Duduk bersila memenuhi beranda, ruang depan hingga ruang tengah. Pembacaan puisi, cerpen, cerita rakyat, pantun serta lainnya silih berkait. Begitulah gambaran singkat Lebaran Sastra-Silaturahim Literasi, sebuah kegiatan layaknya acara keluarga besar yang datang untuk bertemu bersama setiap tahunnya.
SITI SULBIYAH, Pontianak
SUASANA sastra, seni, dan budaya terasa menyelimuti kegiatan Lebaran Sastra-Silaturahim Literasi yang digelar di Roemah Boedaya, Gg Hj Salmah Jalan Imam Bonjol, Sabtu (18/4). Dalam pelaksanaan yang keempat kalinya itu, kegiatan ini dihadiri oleh para pegiat literasi, komunitas-komunitas dari Kota Pontianak, Mempawah, dan Kubu Raya.
“Bercengkrama, bercerita, berbagi asa sambil menikmati kue lebaran,” ungkap Ahmad Sofian, inisiator dan dinamisator kegiatan.
Kegiatan dimulai tepat pada pukul 13.00 WIB. Dimulai dengan pembacaan cerita pendek, dilanjutkan pembacaan puisi, cerita rakyat, tundang dan lainnya oleh para tamu yang hadir.
Ahmad Sofian mengatakan Lebaran Sastra – Silaturahim Literasi hadir salah satunya karena kerinduan akan tradisi saling berkunjung, berkumpul, bercerita bersama di moment lebaran. Ini pun menjadi ajang menjaga silaturahmi.
Pertemuan semakin berkesan dengan sajian 200 porsi bubur rempah. Selain itu, juga tersedia berbagai macam kue tradisional. “Sengaja kita memilih menu tersebut. Agar lebih terasa makna dan suasana lebarannya,” katanya.
Selain sebagai sarana silaturahmi dan menjaga tradisi, kegiatan ini juga digelar sebagai gerakan budaya juga dilakukan sepenuhnya secara swadaya, sukarela oleh para pegiat literasi. Mulai dari dari perencanaan, persiapan, pembuatan konsumsi, hingga pelaksanaan kegiatan, dilakukan secara sukarela. Pertemuan ini pun dapat dilaksanakan berkat dukungan dari berbagai pihak yang sifatnya saling membantu, saling membawa kebaikan dan tidak mengikat.
Hal ini salah satunya merupakan salah satu manifestasi dari makna mendasar dari sedekah. “Barang siapa yang memiliki harta maka bersedekahlah dengan hartanya, barang siapa yang memiliki kekuatan maka bersedekahlah dengan kekuatannya, dan barangsiapa memiliki ilmu maka bersedekahlah dengan ilmunya,” tambahnya.
Setidaknya ada beberapa hal yang menjadi maksud dan tujuan dihelatnya acara ini. Mulai dari Menjaga silaturahmi, literasi, sastra, dan budaya, hingga menumbuh kembangkan ekosistem literasi yang baik dan sehat. Selain itu, ini juga menjadi momen untuk menjaga tradisi, kekeluargaan dan menjembatani literasi antar generasi.
Baca Juga: Naik Dango Masuk Kalender Wisata Pontianak 2026, Perkuat Identitas Budaya dan Daya Tarik Pariwisata
“Serta menjadi ruang bersama yang hangat dan diselimuti rasa kekeluargaan,” katanya.
Para penulis, pembaca, sastrawan, guru, dosen, mahasiswa, pelajar, komunitas, seniman, budayawan, pegiat budaya, penikmat sastra, ibu rumah tangga, aktivis pekerja sosial, serta aktivis keagamaan dan keberagaman berkumpul bersama dan bercengkrama.
Dari para pemangku kepentingan tampak hadir Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat, Ketua komisi informasi Kalimantan Barat, Komisioner KPID Kalimantan Barat, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Pontianak,Perwakilan Bunda Literasi Kota Pontianak. Tak ketinggalan terlihat sejumlah tokoh masyarakat dan beberapa komisioner di sejumlah badan negara yang hadir secara pribadi.
“Semoga kegiatan ini akan tetap dapat terlaksana di tahun-tahun berikutnya. Serta dapat menjadi contoh baik dari Pontianak, Kalimantan Barat dalam kegiatan yang berkesinambungan dengan mengedepankan nilai-nilai gotong royong sebagai identitas masyarakat Indonesia,” pungkasnya.(*)
Editor : Hanif