Trio bule; Gary, Kelly, dan Sam Bencheghib bersih-bersih sungai dulu sebelum berkunjung ke kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo. Mereka berharap bisa kembali ke Solo.
SILVESTER KURNIAWAN, Solo
Berbekal sepatu boots dan sarung tangan sederhana, Kelly, Gary, dan Sam Bencheghib melintasi jalan setapak yang membawa mereka ke area lapang yang kanan-kirinya berisi hunian warga. Hunian tersebut berbatasan langsung dengan bantaran sungai.
Tiga kakak-adik asal Prancis itu pun lantas berkoordinasi dengan relawan sembari memetakan medan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta. Ikut pula sejumlah personel TNI yang sudah siap terjun ke sungai beraroma tajam itu.
“Sebelumnya kami sudah ke beberapa titik aliran Sungai Bengawan Solo seperti di Bojonegoro, Cepu, dan lainnya. Kali ini kami sedikit ke hulu untuk melihat sungai di Solo,” kata Gary seperti dikutip dari Radar Solo Grup Jawa Pos kemarin (28/4).
Baca Juga: Tiga Tahun Menunggu, Air Mata PMI Kalbar yang Kerja di Malaysia Dibayar Lunas
Aksi yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB itu pun mendapat respons apik dari warga setempat. Para ibu menyemangati, sedangkan para bocah tampak antusias kala jaring-jaring yang mengangkut sampah mulai dinaikan dari bantaran sungai yang cukup curam itu.
“Kondisinya memang masih ada pembuangan (sampah) liar. Ini yang kami ingin bisa direspons oleh masyarakat sekitar,” kata Gary.
Aksi bersih-bersih satu jam lamanya itu mampu mengumpulkan sekitar 300 kilogram sampah plastik dari bantaran Kali Anyar. Bencheghib bersaudara tak bisa berlama-lama karena harus segera bersiap untuk berkunjung ke kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
“Kami baru tiba Senin (27/4) malam, jadi belum bisa melihat seluruh Kota Solo. Tapi, ini kota yang lebih bersih dari kota-kota yang kami lewati. Kami ingin kembali ke Solo dan melakukan survei di masyarakat apakah (bersih-bersih sungai) ini memang diperlukan di Solo,” timpal Kelly.
Ke Ndalem Sumber
Setelah menyelesaikan pengangkutan sampah, Kelly, Gary, dan Sam bersiap untuk melakukan kunjungan ke kediaman Presiden Joko Widodo yang biasa dikenal dengan sebutan Ndalem Sumber. Rombongan tiba sekira pukul 10.00 WIB dan disambut langsung oleh Jokowi.
Baca Juga: Dari Dapur ke Lingkungan, Warga Tanjung Sekayam Belajar Mengelola Sampah
Di sana ketiga co-founder Sungai Watch itu menyampaikan kalau kampanye mereka mulai sejak 28 Maret lalu. Mereka akan berlari sejauh 1.200 kilometer dari Bali sampai Jakarta yang akan rampung dalam 57 hari perjalanan.
Para bule asal Perancis yang sejak 2008 sudah menetap di Indonesia itu juga memaparkan sejumlah capaian apik Yayasan Sungai Watch Indonesia. Sejauh ini mereka berhasil mengangkat 4,5 juta kilogram sampah plastik dari berbagai sungai di Indonesia.
“Kami ingin sungai-sungai di Indonesia itu bisa benar-benar bersih, maka kami butuh bantuan dari banyak pihak, termasuk dari pemerintah agar bisa lebih lanjut,” kata Sam seusai berkunjung ke kediaman Jokowi.
Dalam pertemuan tertutup dengan Jokowi, ketiganya juga memamerkan sejumlah peralatan hasil daur ulang, misalnya kursi dari tas kresek. Kursi itu seratus persen dihasilkan dari plastik yang mereka pungut dari berbagai sungai di Indonesia.
“Luar biasa hari ini (kemarin, red) bisa bertemu dengan Pak Jokowi dan setelah ini selesai kami akan bertemu dengan Pak Wapres (Gibran Rakabuming),” kata Gary. (**)
Editor : HanifSumber : Jawa Pos