya ngopi pagi masyarakat Pontianak yang memang sudah menjadi bagian dari keseharian,” ujar Edi Rusdi Kamtono sambil tersenyum menyertai kunjungan pertama sang Menteri ke kota ini.
Baca Juga: Hadiri Silaturahmi di Kalbar, Menko Polkam Tekankan Pentingnya Kendalikan Ruang Digital dari Hoaks
Kunjungan kerja Menko Polkam ke Kalimantan Barat sebenarnya memiliki agenda utama yang cukup berat: memimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026 di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (16/4).
Namun, di sela-sela jadwal padat terkait program strategis seperti Koperasi Merah Putih dan MBG, Djamari memilih "mencuri" waktu untuk merasakan denyut nadi kota.
Kesan yang tertangkap pun sangat positif. Di mata sang purnawirawan Jenderal, Pontianak bukan sekadar titik koordinat nol derajat. Ia melihat sebuah kota yang tertata, nyaman, dan memiliki karakter budaya yang kuat.
“Secara umum beliau menilai Kota Pontianak terlihat bagus dan nyaman. Suasananya khas, terutama budaya ngopi yang begitu kuat di tengah masyarakat,” lanjut Edi menceritakan kesan sang Menteri.
Tak hanya soal estetika dan budaya, dari kacamata keamanan, Djamari memberikan rapor hijau. Ia menilai Pontianak berada dalam kondisi yang sangat kondusif tanpa ada riak permasalahan yang menonjol. Sebuah pengakuan yang menyejukkan bagi warga kota.
Baca Juga: Pinjam Motor Alasan Ambil Gas, Pelaku di Pontianak Tega Menggadaikan Kendaraan Korban
Pertemuan di warung kopi itu menjadi bukti bahwa diplomasi dan apresiasi terhadap sebuah daerah tak selamanya harus lewat laporan di atas meja kerja. Terkadang, rasa nyaman sebuah kota justru lebih jujur terpotret dari balik aroma secangkir kopi pagi yang hangat.(*)
Editor : Hanif